Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kerudung Saudia Diburu Pelajar

Bagikan

MATARAM-Tahun ajaran baru, tak hanya memberi berkah bagi penjual seragam dan buku tulis, namun juga pada para penjual kerudung. Saking banyaknya permintaan, produsen kerudung mengaku stok di gudang menjadi terbatas. Akibatnya beberapa pesanan belum bisa dipenuhi.

“Sudah seminggu ini stok kita limit, sementara pesanan semakin banyak,” ujar Muhammad Abduh, produsen sekaligus pemilik toko kerudung Helwa cabang Lombok pada Lombok Post, Sabtu (30/6).

Ia menuturkan, sejak memasuki tahun ajaran baru, para pembeli kerudung mulai berdatangan. Bahkan sejumlah penjual kerudung di toko lainnya pun ikut memasok kerudung dari tokonya. Hampir seluruh penjual kerudung di seputaran Bertais Mandalika memasok aneka kerudung dari tokonya.

“Hampir semua toko kerudung di Mandalika ambilnya dari sini karena kita tangan pertama dari pusatnya,” jelasnya.

Produksi kerudung tokonya itu berpusat di Bandung. Ada beragam model, bahan, dan merk berbeda yang ditawarkan. Seperti kerudung instan, kerudung Saudia, kerudung bahan katun, kerudung bahan satin sutra, dan masih banyak lagi ragam lainnya. Tiap pembeli kerudung pun memiliki preferensi masing-masing. Walaupun begitu, ada beberapa jenis kerudung yang menjadi favorit banyak orang.

“Kalau anak sekolahan itu paling banyak beli kerudung Saudia putih, hitam, dan cokelat. Itu yang sedang kosong saat ini,” ungkapnya.

Menurut Abduh, kerudung merek tersebut cepat sekali terjual. Di awal Juni lalu, ia baru mengambil sekitar 25 kodi kerudung itu. Tak sampai dua minggu, koleksi kerudungnya ludes terjual. Saat ini, masih banyak pembeli yang mencari kerudung tersebut. Namun pihaknya belum bisa mendatangkan kerudung tersebut dari pabriknya.

“kita belum tahu kapan akan datang,” pungkasnya.

Ia menambahkan, limitnya stok tidak hanya terjadi di NTB saja. Namun juga di pusat pembuatan kerudung tersebut, yakni di Bandung. Stok yang disediakan di pabriknya itu tidak banyak. Ia sendiri mengaku tidak tahu penyebab limitnya stok tersebut.

“Stok di sana memang sedikit dan belum bisa didatangkan lagi kemari,” tandasnya. (fer/r3)

Komentar

Komentar