Ketik disini

Politika

NTB yang Kaya Harus Dikelola dengan Bijak

Bagikan

MATARAM– NTB yang kaya akan potensi alam harus dikelola dengan bijak dan benar. Jika konsep pengelolaan yang tepat itu bisa dijalankan, maka hasil luar biasa dipastikan tercapai.

“Misalnya jagung dan beras, kita sekarang sudah makin berlimpah hasilnya,” kata HM Amin.

Calon wakil gubernur NTB nomor satu pendamping calon gubernur HM Suhaili FT itu memang sudah menunjukkan buah kerja kerasnya. Produksi beras yang melimpah selama lima tahun terakhir kian menguatkan posisi NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Pada 2017 Pemerintah NTB menargetkan produksi beras mencapai 1,3 juta ton. Potensi luas tanam padi di daerah mencapai 475.000 hektare. Dari potensi itu diharapkan luas panen padi pada musim tanam 2017 mencapai 80 persen.

Pemerintah Provinsi NTB juga mencanangkan target produksi padi menembus 2,4 ton juta gabah kering giling (GKG) tahun 2017.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras kita, target-target itu tercapai,” kata ketua Nasdem NTB itu.

Data menunjukkan produksi padi 2017 meningat 12 persen dibanding dengan 2016. Data Bulog NTB menunjukkan stok beras hasil pengadaan mencapai 60 ribu ton. Stok ini paling banyak dari 34 Bulog provinsi di Indonesia. Ketersediaan beras yang relatif banyak juga bisa menjaga harga eceran tertinggi (HET) beras tetap stabil, meskipun di luar panen raya padi atau musim paceklik. Kondisi itu tambah Amin juga menguatkan posisi NTB sebagai daerah yang tidak masuk dalam rawan gejolak kenaikan harga pada situasi tertentu.

“Panen melimpah, stok mencukupi, harga terkendali,” ujarnya bersyukur kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil.

Bumi Gora, lanjutnya juga menjadi daerah penyangga stok pangan nasional. Buktinya Bulog Pusat memerintahkan NTB untuk melakukan pemindahan stok ke NTT dan Bali, sebanyak 14.000 ton. “Kerja keras kita juga mampu membantu daerah tetangga,” ujarnya bangga.

Hal itu tegas Amin akan dijaga. Paket nomor satu, Suhaili-Amin memastikan langkah-langkah yang sudah dilakukan akan dilanjutkan. Ditambah perbaikan kekurangannya demi penyempurnaan. “Kalau rakyat merestui, kami tinggal melanjutkan, tidak mulai dari nol yang berpotensi gagal,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB dibawah kendali Suhaili-Amin dipastikan  akan terus menambah ketersediaan beras. Itu dimungkinkan karena masih ada panen padi secara sporadik di 10 kabupaten/kota sentra produksi, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki irigasi teknis.

Amin mengatakan daerahnya kini sedang surplus beras dan akan lebih melimpah lagi dimasa-masa mendatang. Dengan segala upaya yang dilakukan lima tahun terakhir, NTB sudah mencapai titik kemapanan dalam hal produksi padi.

“Ini akan dijaga betul oleh Suhaili-Amin,” tegasnya.

Tak hanya beras, tangan dingin Amin yang selama lima tahun terakhir berjuang melalui posisinya sebagai wakil gubernur nyatanya juga mampu membuat jagung naik daun. Belum lama ini, NTB memastikan mengekspor 30 ribu ton jagung ke Filipina. Pengiriman tahap pertama sudah dilakukan Maret lalu, dengan total 11.500 ton jagung dikapalkan ke sana.

“Alhamdulillah, itu buah kerja keras kita selama ini,” katanya mensyukuri capaian lain dalam bidang pertanian.

Tak Cuma diekspor ke Filipina. Jagung NTB juga dikirim ke beberapa daerah di dalam negeri. Untuk pengiriman antar daerah ini sudah dilakukan semenjak tahun lalu. “Ini menunjukkan NTB terus berkontribusi positif untuk pembangunan nasional,”  kata pria murah senyum itu.

Kepada petani jagung NTB, ia mengapresiasi kesungguhan para mereka meningkatkan produksi jagung secara terus-menerus. Sehingga produksi jagung NTB terus meningkat. Data menunjukkan, tahun 2016 produksi jagung NTB 1,1 juta ton. Dan tahun 2017 melonjak menjadi 2,127 juta ton. Dia berjanji, paket Suhaili-Amin jika diberikan kesempatan memimpin NTB akan melanjutkan capaian tersebut. Bahkan melakukan perbaikan pada sejumlah kekurangan yang masih ada. Misalnya memperjuangkan bibit, pupuk, termasuk harga jual yang lebih baik bagi petani.

“Itu komitmen kami pasangan nomor satu,” tegas Amin.

Setelah petani yang menanam, tugas pemerintah adalah memastikan manfaat ekonomi semakin besar untuk petani. Salah satu caranya dengan memangkas biaya produksi. Ia berharap distribusi pupuk benar-benar lancar. Sementara di sisi lain, pembelian hasil petani harus di atas Harga Pokok Penjualan (HPP).

Oleh pemerintah pusat, NTB diapresiasi berkontribusi besar dalam membebaskan Indonesia dari Impor jagung. NTB menempati urutan kelima, provinsi dengan produksi jagung terbesar, dengan peningkatan 18,5 persen pertahun. Capain itu luar biasa, megingat luasan lahannya jauh dibandingkan provinsi besar lain.

 “Sekali lagi, pasangan nomor satu akan memastikan capaian positif ini berlanjut, bahkan dengan lebih baik lagi, ini bukti kami juga berjuang untuk Pulau Sumbawa,” tegasnya sekaligus menampik tudingan tak berjuang untuk Sumbawa.

Kendala yang dihadapi pemerintahan TGB-Amin saat ini sudah terpetakan. Dengannya, pemerintahan Suhaili-Amin kelak tinggal mengatasi masalah tersebut.

“Kita sudah tahu masalahnya, lima tahun kedepan saatnya NTB meroket makin baik lagi,” ucapnya.

Untuk itu ia berharap masyarakat NTB mau memberikan kesempatan melanjutkan capaian positif yang sudah diakui berbagai kalangan tersebut. “Beri kami paket nomor satu kesempatan, Suhaili-Amin pasti akan melanjutkan,” tutupnya. (yuk/r4/adv)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys