Ketik disini

Metropolis

Pak Dirut Juga Jengkel!

Bagikan

MATARAM-Mulusnya akses jalan Brawijaya ternyata tidak sepenuhnya mengundang senyum. Ada satu titik, bekas lubang galian PDAM tidak ditutup sempurna. Bahkan kerap membuat celaka pengendara. Warga pun berinisiatif menancapinya ranting pohon lamtoro untuk mengingatkan pengendara agar berhat-hati melintasi kawasan itu.

Wih sering bikin orang jatuh ini,” kata Wayan Suteja warga sekitar.

Karena itu, agar tidak membahayakan pengendara lain warga berinisiatif memberi peringatan dengan menancapkan ranting. Suteja sendiri sudah menyampaikan agar persoalan ini dapat atensi dengan menyampaian pada aparat lingkungan.

“Tapi belum ditangani sampai sekarang. Sayang sekali,” cetusnya.

Menurutnya lubang itu sudah ada cukup lama. Lebih dari satu bulan. Para pekerja yang menutup bekas galian terlihat ogah-ogahan sehingga galian dengan mudah retak dan rusak.

Menanggapi keluhan itu, Direktur Utama PDAM Giri Menang H Lalu Ahmad Zaini ikut geram dengan hasil pengerjaan yang mengecewakan itu. Ia pun berjanji akan menegur rekanan yang telah ditunjuk menutupi bekas galian.

“Oh ya, saya akan tegur dan ingatkan. Saya juga minta itu diperbaiki,” kata Zaini.

Beberapa pengerjaan penutupan bekas galian diakuinya kesalahan dari rekanan. Mereka mengerjakan tidak maksimal bekas galian yang ada. Tapi Zaini juga mengungkapkan ada tahapan teknis dalam penutupan bekas galian.

“Kita memang tidak langsung aspal, karena harus ditutup tanah dulu biar padat,” ujarnya.

Baru setelah itu dalam beberapa minggu dibiarkan memadat, selanjutnya ditangani untuk proses pengembalian jalan seperti semula. Ia berharap masyarakat bisa bersabar dengan kondisi jalan yang dilubangi. Mengingat perbaikan PDAM juga untuk kemaslahatan bersama.

“Kita perbaiki PDAM juga kan tujuannya agar pasokan air bersih bagi masyarakat bisa terpenuhi,” ujarnya.

Beberapa pipa dalam tanah memang sudah uzur. Sehingga mudah pecah dan praktis harus rutin ditangani. Zaini pernah menyebutkan persentase pipa dalam tanah yang sudah uzur itu mencapai 60 persen. Namun proses penyegaran harus dilakuakan secara bertahap. Karena jumlanya sangat banyak dan anggaran yang dibutuhkan juga besar.

“Di sisi lain kita juga terus meningkatkan pelayanan karena jumlah pelanggan kita yang terus meningkat,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, pengawasan jalan itu dan yang berhak menegur PDAM adalah pemerintah provinsi. “Oh jalan itu masuk penanganan provinsi,” kata Tura.

Namun ia berjanji akan menyampaikan hal itu pada pemerintah provinsi. Agar dapat atensi penanganan. Mengingat jalan itu termasuk jalan utama di perkotaan. “Nanti kami sampaikan pada provinsi,” janjinya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys