Ketik disini

Tanjung

Pol PP Sterilkan Pintu Masuk Pasar Tanjung

Bagikan

TANJUNG-Satpol PP dan Damkar Lombok Utara bersama Bapenda menata keberadaan pedagang di Pasar Tanjung, kemarin (25/7). Penataan dilakukan terhadap pedagang yang berjualan tidak di lapak yang disiapkan.

 Kepala Satpol PP dan Damkar Lombok Utara melalui Kasi Tibum Tranmas I Nengah Suandra mengungkapkan, penataan dilakukan terhadap pedagang yang berjualan di pintu masuk pasar sebelah timur dan barat. ”2017 sempat ditata, tapi karena yang mengawasi hanya mandor akhirnya pedagang kucing-kucingan dan menempati lokasi di pintu masuk dan keluar pasar,” ujarnya, kemarin.

Penataan dilakukan karena keberadaan pedagang di pintu masuk dan keluar pasar ini sudah sangat padat. Ini menyebabkan jalur masuk kendaraan ke pasar untuk membawa barang terhalangi. ”Dagangan penjual ini sudah menjorok ke tengah sehingga kita tata,” tandasnya.

Pedagang yang menempati pintu masuk dan keluar ini kemudian diminta pindah ke lapak yang sudah disiapkan di dalam pasar. Karena rata-rata pedagang yang berada di pintu masuk dan keluar ini sudah memiliki lapak di dalam areal pasar.

Selain pedagang lama yang pindah ke areal pintu masuk dan keluar pasar, banyak ditemukan juga pedagang musiman yang berjualan. ”Mereka ini berjualan di depan pasar, ini juga kita pindahkan ke belakang pasar karena masih banyak lapak kosong,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang Inaq Sabri mengatakan, dirinya memilih berjualan di depan dengan alasan pembeli jarang yang mendatangi bagian belakang pasar. ”Meskipun pedagang sudah memiliki lapak, tapi sepi karena jarang yang ke belakang,” cetusnya.

Terpisah, Kasubid PAD Bapenda Lombok Utara H Supriadi menjelaskan, penataan pernah dilakukan 2015 lalu dan situasi pasar tetap nyaman. Setelah ada perluasan los pasar Tanjung ke bagian belakang, pedagang ini ditempatkan di los tersebut. ”Tapi setelah kita monev awal bulan lalu pedagang ini kembali menempati lorong-lorong pintu masuk ke pasar,” ungkapnya.

Akibat pindahnya pedagang ke bagian depan pasar dan menempati lorong-lorong pintu masuk, pasar terkesan kumuh dan masyarakat tidak bisa leluasa keluar masuk pasar. ”Untuk itulah kita lakukan penataan dan pengaturan kembali tadi pagi,” katanya.

Supriadi menjelaskan, pedagang yang ditata ini didominasi pedagang ayam, ikan, dan sayur-sayuran. Untuk pedagang ayam, daging, dan ikan sudah disiapkan lapak di los baru yang dibangun pemda di bagian belakang pasar Tanjung. Sehingga mereka dikembalikan ke tempat yang sudah disediakan.

”Ini agar pengunjung bisa mengakses seluruh pedagang yang ada di bagian depan, tengah dan belakang pasar. Pemerataan pelayanan,” paparnya.

 Lebih lanjut, Supriadi mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penataan di pasar-pasar tradisional lainnya. ”Kesadaran pedagang masih rendah. Kami inginnya pasar tradisional ini selain untuk transaksi jual beli juga bisa menjadi spot yang bisa dikunjungi wisatawan,” pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka