Ketik disini

Metropolis

Menikmati Pameran Foto ala Kaki Lima

Bagikan

Pameran foto tidak mesti digelar di ruang tertutup. Pamera juga bisa digelar di tempat terbuka. Bahkan di pinggir jalan. Seperti yang dilakukan anggota Fokus Unram beberapa waktu lalu.

NATHEA CITRA SURI, Mataram

****

SIANG itu tampak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Taman Sangkareang tampak dipadati ribuan warga. Mereka banyak mengerumuni sejumlah pemuda yang menggelar pameran foto di tempat tersebut.

Para pemuda ini menjajarkan puluhan bahkan ratusan foto di salah satu sudut di Taman Sangkareang. Meskipun hanya di letakkan di atas rerumputan, pameran ini seperti pameran foto para fotografer profesional.

“Asyik nih, jarang-jarang bisa melihat pameran foto di ruang terbuka seperti ini,” kata seorang warga, Desi pada Lombok Post, dalam pameran yang digelar Selasa (5/6) lalu.

Aksi para fotografer muda dari salah satu universitas di Kota Mataram itu, memang terbilang unik. Mereka menjajarkan foto-foto penuh cerita unik. Ratusan foto ini sukses membius pejalan kaki hingga pengguna kendaraan yang melintas.

Foto-foto yang dipamerkan ini banyak yang menyentuh. Contohnya saja, foto salah satu kakek tua yang dibantu menyeberang jalan oleh salah seorang warga yang tengah beribadah (Hindu).

“benar-benar beragam dan penuh arti,” tutur perempuan 20 tahun tersebut.

Tak hanya Desi yang dibuat terkesima, Intan Ayu, salah satu pengguna jalan yang tengah melintas pun dibuat terkesima.

“Saya sampai ngerem mendadak, karena tak sengaja melihat beberapa foto. Saya pikir ini adalah lukisan,” kata Intan, sapaan akrabnya.

Di balik foto-foto yang berjajar rapi itu ada banyak cerita. Seperti keberagaman, bahkan nostalgia.

“Kalau saja foto-foto ini bisa dibeli, saya ingin sekali membelinya. Bagi para pecinta seni, pasti akan tahu bagaimana indahnya foto-foto ini,” tuturnya.

Perlahan-perlahan matahari mulai turun, menghasilkan semburan cahaya yang sungguh cantik, hingga memantul ke puluhan foto-foto yang tengah dipamerkan. Benar-benar sentuhan seni yang indah.

“Pameran ini kami lakukan dalam rangka diesnatalis ke 23 tahun Fokus Unram,” kata Dwi Ariani sembari membetulkan beberapa foto yang tampak miring terhempas angin.

Ariani, mengaku pameran ini tak hanya sekadar memperlihatkan karya-karya fotografer anggota Fokus Unram. Melainkan untuk memberikan ruang bagi para anggota baru yang baru saja masuk.

“Lebih dari 60 foto pameran ini karya anggota baru kami dan juga teman-teman lainnya,” jawab mahasiswi Mipa, Unram itu.

 “Kami ingin memperlihatkan kalau Lombok ini penuh warna, mulai dari suku, agama, profesi dan banyak lagi,” tambahnya. (*/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka