Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

KFC Tak Terpengaruh Mahalnya Daging Ayam

Bagikan

MATARAM-Sepekan terakhir harga daging ayam boiler (ayam potong) terus merangkak naik. Akibatnya sejumlah restoran dan rumah makan tutup, bahkan mengurangi ukuran daging ayam.

Namun tidak halnya dengan KFC. Meski saat ini harga ayam mencapai Rp 80 ribu per kilogramnya, KFC tidak begitu khawatir.

“Kita tidak terkena dampak walaupun harga daging ayam mahal. Karena di pusat sudah ada sistem kontrak dengan penyuplai ayam,” ujar Area Manager Operation KFC Muhammad Ariansyah kepada Lombok Post, kemarin (25/7)

Ia mengaku hingga saat ini, tidak ada pengurangan stok ayam untuk gerai KFC NTB. Bahkan justru bertambah. Ia mengungkapkan, enam gerai KFC di NTB, pasokan ayam yang masuk tetap sama.  Yaitu satu truk tronton, atau sekitar 5 ton per 15 hari.

“Tidak ada yang dikurangi, malah permintaan meningkat,” tutur Ari.

Ia menyebutkan target pendapatan sudah ditentukan dari perusahaan pusat. Namun pada pertengahan tahun ini pihaknya sudah bisa memenuhi 65 persen dari target yang ditetapkan.  Ia yakin di sisa 6 bulan ke depan, pihaknya mampu memenuhi target tersebut.

Untuk mengejar target tersebut, Ari mengaku, pelayanan yang diberikan KFC akan terus di tingkatkan. Karena menurutnya customer yang datang ke KFC bukan hanya ingin membeli makanan, tapi juga membeli pelayan atau servis yang diberikan KFC.

“Pelayanan yang utama. Sekarang gampang mau beli daging ayam, ada dimana-mana,” tandasnya. (fer/r3)

Komentar

Komentar