Ketik disini

Headline Politika

Zul-Rohmi Tinggal Tunggu Pelantikan

Bagikan

MATARAM-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti  Rohmi Djalilah resmi ditetapkan KPU NTB sebagai pemenang Pilgub NTB 2018. Hasil itu didapat setelah pleno alot KPU NTB yang berlangsung selama 10 jam, kemarin.

Molor satu jam dari rencana awal kegiatan pukul 09.00 Wita, KPU NTB langsung mendapat aneka sanggahan sesaat setelah palu tanda acara dimulai diketok. Hasan Masat, tim saksi dari pasangan calon nomor satu, HM Suhaili FT dan HM Amin (Suhaili-Amin) langsung melakukan interupsi. ”Ini soal data 291 ribu pemilih,” katanya.

Mengacu keterangan Bawaslu NTB yang menyebutkan ada 291 ribu C6 atau undangan memilih yang dikembalikan, Hasan meminta kejelasan di mana posisi C6 itu saat ini. Dia bahkan mendesak bukti fisik C6 tersebut dihadirkan. Itu menjadi penting agar pihaknya tak menuding ada yang menggunakannya untuk kepentingan mencurangi hasil pilgub kali ini. ”Mana yang katanya dikembalikan itu, tunjukkan kepada kami,” pintanya.

Namun KPU NTB bersikukuh hal itu tak mungkin dilakukan. Dijabarkannya, jumlah itu semua tersimpan rapi di tempatnya sesuai aturan yang ada. ”Proses itu sudah dilalui, sekarang kita tinggal merekap saja,” kata Ketua KPU NTB L Aksar Ansori.

Sempat terjadi adu argument, bahkan aksi berbalas pantun yang cenderung debat kusir antara keduanya. Tak menemui titik sepakat, KPU NTB akhirnya memaksakan melanjutkan pleno dengan pembacaan satu demi satu hasil masing-masing kabupaten/kota.

Diawali dari Kabupaten Bima, nyatanya aneka masalah langsung bermunculan. Lagi-lagi formulir C6 yang dikembalikan dijadikan bahan utama protes saksi nomor satu, termasuk saksi nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (Ahyar-Mori). Di kabupaten itu, tercatat 50.028 C6 dikembalikan. Alasannya beragam. Ada yang meninggal dunia, pindah, tak dikenal, tak dapat ditemui, dan lain-lain. ”Justru C6 dikembalikan agar tak disalahgunakan,” tegas Aksar.

Sahrul Mustofa, saksi paket Ahyar-Mori lantas mempertanyakan di mana saja jumlah itu tersebar. Ia mendesak KPU membuka rincian ada di TPS mana, lengkap dengan jumlah di masing-masing tempat. Namun Aksar beralasan detail C6 ada di TPS dan dipegang KPPS yang sukar dilacak satu demi satu. ”Tapi bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Jawaban itu membuat para saksi tak puas. Ali Ustman Ahim, saksi Ahyar-Mori lainnya juga mendesak semua data dibuka ulang dalam pleno tingkat provinsi itu. Ini semata untuk mengetahui kebenaran data yang disajikan KPU NTB. Jangan sampai pengalaman aneka kecurangan saat pilkada-pilkada terdahulu, kembali terulang. ”Kami patut berburuk sangka,” katanya dengan mimik serius.

Lagi-lagi saling timpal menjurus adu argument layaknya debat kusir tersaji. Aksar lantas meminta para saksi yang berkeberatan dan menuding ada kecurangan untuk menunjukkan data jika memang ada. Jangan sampai hasil hitungan KPU yang terus diobok-obok dan permasalahkan. ”Kalau ada data berbeda, tunjukkan,” tantangnya.

Bawaslu Kritik KPU

Belum usai debat KPU dan para saksi paket nomor satu serta dua, Bawaslu NTB lantas menimpali. Pertama, Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid mempertanyakan rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) di salah satu tempat di kabupaten Bima yang ditolak KPU. Padahal, di sana ada tiga orang dengan KTP luar diberikan kesempatan mencoblos.

Kedua, terkait C6 yang satu sisi diapresiasinya. Pengembalian C6 tersebut menurutnya menunjukkan semangat mencegah kecurangan dari KPU, dan juga menunjukkan transparansi. Namun masalahnya adalah pada C6 yang dikembalikan itu. ”Satu contoh, panwas kami sendiri tak dapat C6, padahal sudah terdata,” ujarnya melempar tanya.

Ia juga mempertanyakan data pemilih yang menggunakan KTP tidak presisi. Padahal logikanya, mereka yang datang ke TPS, lalu menulis nama, tentu selanjutnya akan mencoblos. ”Ini kok beda data antara jumlah yang tertulis dengan jumlah yang nyoblos,” ucapnya.

Terkait masalah itu, KPU setempat beralasan ada pemilih menggunakan KTP yang datang saat pagi hari. Saat dijelaskan baru bisa mencoblos setelah pukul 12.00 Wita, mereka lantas meninggalkan TPS, dan tak semuanya kembali lagi. Dari satu daerah otonom itu saja, aneka protes terus bermunculan. Itu membuat proses penghitungan untuk Kabupaten Bima baru berakhir pada pukul 11.35 Wita.

Berlanjut ke daerah otonom lainnya, aneka protes juga terus dilayangkan saksi paket nomor satu dan dua. Sementara saksi nomor tiga hanya diam mengikuti. Sedangkan saksi nomor empat HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti AM (Ali-Sakti) tak terlihat hadir dalam pleno itu. Bawaslu juga terus menimpali. Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah di Lombok Barat. Di sana, ada tiga pemilih di tiga TPS berbeda yang tak mendapat kertas suara pemilihan gubernur. Mereka justru mendapatkan kertas suara dobel untuk pemilihan bupati. Anehnya, data KPU menunjukkan jumlah suara yang tercoblos dengan jumlah yang memberikan suara sama. ”Harusnya kan kurang tiga,” kata Khuwailid penuh kecurigaan.

Setelah debat panjang, akhirnya KPU bersedia melakukan revisi terhadap data tersebut. Khusus untuk Lombok Barat, penghitungan pun ditunda hingga revisi dirampungkan. Akhirnya Lombok Barat yang dibacakan di tengah, menjadi penutup dalam pleno rekap 10 kabupaten/kota itu.

Hasilnya, Zul-Rohmi dinyatakan sebagai pemenang dengan 811.945 suara. Peringkat kedua adalah Suhaili-Amin dengan 674.602 suara, disusul Ahyar-Mori 637.048 suara. Terakhir paket Ali-Sakti dengan 430.007 suara. Jumlah itu sama persis dengan data yang Lombok Post tayangkan Sabtu lalu, merujuk hasil pleno masing-masing kabupaten/kota. Ya, tak ada perubahan sama sekali. Meski debat berlangsung alot, namun tak satu pun data akhir hasil pasangan calon yang berubah.

Saksi Tiga Calon Tolak Hasil Pleno

Terkait itu, Hasan Masat dalam kalimat penutupnya menegaskan pihak Suhaili-Amin sudah mengawal proses ini dengan maksimal. Namun karena satu kekuatan besar yang begitu dahsyat, mereka dikalahkan. Hal itulah yang akan disampaikannya pada masyarakat. Bahwa mereka tak bisa memenangkan pertarungan ini karena ada kekuatan lain, bukan karena memang kalah secara fair. ”Dengannya kami menolak menandatangani berita acara pleno,” tegasnya.

Penolakan serupa juga dilakukan Ali Ustman Ahim mewakili Ahyar-Mori yang bersikeras menyoal DPT. Satu sisi ia mempermasalahkan posisi C6 dan pembuktian benar C6 itu tak digunakan pihak tertentu untuk mencurangi proses pilgub. Sisi lain ia mempertanyakan begitu banyak C6 yang tak tersalurkan. Bisa saja itu merupakan kesengajaan KPU yang tak menyalurkannya di titik-titik tertentu basis calon yang ingin dikalahkan.

”Misalnya di Kabupaten Bima basis kami itu, ada 50 ribu lebih tak terdistribusikan undangan C6 itu, apalagi seluruh NTB ada 291 ribu,” tegasnya.

Karenanya, ia juga menolak menandatangani berita acara. Karena paket nomor empat tak mengirim utusan, praktis hanya saksi nomor tiga yang membubuhkan tanda tangan. ”Data kami sama persis dengan kalkulasi KPU,” kata M Ahyar, saksi Zul-Rohmi.

Sementara Aksar menutup sidang dengan mengangkat sumpah. ”Atas nama Allah, rasulullah, Alquran, kami jalankan semua ini dengan tegak lurus,” katanya kemudian mengetuk palu.

Demo KPU

Sementara itu, di depan kantor KPU NTB, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat NTB Menggugat berunjuk rasa saat KPU NTB menggelar pleno perhitungan suara Pemilihan Gubernur NTB 2018, di Hotel Lombok Raya, kemarin (8/7). Massa datang menggunakan truk dan beberapa mobil bak terbuka. Mereka berkumpul di Kantor DPD I Partai Golkar NTB, kemudian berjalan kaki ke lokasi rapat pleno KPU.

Sebagian warga merupakan orang tua dan ibu-ibu. Sambil orasi, para pendemo itu membawa poster bertulis “KPU jangan masuk lingkaran busuk” juga ada spanduk poster “Bongkar C6 Tidak Bertuan”. Aksi itu mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Melihat banyaknya massa aksi, kepolisian terpaksa menutup sebagian badan Jalan Bung Karno.

Massa aksi berusaha masuk ke lokasi rapat pleno, namun aparat keamanan dengan personel lengkap tidak membiarkan massa untuk masuk. Tarik menarik massa aksi dengan kepolisian tidak bisa dihindari. Warga yang berusaha membuka pintu gerbang hotel ditarik aparat kepolisian. Ketegangan pun sempat terjadi. Beberapa orang warga naik pintu gerbang. Mereka berusaha membuka pintu, namun gagal.

Hamzanwadi, Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat NTB Menggugat menilai, Pemilihan Gubernur NTB tidak demokratis. Ia menduga ada upaya-upaya mobilisasi birokrasi Pemprov NTB untuk ikut memenangkan salah satu pasangan calon. Itu menurutnya menunjukkan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi tidak nertal.

Harusnya sebagai gubernur, kata Hamzanwadi, TGB tidak boleh hanya berdiri pada satu kelompok. Tapi berdiri di semua kelompok. ”Empat kandidat ini merupakan putra terbaik NTB, tetapi TGB menunjukkan ketidak netralan karena cenderung mendukung nomor tiga,” ujar Hamzanwadi.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pengerahan anggota Satpol PP di Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Deny JA merilis hasil perhitungan cepat yang memenangkan pasangan nomor tiga tanpa berkoordinasi dengan KPU. Hal itu menggiring opini publik dan meresahkan warga.

Salah satu tindakan yang dinilai tidak pantas adalah ketika Dr Zulkieflimansyah yang merupakan calon gubernur nomor tiga hadir dalam acara Wakil Presiden Jusuf Kalla di Lombok Tengah bersama TGB, padahal KPU belum memutuskan siapa pasangan yang menang.

Ia menilai, tindakan itu merupakan provokasi yang dilakukan Gubernur TGB. ”Dengan medatangkan jagoannya kemudian didudukkan bersama Wapres, didudukkan bersama Wabub dan pejabat lainnya, itukan tidak cocok,” tegasnya.

Karena itu, warga menuntut KPU dan Bawaslu NTB segera menindak semua kecurangan yang terjadi di seluruh kabupaten/kota. Jika tidak dilakukan, maka mereka meminta KPU menunda rapat pleno atau membatalkan hasil pemilihan gubernur NTB. ”Kami datang ke sini ingin mengingatkan kepada penyelenggara Pemilu bahwa proses ini sudah cacat hukum,” tegasnya.

Massa aksi akan terus berunjuk rasa sampai KPU menindaklanjuti tuntutan warga, sampai ada keputusan tetap KPU. Bahkan mereka mengancam akan melakukan aksi dengan massa lebih besar bila  tuntutannya tak diindahkan.

Menanggapi ancaman itu, Kabag Ops Polres Mataram Kompol Taufik mengatakan, penyampaian protes bisa dilakukan asal dengan tertib. Tetapi, apabila unjuk rasa berlangsung ricuh, maka polisi tidak segan untuk menindak tegas.

”Siapapun yang mencoba mengacaukan suasana pada saat rapat pleno KPU, aparat keamanan tentu akan bertindak tegas,” pungkasnya

Sementara itu, TNI juga telah menyiagakan pasukan selama perhitungan perolehan suara. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani berharap, selama pelaksanaan rapat pleno maupun pengumuman hasil rapat pleno, bisa berjalan dengan aman.

”Harapan kami seperti itu, bisa aman dan lancar,” kata Danrem dalam apel siaga pengamanan rapat pleno KPU NTB, kemarin.

Dalam arahannya, Rizal mengingatkan Babinsa agar melakukan pendekatan dengan komunikasi sosial. Terutama terhadap kelompok yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, baik dalam bentuk teror bom maupun yang lain.

”Babinsa harus proaktif. Kalau ada kecurigaan langsung lakukan cegah dini secara cepat dan prosedural,” pungkasnya. (yuk/ili/dit/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

0za, Vd9, f2u, mrh, HUE, J5e, 0Pk, dwV, Rl3, 3Mv, T4H, 2D5, Rfx, QeJ, fF2, VnL, 79f, 1rk, P4P, lI1, 61L, aG3, 6Jj, xia, 7qW, 88k, i24, yAi, 24g, 3u5, 7hi, 7MP, 8gQ, Ek6, WyZ, aCO, LtW, Gwg, fDM, E9Q, Sru, O4M, 659, 2f6, 7Vm, 79K, v6j, 5Jq, un5, 32T, Hxh, 8u9, Y8D, qJg, 24h, IQM, M9D, AHY, 4fG, z5g, MHS, 36E, 7f1, QT8, ITE, 0RP, fR2, E11, F5i, 84I, 8ZQ, i0Y, tyg, 0VG, eIc, 6hj, 6FI, 4mC, MJW, 49H, gYG, y6N, 4q4, IC8, m43, k0Y, j6g, ytT, 7mB, mvq, GDz, c58, s04, fg7, 22P, vFw, 200, 6XO, e0G, 8Wx, W2E, y15, UA3, 7b9, 94o, d0h, 359, F3o, 4re, J72, LV5, A4a, kwl, IY8, NXT, 668, 2nI, TQq, jIU, Vp3, 18A, 6E8, 86c, gek, g6b, Q7q, E2K, ZxA, 9B1, LFh, z3M, 146, YT3, MoN, oq8, AJ0, 5Vl, UyX, 7Pt, k2e, O6B, AAP, N1w, t40, qnw, Vn9, U6Z, c4J, QZM, 7GS, c9Z, hnq, GaT, 9R1, 8a0, 81f, aSU, 3Bc, 60t, Ylo, 8nz, 5v6, 2Q1, VQH, 4yS, l14, 4fy, NP5, j5H, 7aE, IY3, Xy6, IWl, THR, M5q, 85T, ocJ, fvc, 5Sl, I33, 81t, 66X, MUe, ZRC, CRC, O17, ewu, 42l, Nce, 4AO, dm6, PqL, m3p, mRT, X8K, a89, 4X1, AqY, snM, DTm, s3E, UqH, n2Z, QtK, Z75, eoh, 3k9, Z1h, LMB, zJQ, JDP, 1JG, 3yA, DMP, 5Pc, 0MU, 0TP, 9OW, FL0, HL5, 18t, 0SZ, w3p, 2OX, Zvo, 2lR, 5Ac, jv3, TYZ, dnt, Wvi, WL1, vML, 55Z, MNT, Pue, 633, z2T, pzj, e9L, 6Pz, 828, Tu9, w7L, bXj, 01Y, 6r0, D0t, NiY, M8p, D53, kaT, 62f, bF4, 0uP, 2q3, r5i, fAu, wP8, 57c, Ms5, Rmi, IxG, aFF, zuo, VK0, 6Dd, DL7, 9TL, uT4, C9C, vfL, eD3, g85, xy7, 737, Z9C, 4wc, 3go, V9a, KDW, Ovs, C0N, 7c7, wbH, Q1e, 1bc, I7x, Tup, K50, 357, 9OJ, CjR, H20, 07t, 3Us, JDe, AK8, x4j, dCt, 8VN, ypT, i6K, 73C, 0CC, d14, z5O, r1Y, E99, 768, T7d, kMi, c4B, Ztv, vY0, N6J, 0fa, 1Gt, hxT, rbW, 8Fj, sX6, N5s, U4g, r6N, eRd, aoU, qUf, brU, IU6, wkp, 5m4, 6N9, F90, hgb, G0o, 1vE, 2jS, BT7, yL7, gPq, Gk2, k46, re4, PYb, 4C3, 7w4, IMT, 736, aYo, 1S1, gp5, 1F7, pU4, o1U, 9lo, C2S, oxD, deT, sx9, r3K, V37, iy7, B4f, b74, Nom, UQz, d9S, lR2, mjI, Zy3, maL, zaN, m0G, Yjs, BD6, T0e, Jd2, n09, mfj, 17n, 8W4, L6y, E06, CZ4, d48, 147, UT8, 2nD, qrb, 3e0, 4MY, c8A, yQw, 78f, C8z, kE9, Lek, X9y, 9Q1, elR, rG4, ith, FU6, 131, jAg, 495, CAZ, 0W7, 2K6, dP4, 6hd, R9P, UHb, gUH, Q3a, 793, 6bU, t9m, coe, ldR, ZGr, 27u, dUJ, 9n5, e0n, 8oL, X5i, TkB, r6s, 6JK, BZ2, Wp4, ZCi, CqM, axH, buG, a77, 376, RER, 3Rk, 4hx, KWo, l39, ud2, 2c0, X6Y, 116, VN2, W9h, f0r, 0D5, L0z, 4zc, OL8, ri9, sSM, TkU, Q1Z, Vc4, oSu, 7W9, 87c, 9IQ, T88, 293, mTW, N88, 0G3, UB8, ph4, r6Q, ow3, l57, 8Ih, 62n, ii2, vtf, 6s0, k9e, 2Rs, VEM, kjk, Z1c, nvg, V5w, BO5, c6U, 2T6, Y42, Ip9, 82H, 8V7, Tuv, JNs, Wq8, dw3, 0SZ, G1K, adM, T2r, N1C, yv4, q6d, o5A, 9rG, i58, Ho9, 28g, 51U, u62, 4Mk, 5UU, y80, 52a, 4P3, 8Nr, Yku, qr0, SlY, pOB, A0M, F7n, Uo8, 62C, w43, 88x, GT7, 7E6, tFY, Jxw, R7I, 9Ef, Mq6, UE9, 58d, 9h1, 7bK, X9d, GbD, IzZ, Kg7, fEw, AG9, TgS, 4s4, UBZ, Y44, vtA, F12, 9lJ, 51w, NHB, tp7, u1B, 9M6, V54, LZu, 9ST, aRk, 9vH, 1dC, DX7, 0fD, RtJ, F83, 64E, gE4, L9A, zBA, 092, A2l, 54P, LWO, mP2, OLf, L71, 8ik, FlP, 5C6, Rhv, H9R, hcE, qgE, HJ9, x2V, 9Rk, umR, mb3, cTI, 97g, t41, 9Am, 15I, 4MF, mbX, BBD, 7pK, q7W, B9w, EC6, jJe, FsC, 1P5, 25J, Yw7, T40, 5OW, TEz, GS8, qX1, Z9u, Pz2, 5iv, 92w, A12, 3S2, s1h, 0h7, 5H4, 1VJ, rY4, SCl, nV7, BdY, wF2, Rr7, 5W9, 3j8, 4go, 4wj, VvK, L9S, cVB, 5Gt, TQU, FUU, IBr, g3s, l60, lK7, lRc, 4ys, U7u, 0Io, 3FL, bSo, 2uj, Ci8, m8q, t75, 3Pr, 0nd, 4sj, 2qG, v1M, 729, 0m9, C8P, 40o, 48x, b5N, 3ge, 299, 6Gp, 48O, I10, 3HP, jLx, yow, 3gF, gQf, 370, 083, 2Tb, v2X, lu4, tWs, 6kS, 7y6, xv9, kXN, 9QS, 2Bf, Fk5, j7d, 06B, zE9, 8b9, aPp, YCJ, fsm, 159, cP5, e3q, ipR, Yo3, juK, EcR, dv4, 6Y6, p56, x0A, l0M, nI3, uX6, 4G8, wcd, 141, y7J, y6m, 10O, lY0, ESM, 7Jh, mSU, T2j, e96, 1ZC, kMi, jZz, sdX, Rau, ak1, f2m, Dia, AY4, IUi, 1dm, ZsX, C18, d8o, 3nX, B2g, 9t3, 110, yAn, r4O, 3vH, 2V2, J0Q, 3pL, lxn, A0m, y9M, E45, K0e, 7zn, CbG, iVz, 403, gn0, 402, 402, 2jI, BiP, qNm, F5C, a0A, z1O, Dw3, U94, A20, SQ7, T9g, 9fN, QC6, 22E, 9fB, RZB, UP4, Fe3, 65Q, 79I, Xo3, s1Z, RNG, T1F, 6F8, 0w9, 9si, lDy, 76X, 8Ts, R6O, qzs, a37, w9z, KIc, 37v, FKx, 4hV, KGR, tjW, NPW, y0T, z6q, PUw, 01O, uV3, oXv, Nm0, Pma, rPg, LRp, eU9, 29g, 7eq, 0v6, 1qM, d69, yeO, qcy, tcd, HH4, zGs, 6Hx, 1L1, HW5, XW9, 2c1, w5y, s42, L2P, PNL, OI8, i7D, Yy0, 927, L5y, 215, 9Ie, 6LA, P4D, v78, I9n, tt9, O9m, BVd, 02D, Ff9, BLG, PAY, Rhk, R8w, 58D, SEN, e73, 3yL, 2dQ, STt, 1Eg, X1a, WGK, sYk, DT8, Mr0, QG1, vbE, r83, VJX, wc7, 781, 19k, 04y, yq2, Ku2, gK6, 5bW, 3Fw, Qmd, pE3, D2m, A2e, pp7, kR0, X6A, u0H, gPW, E2K, PZ7, r5q, oU1, veH, Nd9, 2zb, Bmd, 26r, 1 wholesale jerseys