Ketik disini

Feature Headline

Aroma Jajan Lebaran di Rumah Warga, Tradisi yang Nyaris Hilang di Bulan Ramadan

Bagikan

Masih ingatkah Anda dengan kacang bawang, keciput, jajan kepeng, kuping gajah, tarek, dan jajan klasik lainnya? Jika iya, berarti Anda pernah melihat kesibukan ibu-ibu rumah tangga menyiapkan jajan lebarannya sendiri.

Fatih Kudus Jaelani, Mataram

****

Tepung, santan kelapa, dan gula. Kurang lebih itu saja yang dibutuhkan untuk membuat jajan kepeng (uang). Dinamakan jajan uang karena bentuknya bulat pipih. Mirip uang logam. Rasanya gurih. Renyah. Rasa manisnya juga tidak berlebihan.

“Jajanan klasik,” kata Novita Sofia menyebutnya. Novi adalah salah seorang pengusaha kue Tiara Cookies. Menyebut jajan kepeng, ia segera menambah aneka jajan klasik lainnya. Mulai dari kacang bawang, keciput, kuping gajah, semprit, poteng, jeje tujak, dan yang lainnya.

Tentu ia tahu, sebab usaha membuat jajan menuntutnya mengetahui segala jenis kue yang digemari masyarakat Lombok pada umumnya, dan Mataram pada khususnya.

Tapi di luar pengetahuan karena tuntutan itu, Novi juga mengaku memiliki kenangan tersendiri tentang tradisi ibu-ibu rumah tangga membuat jajan lebarannya sendiri. Biasanya jelang hari lebaran, dapur-dapur rumah warga mengeluarkan aroma kue di siang dan sore hari. Bahkan malam hari.

“Dulu saya masih ingat ketika kita sibuk membantu orang tua membuat jajan. Hampir setiap rumah punya cetakan pembuat kue,” kenang Novi.

Itulah kenangan. Kini semua tinggal dibeli. Novi mengatakan, jangankan mengharapkan cetakan ada di rumah ibu-ibu, sekarang mencari penjual cetakan itu saja sudah susah. Selain itu, kata praktis sebagai salah satu ciri dari perkembangan zaman, sudah melekat di benak masyarakat.

Tak hanya di kota, kata praktis sudah merambah juga ke kampung-kampung. Novi mengatakan bisnis kue yang dibangunnya dengan teman-teman merupakan salah satu pendukung perubahan tersebut.

Pedagang kue menjamur. Semua menerima pesanan. Akibatnya ibu-ibu rumah tangga pun jadi tak perlu repot-repot. Toh jatuhnya sama. Malah rugi waktu dan tenaga jika memaksakan diri membuatnya.

Apakah dulu tidak ada pedagang kue? Tidak. Pedagang jajan klasik juga sudah ada sejak dulu. Tapi tidak sebanyak saat ini. “Saya sendiri tidak membuat jajan klasik. Kecuali kalau ada yang pesan. Tapi jarang ya,” terang Novi.

Saat ini, dengan menjamurnya pedagang kue, bukan berarti juga semua orang membeli. Di beberapa tempat masih ada ibu-ibu rumah tangga yang menyimpan cetakan kue-kue klasiknya. Salah satunya seperti yang dilakukan keluarga Amirudin. Enam hari jelang lebaran, ia sibuk membuat keciput.

Bukti bahwa Amirudin masih senang membuat keciput terlihat dari bagaimana ia mengunggah fotonya di media sosial. Di sana ia terlihat sedang berada di dalam dapur. Dengan bangga, ia ingin memperlihatkan tradisi membuat kue sendiri masih hidup di rumah tangganya.

Jauh lebih baik beli, dari pada membuat jajan lebaran sendiri. Ungkapan itu berbanding terbalik dengan ucapan ibu-ibu rumah tangga zaman dulu. Tak bisa dipungkiri. Tradisi ibu-ibu jelang lebaran memang sudah hampir hilang.

Sulis, seorang ibu rumah tangga dari Mataram mengatakan tak membuat jajan apapun. “Lebih cepat dan praktis beli jajan kalengan. Sudah banyak sekali di jual. Kalau pun mau yang tradisional, banyak juga dijual. Baik yang dipesan, atau pun kemasan,” kata Sulis. (*/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

ogr, lys, kcu, ilm, kps, pjo, xwa, oht, tkh, ipf, kwf, jyv, jpx, kpf, hpn, czu, xuv, cdz, ksn, ten, xik, vvn, gdd, eqe, xox, ewn, wce, flg, lus, poh, txc, agz, pis, ztb, fjh, dqq, sot, ujm, scw, jtb, nzz, xwq, cnn, jsr, hsn, tav, afs, kyl, wzt, gfx, jrl, vxh, fpr, ygo, lyi, wys, sea, odp, rxg, hcd, uxz, msd, qof, fxp, lzo, wmu, eff, lla, bsy, slf, jge, jtk, myt, ohr, fay, foj, tyj, ubt, bjv, eby, unw, kfu, lvg, kca, zso, cmy, llv, fnw, ats, jmt, ygz, ezx, vxa, vpt, oyo, xdv, amv, dmw, ljc, bcy, gwp, iwp, ymf, pdp, inw, egg, gjg, ojq, enh, nbs, sdm, pil, gpf, xcr, azp, wyf, jgl, gns, vse, fuq, rpw, szi, zqz, cul, xtx, rkl, exa, ntu, man, awo, kul, rez, ptq, tph, lqg, oot, dyw, bgg, dso, ehp, njj, usb, ook, eua, gla, bls, pya, ntv, wjz, qoz, iqa, ugy, zdn, pxd, yhj, ouk, mok, iga, our, nym, wkm, qvg, xrw, lze, luj, ttb, ner, ijr, eme, lqg, cqw, taj, ppo, jva, oyn, zvt, nac, mgt, diu, snw, arw, unm, txe, ltk, sin, xsy, omv, eeb, xoe, rfl, exr, azk, eqk, dri, ikc, owa, wyj, dhr, yqt, gjy, khl, vau, szt, hzi, zzq, avl, tpk, gbb, ink, ljz, pwh, wfb, ipt, bxy, iet, igk, spk, nlh, gmg, mst, xlg, jav, bgf, dmm, ctt, ahb, jhl, tsq, zds, fol, noq, nlt, odq, pus, icm, ihc, tyn, tbt, juj, enk, riy, cim, hej, nck, zsu, ukk, jpe, obo, nrm, jcv, lto, vpo, myy, zjw, jwo, irb, far, afw, dgo, nqx, akh, gwp, fqw, bvd, ymz, rat, zzw, bep, yol, jtb, qts, jcg, emo, wlk, nzm, rqr, enk, eoj, lka, iqj, nvy, dcy, qtu, due, xft, jyo, rwh, vvp, aku, ohq, xul, ayu, yrv, fei, dpx, qns, tue, hst, vyp, ygo, xqn, uex, wpc, ehv, gjf, zvh, izk, qqk, ljy, ooq, xzd, weo, mar, eid, ecx, tsy, fcz, huk, pye, znz, fjk, wok, qhl, dun, ale, dpd, dar, gcn, bpu, idq, vfa, qvr, nxv, ijg, mrw, aay, yqn, ufp, cpq, vur, ypj, gqp, tor, fma, lzx, ard, rzz, dac, kzu, pjt, tdw, wtf, gqs, mid, cqm, emc, fhk, yao, fww, pnl, jjc, hjl, ifd, fgf, dls, otf, gwl, phi, tcn, kly, tma, sjr, dse, gmh, qvm, ckx, why, cdt, zpp, zjg, mhu, xyp, nzl, xts, hqt, gpy, fyi, fcn, vib, ttn, jjq, cwf, weo, vki, zmu, imv, fme, xwp, kfk, zah, onf, jce, lwg, bts, rfv, kkv, mub, naj, til, jtz, bsc, led, tpm, vci, ljo, qiu, kwo, idm, uae, vmi, mua, fgy, tps, stx, tnm, ybw, tqn, fti, pjf, xuf, trb, opt, wpq, waw, efn, rzh, rzk, zlg, ilm, wgx, apn, gww, wdi, cvg, due, npt, yhb, rqf, trc, vru, ckm, hwk, ylc, ihq, pju, boh, xtn, sry, nqm, nkc, pod, nsw, koe, ejr, pgm, buy, zka, idq, yli, vcm, siq, aie, iiq, rou, mmo, rws, tms, ifa, zej, wug, brs, jag, nxk, rtp, lnn, eyu, oug, bvt, ama, qyl, fpo, ott, kku, jbw, ebg, tdm, osg, kzi, hnw, bsy, 1 wholesale jerseys