Ketik disini

Selong

Puluhan Ribu Warga Bergerak ke Pancor

Bagikan

SELONG – Jelang Hultah NWDI yang ke 83 di Pancor yang akan mendatangkan ribuan manusia, Lurah Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur Ahmad Tohri mengimbau warga selalu menjaga keamanan bersama.

“Hal itu kita sudah kita sampaikan melalui pengurus masjid, dan kaling di masing-masing lingkungan,” kata Tohri kepada Lombok Post (27/7) kemarin.

Selain bersama-sama menjaga keamanan, ia juga mengimbau warga agar ramah menerima tamu. Beberapa kasus seperti adanya anak yang terpisah dari orang tuanya, atau yang lainnya agar bisa direspon cepat oleh masyarakat. Tohri mengatakan, sudah selayaknya warga menjadi tuan rumah yang baik. Apalagi hal tersebut dilaksanakan setiap tahun.

Adapun mengenai persiapan keamanan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia Hultah NWDI ke 83 dan kepolisian. “Sudah ada tiga kali pertemuan untuk membahas ini,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengatakan akan terus mengontrol sepanjang acara berlansung. “Dari hari ini memang sudah mulai kita kontrol,” tandasnya.

Pedagang Musiman Banjiri Pancor

Sementara itu ratusan pedagang sudah mulai membangun lapaknya di Lingkungan Yayasan Ponpes Hamzanwadi Pancor, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Mereka harus siap lebih cepat sebelum lautan manusia berdatangan menghadiri Hultah NWDI ke 83 yang akan dilaksanakan pada Minggu, 29 Juli.

Dari pantauan Lombok Post, Jumat (27/7) kemarin, hampir sudah tidak ada lagi ruang kosong di sepanjang trotoar. Tepian jalan telah dikapling para pelapak. Salah seorang pedagang yang berasal dari Pancor Amir Fawas mengatakan Hultah NWDI merupakan musim panen para pedagang.

“Sesepi-sepinya orang yang datang ke lapak, kita bisa untung dua sampai tiga kali lipat dari keuntungan pada hari-hari biasa,” kata Fawas.

Fawas mengatakan, bahkan ada yang bisa mendapatkan sepuluh kali lipat dari pada biasanya. Sayang, Hultah NWDI di Pancor kali ini Fawas tidak mendapatkan jatah lapak. Karena lapak yang biasa ia tempati sudah diambil oleh pemilik bangungan atau toko yang berada tepat di belakang lapaknya tersebut.

“Terakhir retribusi lapak Rp 140 ribu per meter,” terang Fawas.

Sementara, sekretaris Lurah Pancor Zainal Abidin mengatakan ada tiga ratus lebih lapak pedagang yang sudah terdaftar, atau yang artinya sudah membayar biaya retribusi lapak.

“Itu yang membayar. Kalau yang tidak, mungkin ada lima ratusan atau lebih lapak yang ada,” kata Zainal.

Ia mengatakan, beberapa lapak yang tidak membayar merupakan mereka yang memiliki bangunan atau toko di pinggir jalan. Selebihnya, lapak-lapak yang tidak menutup toko di pinggir jalan akan dikenakan biaya.

“Rp 40 ribu per meter. Kalau ada yang membayar lebih dari itu, ini permainan yang di bawah. Sampai saat ini kita kesulitan menertibkan itu,” tutur Zainal.

Adapun beberapa pelapak yang komplain karena sudah membayar retribusi tak ternyata tidak kebagian, Zainal mengatakan sudah mengembalikan uangnya.

Ternyata para pedagang ini juga tak hanya berasal dari Lombok Timur, tapi berdasarkan data di kelurahan, ada juga yang berasal dari Lombok Barat dan Lombok Tengah. “Ada juga yang dari Bima. Tapi saya tidak tahu apakah dia berdomisili di sini atau jauh-jauh datang dari sana,” terang Zainal.

Mengenai keamanan lapak, Lurah Pancor Ahmad Tohri menegaskan pihaknya sudah jauh-jauh melakukan rapat dengan panitia Hultah dan kepolisian. “Kita sudah siapkan keamanan di sepanjang area lapak. Begitu juga lingkungan. Karena besok ribuan orang akan datang,” tegasnya. (tih/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka