Ketik disini

Kriminal

Truk Makanan Selundupkan Motor dari Surabaya

Bagikan

MATARAM-Pengiriman motor diduga hasil curian digagalkan tim opsnal Satreskrim Polres Mataram, Sabtu (9/6). Delapan unit motor ini diangkut truk dari Surabaya menuju Bima.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, petugasnya telah mengintai truk sesaat setelah tiba di Lombok. Dari Pelabuhan Lembar polisi membuntuti truk yang dicurigai membawa motor curian.

”Kita dapat informasi adanya pengiriman motor curian,” kata Muhammad.

Sesuai dengan informasi, sekitar pukul 07.00 Wita, petugas melihat truk dengan nomor polisi EA 8555 S keluar dari pelabuhan Lembar. Tepat di wilayah Dasan Cermen, tim opsnal langsung memotong laju truk dan meminta sopirnya menghentikan kendaraan.

Petugas kemudian menuju belakang truk dan memeriksa muatannya. Ketika terpal penutup muatan dibuka sopir truk, yang terlihat hanya kardus berisi bumbu penyedap masakan. Namun, ketika beberapa kardus diturunkan, kecurigaan petugas terbukti.

”Ternyata ada motor dibaliknya. Setelah kita hitung, jumlahnya ada 8 unit,” beber Kapolres.

Motor diduga hasil curian, ternyata disembunyikan sopir truk dibalik tumpukan kardus. Delapan unit motor yang ditemukan petugas, semuanya menggunakan pelat nomor L yang merupakan kode untuk wilayah Surabaya.

Kapolres mengatakan, sopir truk diduga sengaja menyembunyikan muatan sepeda motor dibalik kardus. Tujuannya, untuk mengelabui petugas ketika dilakukan pemeriksaan. Upaya ini tentu sia-sia, sebab barang bukti berhasil ditemukan petugas.

”Pas dilihat surat delivery order, tidak ada kiriman motor, yang ada hanya bumbu penyedap masakan. Jadi motor itu kita duga bodong,” jelas Muhammad.

Lebih lanjut, menjelang lebaran biasanya diiringi dengan peningkatan aktivitas kejahatan. Modusnya beragam. Salah satunya melalui truk yang mengirim bahan pokok dari luar daerah. ”Ini juga kita atensi. Petugas sudah saya perintahkan untuk terus melakukan pengawasan dengan ketat,” tandas Muhammad.

Sementara itu, Nurdin, sopir truk yang diamankan polisi mengatakan, sebenarnya dia hanya mendapat tugas untuk mengangkut bumbu penyedap masakan saja. Jumlah angkutannya mencapai 19 ribu kardus.

Tetapi, saat berada di Surabaya, pria asal Dompu ini mendapat permintaan untuk mengangkut delapan unit motor. Orang yang menyuruhnya kemudian menjanjikan Nurdin upah sebanyak Rp 400 ribu per unit.

”Dinaikkan di Surabaya. Dikasi Rp 400 ribu untuk satu motor, makanya saya mau karena bisa nambah belanja lebaran,” kata Nurdin.

Setelah diamankan petugas, Nurdin memberi sejumlah informasi terkait pengiriman motor curian ini. Selain memberitahu alamat pengirim, dia juga menyebutkan nama orang lain, yang diduga sebagai pelakunya.

”Ada empat truk lain yang lolos. Masing-masing truk bawa motor juga dari Surabaya,” aku dia.

(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka