Ketik disini

Selong

Kemarau Ancam Petani di Jerowaru

Bagikan

SELONG-Wilayah Kecamatan Jerowaru menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba. Nyaris setiap tahun wilayah ini tidak bisa terhindar dari kasus kekeringan. Baik krisis air bersih maupun krisis air irigasi pertanian.

“Tahun ini kekeringan datang lebih cepat. Itu sudah mulai terjadi di 12 desa,” ungkap Camat Jerowaru Zulkifli.

12 desa yang sudah mulai mengalami kekeringan dijelaskan Zulkifli diantaranya yakni Desa Sekaroh, Seriwe, Kuang Rundun, Ekas Buana, Pemongkong, Pene, Batu Nampar Selatan, Batu Nampar Induk, Pare Mas, Pandan Wangi, Jerowaru dan Wakan.

“Pertanian pun sekarang ikut terdampak. Kami kasihan terhadap petani tembakau untuk irigasi menyiram tanamannya mereka kesulitan. Karena sebagian embung juga sudah kering,” beber Zulkifli.

Sehingga, Zulkifli kini berharap irigasi pertanian dari air Pandanduri bisa segera dimanfaatkan. “Tapi kita juga sadar, debit air Pandanduri tidak bisa dipaksakan. Karena kalau sudah seperti ini, debit airnya di bendungan pasti berkurang,” sambungnya.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, pihak kecamatan dan desa sudah bersurat meminta bantuan kepada BPBD Lotim dan provinsi untuk penyaluran air bersih. Secara bertahap bantuan air bersih juga sudah mulai didistribusikan ke wilayah selatan.

Sementara itu, dari pantauan Lombok Post, para petani mulai memanfaatkan air embung yang tersisa. “Karena kalau tidak disiram tanamannya bisa mati. Ini aja sudah beberapa yang sudah kita sindip (diganti karena sudah mati, Red),” tutur Nirmah salah seorang buruh tani tembakau kepada Lombok Post.

Sejatinya, warga mengaku musim kering memang sangat cocok untuk tembakau. Karena tanaman bahan baku rokok ini justru tidak bisa tumbuh optimal jika kondisi tanah terlalu basah. “Tapi kalau air habis sama sekali, bingung juga kita mau pakai siram dan memberikan pupuknya nanti. Kita hanya bisa berharap air embung cukup untuk persediaan hingga panen daun tembakau nanti,” harapnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka