Ketik disini

Metropolis

Tips Agar Anak Tak Menangis di Sekolah

Bagikan

MATARAM-Masuk sekolah menjadi momen yang menyenangkan bagi si kecil. Karena akan menjadi pengalaman baru.

Namun, tidak semua anak menikmatinya. Menangis dan merasa takut seringkali muncul ketika sang mama meninggalkan anak di sekolah.

Itu karena anak merasa takut dengan lingkungan baru. Mereka sudah terbiasa berada di rumah dan bersama orang tua. Mereka akan cemas ketika orang tua tidak berada di sekeliling mereka.

Baiq Meyra Achriana mengalami pengalaman ini pada anak pertama. Menurutnya memang tidak mudah mengatasi anak rewel saat meninggalkan mereka bersekolah. Namun ada beberapa tips dan trik yang diterapkannya setelah berkonsultasi dengan dokter anak beberapa waktu lalu.

“Jadi ingat dulu, saat anak pertama masuk sekolah dasar. Tidak mau ditinggal,” katanya, kemarin (26/7).

Banyak orang tua yang menarik anak dari kelas, ketika anak beraksi negatif. Ini tidak boleh dilakukan sang mama. Karena tidak mengajarkan pada anak, untuk menghadapi tantangan dan tidak menganggap belajar itu hal yang penting.

“Kita hanya cukup konsisten setiap hari untuk mengantar dan jemput saja. Latih si kecil dari sebelum masuk sekolah, untuk tidak perlu merasa takut dan khawatir,” paparnya.

Saat berpisah, kata dia, jangan terlalu berlama-lama mengucapkan selamat tinggal. Beritahu pada anak, bahwa mama akan menjemputnya kembali.

“Lakukan hal yang sama dan konsisten setiap harinya,” imbuhnya.

Sebelum masuk sekolah, pastikan guru di sekolah memahami kebiasaan anak. Sehingga ia bisa mengantisipasi. Bahkan, perlu memberitahukan pada guru mengenai jadwal ke toilet, warna kesukaannya, kegiatan yang paling anak suka, serta alergi apa yang anak alami.

“Hal ini akan membantu anak nyaman berada di sekolah,” ucap Meyra.

Ibu dua anak ini menuturkan, saat anak bersekolah, sebaiknya mama tidak menyelinap pergi meninggalkan. Anak akan lebih merasa takut ketika mama tiba-tiba menghilang. Saat sampai di sekolah, jangan biarkan anak sibuk dengan mama dan mainannya.

Bantu si kecil berkenalan dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya. Ini akan membantu mengalihkan pikirannya. Sebelum pergi, tak ada salahnya mencium dan memeluk anak.

“Ini sebagai isyarat pada anak, bahwa ia akan baik-baik saja,” kata wanita berhijab itu.

Ketika di sekolah, mama juga tidak perlu membanding-bandingkan anak dengan temannya yang tidak menangis saat ditinggal orangtuanya di sekolah. Bukan sebuah masalah anak menangis saat awal masuk ke sekolah. Ini adalah cara yang memang harus dilalui sebagai transisi. Proses ini bisa memakan waktu hingga tiga bulan.

Sebagai orang tua, mama bisa menyisipkan barang kesukaannya seperti jaket atau apapun ke dalam tas anak. Jika tidak memungkinkan membawanya ke sekolah, mama bisa menyiapkan bekal makanan kesukaannya.

“Cara ini akan membantu anak mendapatkan kenyamanan di rumah melalui barang tersebu,” ungkap wanita kelahiran 31 Mei 1988 itu.

Diakui, trik-trik tersebut sudah diterapkannya kembali pada anak kedua. Hasilnya, sang anak justru memberanikan diri untuk tidak diminta ditemani saat sekolah. “Katanya, masak sekolah masih ditemani (orang tua) di kelas,” selorohnya mengakhiri. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka