Ketik disini

Politika

Isi Curahan Hati Ahyar Abduh : Legawa, Dukung Zul, Doakan Mori

Bagikan

MATARAM– TGH Ahyar Abduh berlapang dada menerima hasil pilgub yang sudah ditetapkan KPU NTB. Kemarin, sehari pascapenetapan Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, ia bahkan langsung mengucap selamat atas kemenangan lawan politiknya

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan pada KPU dan Bawaslu NTB selaku  penyelenggara, termasuk pada jajaran terkait yang sudah menjalankan tugasnya.

“Tak ada yang berjalan sempurna, ada hal-hal, masalah-masalah, temuan-temuan, tapi saya sepakat dengan tim tak mempermasalahkan hal seperti itu,” ucapnya didampingi sejumlah pihak yang selama ini berjuang bersamanya.

Itulah mengapa ketika ada ruang gugatan, ia tak melakukannya. Salah satu pertimbangannya lantaran masyarakat sudah lelah. Hampir satu tahun ia menjadi bagian yang turut menyibukkan masyarakat dengan urusan politik.

“Alhamdulillah kami bangga dengan masyarakat NTB yang sudah menyukseskan pilgub dengan aman, baik, dan lancar,” katanya

Sikap legawa itu juga ditunjukkan dengan tidak mencari-cari kambing hitam dalam internal tim. Ahyar yang berpasangan dengan H Mori Hanafi memang sempat sangat dijagokan. Betapa tidak, mereka menjadi paket dengan dukungan partai terbesar. Bergerak paling awal, sangat masif, bahkan disebut-sebut dengan kucuran dana terbesar. Alih-alih melakukan koreksi besar-besaran, pria asli Dasan Agung itu memilih melakukan introspeksi diri. Dia sadar, sebagai manusia biasa tak lepas dari kekurangan.

“Kepada seluruh tim agar kita semua menerima seluruh proses, jangan ada yang saling menyalahkan,” katanya.

Sebagai orang yang dicalonkan ia mengatakan semua salah, khilaf, dan kurang kembali pada dirinya. Itu adalah pelajaran berharga untuk bisa diperbaiki kedepan.

“Jalinan silaturahmi jangan sampai putus ya,” pesannya pada seluruh tim yang sudah berjuang bersamanya.
“Yakinlah semua ihtiar adalah bagian dari amal ibadah kita pada Allah,” ucap sang tuan guru

Wali kota Mataram dua periode itu meyakini tak ada yang sia-sia. Semua hal pasti ada manfaat dan hikmahnya. Termasuk perjuangnnya, kendati masih kalah. Ia menyebut itu sebagai bagian dari usaha mencari rida Allah. “Dan itulah ketetapan takdir Allah yang harus kita terima,” ucapnya.

Ke depan NTB harus lebih baik dan maju. Karenanya, ia menegaskan Zul dan Rohmi harus didukung, mereka tentu tak bisa bekerja sendiri. Bahkan jika ada program yang telah disampaikannya bisa diambil, Ahyar mempersilakan.

“Mana yang baik untuk diadopsi, silakan saja,” ucapnya.

Ditanya langkah politiknya kedepan, ia menjawab diplomatis. “Jangan biarkan matahari tenggelam tanpa makna,” katanya

Sebagai politisi yang sudah bergelut sejak tahun 1994, harapan dan peluang ditegaskan selalu ada. Namun ia harus realistis, ternyata hari ini tak ke mana-mana. Karena itu ia memilih tetap melaksanakan sungguh-sungguh amanat rakyat sebagai wali kota. “Ke depan belum kita pikirkan itu,” katanya.

Dia bahkan sudah melakukan pertemuan dengan Zul. Bertajuk silaturahmi biasa, dikatakannya tak ada hal yang berat yang mereka bahas. “Ringan saja,” ujarnya

Sharing program, sampaikan kondisi Mataram yang butuh dukungan provinsi dan pusat sudah dilakukan. Termasuk juga menyampaikan gambaran NTB sesuai pengamatannya. “Beliau apresiasi dan tentu akan terus bekerja sama,  apalagi posisi saya masih wali kota,” katanya.

Terakhir, kepada H Mori Hanafi, rekan duetnya mengarungi kompetisi, ia juga menitip pesan. Menurutnya politisi muda dengan pemikiran jauh ke depan seperti Mori wajib terus didukung. Karenanya, usai momen pilkada, ia termasuk orang yang sangat setuju dengan langkah Mori kembali mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif. “Saya ikut mendorong dan beri dukungan,” ucapnya.

Tak lupa, ia mengirim doa terbaik untuk Mori agar sukses dalam karirnya ke depan. “Mari melangkah maju, bersama membangun NTB,” pungkasnya. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka