Ketik disini

Selong

SMAN 1 Selong Siapkan Telepon Gratis

Bagikan

SELONG-Tidak diperbolehkannya siswa membawa telepon genggam ke sekolah masih menjadi salah satu tata tertib utama yang harus dipatuhi siswa. Hanya saja, dibutuhkan pertimbangan atas tata tertib tersebut pada saat pihak sekolah menjalankannya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Selong Wirawan mengatakan, pihaknya sampai saat ini tetap menjalankan surat edaran gubernur tentang pelarangan siswa membawa handpone tersebut. “Dengan ketentuan ini kita tidak ada alasan untuk tidak menegakkan itu,” kata Wirawan kepada Lombok Post, (24/7) kemarin.

Karena itu, Wirawan mengatakan, pihak sekolah sudah menyediakan alat komunikasi berupa telepon genggam untuk siswa. Salah satunya jika ingin menghubungi orang tua atau keluarganya untuk meminta jemputan pulang. Siswa diperbolehkan membawa handpone apabila ada permintaan khusus dari guru mata pelajaran tertentu yang membutuhkannya.

Sementara untuk laptop dan kamera,  menurut dia tidak masalah. “Tapi tidak semua. Hanya untuk beberapa siswa dengan kebutuhan tertentu seperti anak-anak OSIS, multimedia, dan yang bersangkutan lainnya,”  terang Wirawan.

Selama ini, telepon pintar yang dibawa siswa ke sekolah dirasa mengganggu proses belajar mengajar dalam kelas. Bukannya belajar, banyak laporan dari guru mengenai siswa yang malah sibuk main media sosial dari pada memperhatikan guru di depan kelas.

“Beberapa dampak negatif handpone yang dibawa siswa selama ini sangat kami rasakan. Jadi larangan ini tetap kami berlakukan,” kata

Wirawan sendiri mengakui masih adanya siswa yang diam-diam membawa telepon genggam ke sekolah. Sepengetahuannya, siswa menaruh telepon pintar mereka dalam jok motor.

“Sebenarnya bisa mereka bawa dan titip di resepsionis. Jadi tidak menjadi masalah baru ketika siswa mengalami kehilangan,” tuturnya.

Selain mengimbau siswa untuk menitip telepon pintar mereka di resepsionis, dalam rangka penertiban tersebut pihaknya juga sesekali akan melakukan razia. Bagi yang kedapatan, maka telepon genggam akan disita dan pihak sekolah segera menghubungi sekolah.

Kepala SMAN 1 Selong Ir H Masruri mengatakan, tahun ajaran baru ini pihaknya masih memberlakukan semua tata tertib yang berlaku dari tahun ajaran sebelumnya. Hanya saja ada penambahan. “Kita berikan skor untuk setiap pelanggaran. Untuk skor tertinggi, sanksinya sampai dikeluarkan,” kata Masruri. (tih/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka