Ketik disini

Tanjung

Penerima Bertambah, Jatah Per KK Berkurang

Bagikan

TANJUNG-Tahun lalu, Pemkab Lombok Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) menyalurkan bantuan jambanisasi sebesar Rp 4 miliar. Bantuan ini diberikan kepada 1.200 kepala keluarga (KK). Sedangkan tahun ini, penerima bantuan meningkat menjadi 1.553 KK dengan nilai total bantuan total Rp 4,6 miliar lebih.

“Penerima bantuan ini tersebar di lima desa,” ujar Kepala DLHPKP Lombok Utara H Rusdi, kemarin (7/6).

Ditambahkan Rusdi, nilai bantuan ini memang berkurang dari Rp 3,4 juta per KK menjadi Rp 3 juta. Namun jumlah penerimanya meningkat. ”Lebih banyak kita berikan agar bisa meningkatkan target pengurangan buang air besar sembarangan,” tandasnya.

Untuk mengawasi proses pengerjaan bantuan, dinas sudah menempatkan fasilitator di masing-masing KSM. Fasilitator bertugas mengawasi progres pembangunan maupun jumlah sasaran penerima sesuai data tersebut.

Menurut Rusdi, program bantuan ini bersifat stimulus pada target untuk kabupaten ODF, dalam arti kepemilikan akses jamban. Minimal dalam dua atau tiga KK ada satu jamban. ”Sampai sekarang masih banyak masyarakat yang belum punya jamban,” katanya.

Dirincikan Rusdi, penerima bantuan jambanisasi 2018 terdiri dari Desa Sambik Bangkol sebanyak 312 KK, Desa Jenggala sebanyak 365 KK, Desa Tegal Maja sebanyak 178 KK, Desa Sokong sebanyak 204 KK, Desa Malaka sebanyak 390 KK, dan Desa Bayan sebanyak 104 KK.

Selain program dari DLHPKP, untuk mewujudkan ODF di seluruh Lombok Utara, juga dibantu program instansi lain. Seperti Dinsos dengan program RTLH. Program RTLH pada 2018, bantuan yang diberikan tidak hanya digunakan untuk merehab rumah. Akan tetapi juga untuk membangun MCK. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys