Ketik disini

Headline Tanjung

Pemdes Komersilkan Ambulans Desa

Bagikan

TANJUNG-Pemkab Lombok Utara sudah menyiapkan ambulans di tiap desa. Namun masih saja ada masyarakat tidak mampu yang kesulitan mengakses sarana tersebut karena terkendala biaya.

Seperti yang dialami Nursadi asal Dusun Jelitong, Desa Rempek, Gangga. Pria yang menderita kelumpuhan ini harus membayar biaya ambulans desa sebesar Rp 100 ribu untuk dibawa ke RSUD Tanjung, kemarin (26/7). Beruntung Polres Lombok Utara melalui Bhabinkamtibmas cepat tanggap yang langsung turun tangan dan mengantar Nursadi menggunakan ambulans kepolisian.

 ”Melihat keadaan saudara saya, polisi tadi malam ke rumah dan menyarankan dibawa ke RSUD,” ujar salah seorang keluarga pasien Radito, kepada wartawan saat ditemui di RSUD Tanjung, kemarin (26/7).

Ditambahkan Radito, kondisi keluarganya memang tidak mampu. Sehingga tidak bisa membayar biaya untuk ambulans tersebut. Bahkan untuk mengantar ke Puskesmas Gangga pernah dimintai Rp 100 ribu juga.

 Lebih lanjut, Radito menjelaskan, Nursadi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini mulai sakit sejak terjatuh dari pohon kelapa, 10 bulan yang lalu. Saat itu kakaknya tersebut menderita patah tulang di bagian pinggul dan luka di kaki. Nursadi pun sempat dibawa ke pengobatan alternatif di Lendang Berora dan dirawat namun tidak juga sembuh.

Sebulan dirawat di pengobatan alternatif, akhirnya Nursadi dibawa pulang kembali karena keluarga kekurangan biaya. ”Sudah pernah juga dibawa ke rumah sakit lima kali. Dua kali dirujuk ke Mataram,” katanya.

Pantauan koran ini, kondisi Nursadi saat ini cukup memprihatinkan. Tubuhnya kurus, tulang-tulangnya tampak jelas terbalut kulit.

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka