Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Pelemahan Rupiah Harus Dimanfaatkan

Bagikan

MATARAM-Mata uang rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika. Hal ini dinilai akan memberikan efek dua sisi bagi pengusaha.

Ikatan Asosiasi Bisnis Indonesia (IABI) menyatakan pelemahan rupiah ini akan sangat menguntungkan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang orientasi ekspor. Sebab itu IABI mengimbau semua UKM orientasi ekspor memanfaatkan momen ini.

“Harus bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan lebih,” ujar pengurus IABI Eko Widodo pada Lombok Post, belum lama ini.

Ia menuturkan, pelemahan rupiah akan merugikan pengusaha yang mengimpor bahan baku. Sebab harga bahan baku menjadi lebih mahal dari sebelumnya. “Bagi yang mengimpor ini bisa jadi bencana,” sambungnya.

Ia mencontohkan seperti bengkel motor yang mendatangkan suku cadang dari luar negeri. Hal ini tentu akan berdampak pada harga yang juga akan ikut naik.

Namun pelemahan rupiah tersebut akan menguntungkan bagi eksportir. Peluang untungnya sangat tinggi mengingat harga menjadi lebih kompetitif. Importir barang dari Indonesia akan merasa harga beli yang sebelumnya mahal menjadi lebih lebih murah.

“Mereka akan merasa barang di Indonesia lebih murah,” sambungnya.

Eko mengatakan, semua eksportir di NTB pun harus bisa menangkap peluang ini. Mereka tidak hanya mengirim produknya ke luar NTB seperti Pulau Jawa dan lainnya. Namun juga melakukan pengiriman ke luar negeri. Pengusaha harus bisa menemukan pasar di luar negeri.

“Sebab ini momennya temporer,” katanya.

Seperti hasil kerajinan khas yang dimiliki NTB. Itu akan menjadi peluang besar mengingat akan ada banyak permintaan. Harga yang lebih murah akan membuat pembeli dari luar negeri tertarik untuk membeli dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya.

“Karena harganya lebih murah,” ungkapnya.

Selain pengusaha UKM, pelemahan rupiah juga memberikan keuntungan bagi pengusaha di sektor wisata. Kunjungan akan semakin meningkat. Hal ini mengingat harga tiket pesawat menuju NTB akan lebih murah. Wisatawan asing akan sangat senang mendatangi destinasi wisata dengan biaya yang lebih efisien dan murah.

“Yang tadinya mau ke Singapura malah jadi ke Lombok,” pungkasnya.

Namun pelemahan rupiah diakuinya bersifat temporer. Artinya gejolak yang ditimbulkan akan naik turun. Hal ini disebabkan karena kebijakan bank sentral di Amerika yang menaikkan suku bunga acuan. Investor yang memiliki saham di Indonesia menarik kembali sahamnya ke Amerika.

“Sekarang yang harus dilakukan pelaku usaha harus efisien dan kreatif agar bisa bertahan,” tandasnya. (fer/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka