Ketik disini

Ekonomi Bisnis

BNI Ajak Warga Bukit Tinggi Lobar Dorong Desa Wisata

Bagikan

GIRI MENANG- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak warga di berbagai kota untuk mengikuti Program Padat Karya Tunai (PKT). Salah satunya di di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat yang diinisiasi BNI Cabang Mataram.

”Ini salah satu bentuk kehadiran BNI ke masyarakat NTB,” kata Pemimpin BNI Cabang Mataram I Made Sudharma pada Lombok Post Senin (30/7).

Ia menjelaskan program PKT ini dalam rangka Rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) BNI Ke-72. Program ini tidak hanya dapat menambah penghasilan warga, melainkan juga menjadi cara untuk memperbaiki berbagai infrastruktur penting warga.

Program yang melibatkan ratusan warga disetiap titik aktivitasnya ini diharapkan mampu menularkan semangat perayaan HUT Ke-72 BNI yang jatuh pada 5 Juli 2018.

”Kali ini di BNI Cabang Mataram sekitar 300 warga yang ikut serta memanfaatkan Program PKT ini,” tambahnya.

Hadir pada acara di Desa Bukit tinggi ini Bupati Lombok Barat Faozan Khalid, Pemimpin BNI Cabang Mataram I Made Sudharma, Camat Gunungsari Rusni, Kades Bukit Tinggi Ahmad Muttakin, FK2GB, Kepolisian, TNI, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan PKT di Desa Bukit Tinggi ini dilakukan dalam bentuk rabat jalan beton menuju daerah wisata tibu tereng. PKT merupakan salah satu upaya pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat yang diprakarsai Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia.

Program ini menghimpun dan memokuskan aktivitas bina lingkungan dari berbagai BUMN untuk memobilisasi budaya gotong royong yang sudah tertanam di dalam masyarakat pedesaan. Jadi memanfaatkannya untuk membangun atau merenovasi sarana serta prasarana publik penting.

I Made Sudharma menuturkan, program padat karya tunai ini diprioritaskan sebagai sasaran program untuk mengurangi tingkat pengangguran. Melalui program PKT ini, penduduk yang belum memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan diharapkan ikut ambil bagian.

Adapun proyek-proyek yang dapat dikerjakan dengan memanfaatkan Program PKT ini memiliki kriteria dalam setiap pelaksanaannya. Maksimal lima kegiatan di satu lokasi, seperti jalan desa, embung, jembatan, Pondok Bersalin Desa (Polindes), fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan pembangunan pasar desa.

Ia menjelaskan pada awalnya, Program PKT ini dinamakan Cash for Work, namun atas masukan Presiden RI Joko Widodo pada saat Kunjungan Kerja ke Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur pada awal Maret 2018 lalu, namanya berubah menjadi Program PKT.

Pada saat itu, Presiden meninjau Perkembangan Program Perhutanan Sosial, dimana pada pelaksanaannya disisipkan proyek Padat Karya Tunai berupa pengerasan jalan sejauh 1,1 km di lokasi acara.

”Pada Program PKT di Desa Bukit Tinggi ini, BNI bekerjasama dengan BUMDes dengan tujuan mengembangkan perekonomian masyarakat di Desa Bukit Tinggi, melalui Age 46 BNI,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, BNI berharap dapat memberikan lapangan pekerjaan di Desa Bukit Tinggi. Sehingga diharapkan masyarakat setempat dapat memperoleh penghasilan maupun peningkatan pendapatan (income generating avtivities) tanpa sepenuhnya menggantikan pekerjaan yang lama.

Selain dari pada hal tersebut, BNI juga memberikan bantuan berupa material yang dibutuhkan guna menunjang kegiatan PKT tersebut. ”Hal ini merupakan rangkaian dari kegiatan CSR (Corporate Social Resposibility) yang dilakukan oleh BNI,” imbuhnya.

ara itu Bupati Lombok Barat Faozan Khalid mengatakan menyambut baik program BNI ini. Bahkan diharapkan program ini bisa berkelanjutan dan dikembangkan untuk program lainnya. ”Kami berharap kerja sama dengan BNI ini bisa lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Ia juga meminta masyarakat mulai menggunakan Agen 46 yang sudah ada kerja sama dengan Desa Bukit Tinggi ini, sehingga transaksi keuangan masyarakat dapat dibantu dengan adanya agen ini. Jadi masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh untuk melakukan transaksi keuangan tersebut. ”Semoga dengan ada agen bisa membantu masyarakat dalam layanan keuangan,” tandasnya. (nur)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka