Ketik disini

Politika

Ahyar-Mori Kembali Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan

Bagikan

MATARAM–  H Mori Hanafi,  calon wakil gubernur NTB nomor dua dalam kunjungannya ke Kecamatan Plampang, Desa Muer,  Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk memeratakan pembangunan. Pendamping TGH Ahyar Abduh ini mengatakan seluruh NTB adalah satu kesatuan, maka dalam membangun juga harus dilakukan merata.

“Jangan lagi ada cerita pembangunan itu hanya untuk kelompok tertentu saja,” ujarnya.

Semangat pemerataan pembangunan itu lanjutnya yang membuat tercetus gagasan jargon “NTB untuk Semua”. Tak sekadar slogan, komitmen membangun untuk menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat bakal dilakukan.

“NTB untuk semua ya artinya Ahyar-Mori akan membangun dari Ampenan hingga Sape,” tegas politisi Gerindra.

Misalnya untuk Pulau Sumbawa, sektor nelayan dan pertanian adalah dua potensi besar yang ada. Sehingga Ahyar-Mori akan berfokus pada kedua sektor tersebut untuk pengembangan Pulau Sumbawa saat terpilih nanti. Dengan menyejahterakan nelayan dan petani, artinya separuh masalah kesenjangan di NTB akan teratasi. “Kami ada kartu tani dan nelayan yang fungsinya membantu mereka,” tegasnya.

Mantan wakil ketua DPRD NTB itu berharap niat baiknya tersebut didukung penuh oleh masyarakat NTB. Bukti lain keberpihakan terhadap kelompok marginal ditunjukkan kala berkunjung ke Pulau Bungin, Sumbawa belum lama ini. Dia menegaskan bahwa pasangan nomor dua akan konsisten berjuang untuk semua kalangan. Di hadapan 1.000 warga dan relawan, ia melakukan dialog dengan masyarakat. Sejumlah aspirasi yang masuk mulai dari masalah kesejahteraan, hingga kepariwisataan dikatakannya sudah ditampung dan disiapkan solusinya.

“Guru ngaji di sini minta diperhatikan, itu akan kita lakukan, kami ada program anggaran Rp10 miliar untuk guru ngaji,” janjinya.

Sementara terkait pariwisata, Bungin sebagai pulau terpadat di muka bumi disebutnya memiliki potensi. Kepadatan itu adalah salah satu daya jualnya. Bagaimana masyarakat hidup rukun dalam suasana yang penuh hiruk pikuk itu sangat menarik bagi wisatawan.

 “Jika terpilih, kami akan tata dan promosikan Bungin,” janjinya.

Keberpihakan pada kelompok marginal juga ditegaskan TGH Ahyar Abduh. Saat berjunjung ke Pulau Maringkik, Lombok Timur, ia berjanji menjadikan masalah di sana sebagai prioritas. Segala cara siap dilakukan pasangan nomor urut dua ini. “Demi rakyat, saya akan lakukan apapun,” ucapnya terkait masalah air bersih yang menjadi salah satu kendala.

Tak sekadar janji belaka, di Mataram wali kota dua periode ini sudah membuktikannya. Dia membuat pipa-pipa PDAM mengalir hingga segala penjuru kota. Tak hanya untuk orang kaya, masyarakat miskin juga kebagian dengan pola pemasangan subsidi. Hasilnya, kini nyaris tak terdengar masalah air di Mataram. Sehingga kendati air tanah di sana tidaklah baik, masyarakat tak pernah menjerit. Ada pipa air bersih yang mengalir ke dapur-dapur mereka. Tangan dingin Ahyar berhasil membuat masyarakat mendapatkan haknya.

 “Untuk masyarakat Maringkik saya berjanji,” tegasnya.

Soal cara Ahyar ternyata sudah memikirkannya. Prinsipnya adalah melakukan langkah apapun yang diperlukan. Bisa dengan mengebor tanah, atau memasang pipa bawah laut seperti yang dilakukan di Gili Trawangan di Lombok Utara.

“Kalau di sana bisa, di sini seharusnya juga bisa, intinya pemimpin harus mau,” katanya.

Dia juga menyiapkan rencana cadangan dengan menyuling air laut. Kembali Ahyar menekankan, intinya rakyat tak boleh menderita. Apapun akan dilakukan. Kekayaan daerah ini harus dirasakan merata seluruh rakyat. Artinya tak hanya Maringkik, soal air ada sejumlah pulau-pulau kecil lain yang juga sama nasibnya. Di daerah selatan Lombok Timur dan Lombok Tengah masalah ini juga terjadi.

“Jika ada kemauan, pasti ada jalan,” ucapnya.

Jika Allah SWT meridoi, ia berjanji mengalokasikan anggaran pemerintah provinsi yang besar untuk masalah tersebut. Sehingga dalam satu periode pemerintahannya, tak ada lagi cerita pilu seperti itu.

“Itulah makna konsep NTB untuk semua, yaitu NTB yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan air, ia juga menyoroti masalah pendidikan di sana. Menurutnya anak-anak daerah terpencil, termasuk seluruh anak di NTB berhak mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Mataram yang dipimpinnya lagi-lagi menjadi bukti tangan dingin Ahyar. Di sana, ia memberi banyak pilihan sekolah bermutu untuk para generasi penerus. Sebagai kiblat dunia pendidikan NTB, polesan Ahyar terbukti berhasil.

“Semua harus bisa sekolah, harus bisa menghapai cita-citanya,” tukas ulama sekaligus umara itu. (yuk/r4/adv)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka