Ketik disini

Headline Pendidikan

11.095 Peserta SBMPTN Sabar Ya…

Bagikan

MATARAM-Selamat kepada peserta seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) Universitas Mataram (Unram) yang lulus. Hari ini seleksi diumumkan melalui Lombok Post. Tercatat dari 12.946 peserta, sebanyak 1.851 orang dinyatakan lulus. Itu berarti 11.095 siswa masih harus bersabar.

Ketua Panlok 65 Mataram Prof Lalu Wiresapta Karyadi mengatakan, dari 1.851 peserta yang dinyatakan lulus, termasuk juga 547 peserta Bidikmisi. Hanya saja calon mahasiswa bidik misi belum bisa dinyatakan lulus. Sebab, mereka harus mengumpulkan beberapa dokumen dan akan dipantau langsung pihak kampus ke rumahnya.

“Ini dilakukan untuk memastikan keberadaan mahasiswa,” tuturnya.

Tingkat persaingan paling ketat jalur SBMPTN ada pada kelompok saintek. Yakni pada prodi Pendidikan Dokter dan disusul Teknik Informatika (TI) di urutan kedua. Sementara pada kelompok Soshum tingkat keketatan ada pada prodi manajemen, kemudian disusul prodi Akuntansi.

“Di Kedokteran tingkat keketatan 2,5 persen tiap peserta,” sebutnya.

Dijelaskan, penilaian SBMPTN tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Panitia pusat perguruan tinggi negeri (PTN) 2018 telah menyampaikan sistem informasi resmi tentang penilaian SBMPTN. Tahun-tahun sebelumnya kata Wire, penilaian SBMPTN menggunakan skor empat pada jawaban benar.

Skor nol untuk yang tidak menjawab, dan nilai akan dikurangi satu atau min satu pada peserta yang menjawab salah. Namun kini, hal tersebut tidak berlaku lagi. Tahun ini penilaian berbeda. Metodenya tidak hanya memperhitungkan jawaban benar, tapi juga melihat karakteristik soal.

Metode penilaian dilakukan tiga tahap. Pertama  jawaban benar akan mendapat skor satu, sementara jawaban salah atau tidak menjawab akan mendapat skor nol. Kedua, menggunakan teori respons. Setiap soal memiliki tingkat kesulitan dengan menggunakan metode model matematik.

“Ini akan diketahui tingkat kesulitan soal, baik yang mudah, sedang, dan sulit,” ujar Wire.

Ketiga terkait skor. Soal yang tingkat kesulitannya cukup tinggi akan mendapat bobot lebih tinggi dibandingkan soal yang tingkat kesulitannya rendah.

“Jadi, peserta yang menjawab benar dalam jumlah cukup banyak belum tentu memiliki nilai tinggi. Tergantung dari bobot soal yang dijawab,” sebut pria yang juga menjabat Wakil Rektor (WR) I Unram ini.

Menurut Wire, sistem ini akan memberikan keadilan bagi para peserta. Karena selama ini peserta yang menjawab salah dikurangi nilainya. Padahal, mereka sudah berusaha untuk menjawab.

“Saya melihat sistem ini ada rasa keadilan,” tukasnya.

Namun demikian ia meminta peserta yang tidak lulus pada jalur SBMPTN jangan berkecil hati. Karena masih ada jalur mandiri untuk bisa masuk PTN. Apalagi kuota jalur mandiri sama dengan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), yakni 30 persen. “Kesempatan siswa diterima PTN masih terbuka,” terangnya.

Sementara itu Rektor Universitas Mataram Prof H Lalu Husni menambahkan, tes SBMPTN menerapkan tiga sesi. Sesi pertama mengujikan tes kemampuan bidang dasar saintek yang diikuti kelompok saintek dan campuran. Sesi kedua mengujikan tes kemampuan akademik (TPA) yang diikuti semua kelompok ujian. Baik itu saintek, soshum, maupun campuran.

Sementara sesi ketiga mengujikan kemampuan bidang dasar soshum yang diikuti kelompok soshum dan campuran. Tes SBMPTN menggunakan dua sistem. Yakni computer based test (CBT) dan paver based test (PBT).

“Sebanyak 220 menggunakan CBT,” Kata Husni. (jay/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka