Ketik disini

Headline Tanjung

Fasilitas Pendukung di Pelabuhan Bangsal Masih Kurang

Bagikan

TANJUNG-Pelabuhan Bangsal merupakan salah satu pintu masuk dan keluar tiga gili. Namun fasilitas penunjang untuk wisatawan di tempat itu masih kurang. Hal ini dikatakan oleh seorang wisatawan dari Belgia Aurelie, kemarin (10/7).

Dijelaskan, dia dan keluarganya yang baru saja tiba di Pelabuhan bangsal terpaksa harus menggunakan ranselnya sebagai alas untuk duduk. Dia sedang menunggu mobil yang akan membawa mereka ke Sembalun. “Kami baru datang dari Bali. Ya, sejauh ini tidak apa-apa duduk di sini. Tapi akan lebih nyaman kalau ada bangku dan tempat khusus menaruh barang-barang di sekitar sini,” kata Aurelie kepada Lombok Post.

Memang di pinggir pantai, terdapat gazebo. Selain itu ada juga bangku tunggu di kantor penyeberangan. Namun memasuki hari-hari ramai seperti ini, hampir tak ada tempat lagi untuk mereka yang datang dari gili, atau Bali.

Meski begitu turun dari kapal, waktu mereka menunggu tak akan lebih dari 30 menit. Namun bila sedang ramai-ramainya, suasana akan menjadi tidak nyaman. Wisatawan lainnya yang baru saja datang dari Bali bersama Aurelie mengaku cukup lama berdiri dan tak menemukan tempat yang tepat untuk menunggu.

“Saya pikir akan lebih bagus kalau ada tempat duduk di sini,” katanya sembari menunjuk ransel yang bergeletakan di atas pasir.

Selain fasilitas berupa tempat duduk, Aurelie juga menilai tempat bersandar kapal di pelabuhan Bangsal sangat menakutkan. Ia harus melompat cukup tinggi dari kapal ke darmaga. “Selain itu ya sejauh ini nyaman. Mungkin tempat sampahnya kurang ya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB) Sabarudin mengatakan, selama ini bangku tunggu sudah disediakan bagi calon penumpang. Akan tetapi dalam keadaan ramai, ia membenarkan akan kebutuhan tambahan bangku untuk wisatawan.

“Memang dibutuhkan. Ke depan kita ada rencana untuk membuat bangku di pinggir-pinggir pantai,” katanya kepada Lombok Post saat dihubungi via telepon

Saat ini, ada pembangunan sebuah tugu di pelabuhan Bangsal. Pembangunan tugu tersebut terlihat akan semakin  membuat kondisi pelabuhan lebih indah. Akan tetapi tanpa fasilitas kebersihan seperti bak sampah, dan bangku tunggu yang menambah kenyamanan wisatawan, hal tersebut akan menjadikan dampak pembangunan tugu tak terlihat.

“Kalau tugu itu sepertinya program pusat. Bukan kita. Tapi untuk fasilitas penunjang seperti bangku, itu kita anggap penting,” pungkas Sabarudin.

BUTUH TEMPAT DUDUK: Aurelie, wisatawan dari Belgia sedang menunggu jemputan sambil duduk di atas ranselnya di Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Lombok Utara, kemarin (10/7).

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka