Ketik disini

Giri Menang

Pemkab Lobar Gagah Percek

Bagikan

GIRI MENANG-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar) mendesak eksekutif untuk menjual aset yang ada di Mataram. Karena keberadaan aset tersebut selama ini dinilai mubazir.

“Kita minta pada Pemkab Lobar aset yang ada di Mataram itu dijual dan dihapuskan,” ungkap anggota Komisi II DPRD Lobar H Ahmad Zainuri.

Zainuri beralasan, keberadaan aset tersebut akan lebih menguntungkan jika dijual dengan pola tender terbuka atau pun personal. “Lokasinya di 37 titik. Luasnya bervariasi,” katanya.

Mulai dari lima are hingga 20 are. Dengan harga yang terbilang cukup mahal melihat harga lahan di Kota Mataram saat ini. “Kalau dijual, hitungan kami itu niainya sekitar Rp 37 miliar,” beber anggota DPRD Lobar dari PKPI tersebut.

Dengan hasil penjualan tersebut, diharapkan bisa dimasukkan sebagai penyertaan modal ke Bank NTB. Sehingga dari uang penyertaan modal tersebut, Pemkab Lobar bisa mendapatkan dividen yang lebih besar dari Bank NTB.

“Uang inilah yang nanti akan digunakan untuk membangun gedung, membangun jalan atau infrastruktur. Ketimbang seperti saat ini, kan mubazir. Kita punya tanah tidak dimanfaatkan,” ucapnya.

Pemkab Lobar dikatakan Zainuri Gagah Percek (sok gaya tapi tak punya modal). Punya lahan tapi tak bisa dimanfaatkan. Sehingga ini yang mendorong pihak legislatif di DPRD Lotim berharap eksekutif mau menjual aset tersebut.

“Dengan nilai sekitar Rp 37 miliar itu, kalau kita masukkan ke Bank NTB minimal kita dapat dividen dari Bank NTB Rp 16 miliar per tahun,” urainya.

Itu artinya, lanjut Zainuri, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar akan semakin besar. “Kalau seperti saat ini, mau bangun kantor kan tidak bisa di Mataram. Kalau lahan yang ada di Lobar tidak perlu kita apa-apakan. Kita jual yang ada di Mataram saja” tandasnya. (ton/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka