Ketik disini

Giri Menang

Alhamdulillah, Gelombang Mulai Tenang

Bagikan

SELONG-Gelombang laut yang sempat menyebabkan banjir rob di beberapa titik di wilayah Lombok Barat (Lobar), kemarin mulai tenang. Meskipun gelombang sewaktu-waktu masih tinggi, namun tidak separah yang terjadi sehari sebelumnya. Yakni Rabu (25/7) lalu.

“Ada air naik jam 8.00 Wita tadi. Cuma tidak terlalu besar,” tutur Talif, warga Desa Taman Ayu kepada Lombok Post.

Dengan kondisi gelombang yang relatif stabil, warga Desa Taman Ayu mulai membersihkan rumah mereka. Genangan air yang semula masuk ke pemukiman warga hingga lutut sudah mulai surut. Sehingga warga yang semula mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Hanya satu rumah yang tidak bisa ditempati lagi. Rumah tersebut rusak parah dihantam banjir rob karena lokasinya terlalu berdekatan dengan bibir pantai. “Kalau ombaknya seperti ini, kami tidak berani tinggal di sini lagi. Mau negungsi ke rumah keluarga saja biar aman,” kata Nasrullah, pemilik rumah yang roboh diterjang gelombang.

Ditambah, seisi rumah sudah tertimbun pasir pantai yang membuat pemiliknya tak bisa menempati rumah itu lagi. “Mau tidak mau ya harus pindah,” lanjutnya.

Warga mengaku kondisi gelombang tinggi seperti yang terjadi saat ini adalah musiman. Biasa mereka alami ketika pertengahan dan akhir tahun. Namun warga mengaku baru kali ini gelombang yang terjadi separah ini. Sehingga, warga meminta agar pemerintah mau membuatkan mereka alat pemecah gelombang. “Sudah kami usulkan, tapi yang dibangun adalah penahan pasir, bukan pemecah gelombang,” tutur Lalu Ahmad.

Sementara itu, Dandim 1606 Lombok Barat Letkol Czi Djoko Rahmanto kemarin juga menyambangi pemukiman para nelayan Desa Taman Ayu. Ia mengaku prihatin dengan apa yang dialami para nelayan. Sehingga ia mengerahkan pasukan untuk sebisa mungkin membantu warga.

“Kalau untuk ini memang dekat dengan bibir pantai. Jadi harus relokasi,” pintanya merujuk rumah yang sudah rusak parah.

Meskipun sejak awal warga memang sudah menempati rumah tersebut. Namun akibat abrasi, air laut semakin dekat dengan rumah warga. Sehingga ini menurutnya sangat berisiko jika warga tetap bersikeras menempatinya. “Khawatirnya nanti akan datang ombak yang lebih besar lagi,” ucapnya.

Sehingga, pihak Kodim Lobar mengaku akan membicarakan ini dengan instansi terkait. Dari camat hingga bupati. Agar ada solusi relokasi bagi masyarakat yang terkena dampak langsung gelombang tinggi. (ton/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka