Ketik disini

Tanjung

LUCW: Soal Izin, Pemkab Harus Tegas

Bagikan

TANJUNG- Lombok Utara Corruption Watch (LUCW) ikut menyoroti ketidaktegasan Pemkab Lombok Utara dalam hal perizinan dan pengawasan di Gili Trawangan. LUCW melihat pemkab tidak benar-benar serius menangani persoalan perizinan di kawasan pariwisata tersebut. Hal ini terbukti masih ditemukannya pengusaha yang sudah membangun meskipun belum mengantongi izin.

”Inilah salah satu tidak tegasnya pemkab dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap persoalan izin,” ujarnya Direktur LUCW Tarpiin Adam, kemarin (24/7).

Ditambahkan Adam, berdasarkan data yang dimiliki, banyak sekali unit usaha dan kegiatan yang dikomersilkan di Lombok Utara tidak berizin. Meskipun data ini disodorkan ke pemerintah, pihaknya pesimis akan ditindaklanjuti karena ketegasan pemkab sangat kurang.

 Menurut Adam, jika persoalan perizinan ini dibiarkan terus menerus apalagi di kawasan pariwisata tentu akan merugikan daerah. Secara otomatis tanpa memiliki izin maka serapan pendapatan asli daerah (PAD) akan rendah. ”Ini akan merugikan daerah dan menguntungkan oknum,” tandasnya.

Lebih lanjut, Adam berharap, pemerintah bisa bersikap tegas soal perizinan ini. Pihaknya mendukung pemkab yang terbuka dengan investor. Namun jika investor tidak mengikuti aturan daerah maka itu akan merugikan pemkab. ”Mau untung malah buntung,” cetusnya.

Untuk itulah dia berharap pemkab tegas. Apalagi Gili Trawangan menjadi salah satu lokasi yang banyak diincar investor. Jika satu perusahaan dibiarkan membangun tapi belum memiliki izin, dikhawatirkan akan diikuti perusahaan lain. ”Tindak tegas yang belum punya izin tapi sudah membangun. Kami yakin masih banyak investor lain yang mau berinvestasi di tiga gili,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu investor yang belum berizin namun sudah membangun di Gili Trawangan adalah Hotel Nero North. Bahkan, pemkab sudah menyegel supaya investor tidak beraktivitas. Namun penyegelan itu tidak digubris oleh investor. Akan tetapi belum ada langkah lanjutan dari pemkab setelah penyegelan tak digubris investor. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka