Ketik disini

Giri Menang

Bosan Jadi Pelayan, Maunya Jadi Wakil Rakyat

Bagikan

GIRI MENANG-Empat kepala desa di Lombok Barat sepertinya sudah bosan menjadi pelayan masyarakat. Buktinya, mereka rela meninggalkan jabatannya sebagai pemimpin tertinggi di desa untuk bertarung memperebutkan kursi wakil rakyat (DPRD Lobar).

Empat kades ini bahkan sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Sebagai salah satu syarat untuk mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif.

“Sejauh ini ada empat kepala desa yang sudah kami terima surat pengunduran dirinya. Kepala Desa Midang, Kepala Desa Sedau, Kepala Desa Saribaye, dan Kepala Desa Langko,” ungkap Kepala Dinas PMD Lombok Barat, Lalu Edy Sadikin ditemui di ruang kerjanya kemarin (26/7).

Sesuai aturan yang disyaratkan KPU Lobar, para Kades memang harus mundur dari jabatannya jika ingin maju di Bursa Pileg 2019. Posisinya sama seperti pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga ingin mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Setelah adanya surat pengajuan untuk mengundurkan diri, saat ini pihak Dinas PMD mengaku langsung memproses pengunduran diri tersebut.

Ditanya apakah para Kades bisa kembali menjabat jika gagal terpilih atau ditetapkan menjadi calon nanti, Edy mengaku harus menelaah aturan terlebih dulu. “Mereka kan baru mengajukan makanya kami sedang proses dan telaah. Yang jelas Kades harus tunduk pada aturan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri menegaskan, Kades yang mencalonkan diri sebagai Caleg 2019 mendatang harus mengundurkan diri secara permanen. Itu setelah mereka masuk sebagai Daftar Calon Sementara (DCS) 8 Agustus mendatang. “Nggak bisa mereka menjabat sebagai Kades lagi. Karena sebelum ditentukan DCT, mereka (Kades, Red) sudah harus menunjukkan surat pemberhentian,” terangnya. (ton/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka