Ketik disini

Praya

Guru Wajib Bentengi Siswa dengan Iman

Bagikan

PRAYA-Tahun ini, para kepala sekolah di Lombok Tengah punya tugas tambahan. Di tangan para guru, harus dipastikan seluruh siswa di sekolah Loteng harus menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti luhur, menjaga kesopanan, memperkuat keimanan dan ketakwaan, termasuk menyaring kemajuan pariwisata, globalisasi, modernisasi dan teknologi informasi.

“Karena 2020 mendatang, Loteng akan menjadi salah satu kiblat pariwisata dunia,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Loteng H Sumum, kemarin (26/7). Dia mengumpulkan para kepala sekolah untuk menyampaikan arahan terkait tugas tambahan tersebut. Mereka yang dikumpulkan adalah kepala sekolah SMP.

Sumum menjelaskan, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika akan beroperasi pada 2020. Belum lagi di sana akan dibangun sirkuit MotoGP. Sehingga, tidak bisa dibayangkan berapa wisatawan yang datang.

“Jadi, dari sekarang kita harus mempersiapkan benteng untuk anak didik kita,” serunya.

Kalau tidak, diakui Sumum, dia khawatir generasi penerus akan tenggelam pengaruh zaman. Apalagi wisatawan yang datang, akan membawa tradisi dan budayanya masing-masing.

Para Kasek harus menyampaikan hal ini kepada guru-guru di sekolah. Tahun ini harus diterapkan,” tandas dia.

Ia menekankan, tugas tambahan ini tidak boleh ditunda-tunda lagi. Ia berharap, lembaga pendidikan bekerja sama dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan aparatur pemerintah desa. Dengan begitu, benteng yang disiapkan berlapis-lapis.

“Ini pesan Bapak Bupati, untuk kita semua,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Deputi Project Direktor KEK Mandalika Adi Sujono Prawoto mengatakan, KEK Mandalika saat ini sudah kebanjiran wisatawan. Tak cuma wisatawan Nusantara. Melainkan wisatawan mancanegara pula. Seiring rampungnya sejumlah fasilitas kelas internasional di KEK Mandalika, dia yakin, angka kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

Kelak, KEK Mandalika sendiri memang ditargetkan bisa mendatangka sedikitnya dua juta wisatawan asing dalam setahun. Investasi untuk pengembangan kawasan sendiri diperkirakan akan menelan dana sedikitnya Rp 27 triliun. (dss/r8)

-Tahun ini, para kepala sekolah di Lombok Tengah punya tugas tambahan. Di tangan para guru, harus dipastikan seluruh siswa di sekolah Loteng harus menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti luhur, menjaga kesopanan, memperkuat keimanan dan ketakwaan, termasuk menyaring kemajuan pariwisata, globalisasi, modernisasi dan teknologi informasi.

“Karena 2020 mendatang, Loteng akan menjadi salah satu kiblat pariwisata dunia,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Loteng H Sumum, kemarin (26/7). Dia mengumpulkan para kepala sekolah untuk menyampaikan arahan terkait tugas tambahan tersebut. Mereka yang dikumpulkan adalah kepala sekolah SMP.

Sumum menjelaskan, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika akan beroperasi pada 2020. Belum lagi di sana akan dibangun sirkuit MotoGP. Sehingga, tidak bisa dibayangkan berapa wisatawan yang datang.

“Jadi, dari sekarang kita harus mempersiapkan benteng untuk anak didik kita,” serunya.

Kalau tidak, diakui Sumum, dia khawatir generasi penerus akan tenggelam pengaruh zaman. Apalagi wisatawan yang datang, akan membawa tradisi dan budayanya masing-masing.

Para Kasek harus menyampaikan hal ini kepada guru-guru di sekolah. Tahun ini harus diterapkan,” tandas dia.

Ia menekankan, tugas tambahan ini tidak boleh ditunda-tunda lagi. Ia berharap, lembaga pendidikan bekerja sama dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan aparatur pemerintah desa. Dengan begitu, benteng yang disiapkan berlapis-lapis.

“Ini pesan Bapak Bupati, untuk kita semua,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Deputi Project Direktor KEK Mandalika Adi Sujono Prawoto mengatakan, KEK Mandalika saat ini sudah kebanjiran wisatawan. Tak cuma wisatawan Nusantara. Melainkan wisatawan mancanegara pula. Seiring rampungnya sejumlah fasilitas kelas internasional di KEK Mandalika, dia yakin, angka kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

Kelak, KEK Mandalika sendiri memang ditargetkan bisa mendatangka sedikitnya dua juta wisatawan asing dalam setahun. Investasi untuk pengembangan kawasan sendiri diperkirakan akan menelan dana sedikitnya Rp 27 triliun. (dss/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka