Ketik disini

Headline Metropolis

Nasdem NTB Dukung TGB Cawapres Jokowi

Bagikan

MATARAM-Baru saja melepas statusnya sebagai kader Demokrat, TGB HM Zainul Majdi kini sudah mendulang dukungan politik penting di pentas nasional. DPD Partai Nasdem NTB, kemarin, secara resmi menyatakan dukungannya agar TGB menjadi Cawapres Joko Widodo.

”Secara resmi hari ini, kami mendukung beliau,” kata Ketua DPD Partai Nasdem NTB H Muhammad Amin, kemarin (25/7).

Dukungan itu selanjutnya akan dibawa ke DPP Nasdem di Jakarta. Harapannya, TGB benar-benar akan diakomodir partai besutan Surya Paloh itu untuk dicalonkan sebagai wakil presiden.

”Karena Nasdem sudah mendukung Jokowi, maka TGB didorong sebagai wakilnya,” tegas Amin.

Kesepakatan itu dicapai setelah Nasdem NTB menggelar pertemuan lengkap para petinggi hari itu juga. Sesuai konstitusi kata Amin, capres harus didaftarkan dengan cawapres dalam satu paket. Mengikuti dinamika yang ada, maka Nasdem NTB mengusulkan pada DPP agar TGB diperjuangkan menjadi cawapres dampingi Jokowi.

”Saya sendiri yang akan menyerahkan surat ini pada Pak Surya,” katanya memastikan surat dukungan itu segera diterima.

                Mengapa TGB? Pria asal Sumbawa itu mengatakan banyak alasan melatarbelakanginya. Antara lain gubernur penghafal Alquran itu telah terbukti dua periode memimpin dengan baik. Prestasinya, mampu membawa NTB maju dalam banyak sektor pembangunan. Dia lantas mempersilakan menengok data statistik.

”Banyak capaian beliau itu,” sanjungnya.

                TGB yang juga seorang ulama kharismatik lanjut Amin telah mendapat pengakuan rakyat Indonesia. Berbagai tempat ia diundang dakwah, dan diterima berbagai pihak. Bahkan daerah-daerah yang dikunjungi juga mendukungnya sebagai cawapres.

”Jika daerah lain saja mendukung, maka relevan daerah ini juga dukung dia,” tegasnya.

                Benar, penduduk NTB hanya beberapa juta saja. Namun TGB yakinnya lebih dari itu. Ia adalah representasi kawasan timur. Sebagai Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia, TGB juga sangat diterima kalangan Islam secara keseluruhan. Tidak itu saja, Amin meyakini para tokoh, aktivis, akademisi, hingga rakyat jelata berbagai latar belakang akan mendukung dia.

”Ini sejumlah alasan, TGB pantas dan layak diperjuangkan,” tegasnya.

                Nasdem lanjutnya, meruakan partai terbuka dan modern yang mementingkan NKRI. Mereka senantiasa selalu ingin perubahan sesuai visi dan misi restorasi. Sementara TGB dianggap idealis dan progresif, sehingga sangat sejalan dengan semangat gerakan perubahan Nasdem.

                Terkait kabar yang menyatakan TGB selangkah lagi bergabung dengan Nasdem, Amin enggan memberi kepastian. Namun jika benar seperti itu, maka ia pasti diberikan jabatan yang layak dan strategis sesuai kaasitasnya. Itu menjadi jawaban atas selentingan TGB berpeluang menjadi sekjen partai.

”Tapi tanpa masuk Nasdem sekalipun, sangat bisa diusulkan partai ini,” tegasnya.

                Pembahasan resmi dengan pusat memang belum dilakukan. Tetapi. Surya Paloh menurut Amin sudah lama memantau gerak-gerik TGB. Partai bahkan secara khusus satu setengah tahun belakangan melakukan kajian mendalam mengenai sosok jebolan Mesir itu. ”Dia salah satu tokoh di Indonesia yang dibanggakan Surya Paloh,” tegas Amin.

                Terbukti, dalam sebuah acara DPP belum lama ini, TGB menjadi salah satu undangan kehormatan. Tak banyak tokoh yang mendapat tempat seerti itu. Ia seolah ingin menjelaskan bahwa hubungan TGB dan Nasdem makin mesra. ”Nasdem tak harus kader, siapapun yang punya kapasitas, kapabilitas dan kemampuan,” katanya kembali menegaskan partainya lebih mengedepankan azas kemanfaatan.

                Memastikan usulannya itu diterima, Nasdem NTB dipastikan akan menggalan dukungan. Dimulai dari kawasan Indonesia bagian timur, Nasdem NTB juga akan bergerak menuju berbagai penjuru negeri. ”Nama tokoh lain kami belum dengar,” katanya menegaskan TGB sangat mungkin keluar sebagai pemenang kontestasi perebutan posisi cawapres Jokowi.

Balada Demokrat

Sementara itu, terkait dengan mundurnya TGB dari Partai Demokrat, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Andi Timo Pangeran yang kemarin hadir di Mataram dalam acara internal partai enggan menanggapi. Ia menolak memberi penjelasan terperinci dan lebih memilih bungkam saat coba dikorek keternagannya terkait dinamika dalam internal partai.

”Datang dan pergi itu dinamika yang terjadi, jadi itu wajar-wajar saja,” katanya.

Fenomena seperti ini disebut bagian dari sebuah dinamika politik. Politik katanya juga tidak dapat dihitung secara matematis.

Sementara itu, dalam acara Rakorda Demokrat, Ketua Demokrat NTB TGH Mahally Fikri tampak tak ambil pusing mengenai tanggapan publik saat ini yang menilai partainya tengah oleng.

”Jika ada yang mengibaratkan DPD Demokrat NTB seperti kapal oleng, maka saya harap kita semua dapat mengembalikan keseimbangan itu,” katanya.

                Sehingga nantinya dapat sekaligus menepis anggapan publik yang mengatakan partai akan karam. Dalam penuturannya ia juga menyindir beberapa kader yang hengkang dari Demokrat. Hengkangnya mereka diibaratkan seseorang yang hilang setelah bersinar. ”Hal seperti itu tidak akan dilakukan oleh seorang patriot, tapi perilaku itu tega dilakukan orang yang tidak punya budi dan tidak punya rasa,” tukasnya.

                Tak dipungkiri, sebagian kader merasa kecewa dan sedih atas hengkangnya kader lain. Namun itu sepatutnya tak menjadi halangan. Karenanya dia tetap optimis dapat maju dan mengembalikan eksistensi partai di publik. Datang dan pergi dalam sebuah partai ditegaskan merupakan hal biasa. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan. ”Orang Demokrat boleh berganti tapi partai tidak boleh mati,” tuturnya.

                ”Kita sudah lelah memenangkan kader yang tidak punya komitmen,” tegasnya dengan nada menyindir. Ia juga mengatakan, eksodus yang dibicarakan akhir-akhir ini sama sekali tidak benar. Karena kader yang pindah hanya sekian persen dari jumlah kader total yang mencapai 167 orang. ”Eksodus itu berlebihan, yang pindah hanya nol koma sekian dari 167,” tuturnya.

                Namun demikian, dirinya tetap memberikan ucapan terima kasih pada kader-kader yang hengkang. Semua merupakan keputusan dan hak yang dimiliki. Selaku ketua, ia turut berdoa untuk kelangsungan hidup baru mantan kadernya. (yuk/cr-eya/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka