Ketik disini

Headline Metropolis

Hotel Gratis untuk Pendaki Asing Korban Gempa

Bagikan

AKSI cepat dilakukan bagi para korban gempa Lombok. Terutama para wisatawan yang sedang menikmati liburan di Gunung Rinjani.  Dinas Pariwisata NTB bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Hotel Mataram (AHM) menyiapkan layanan hotel gratis untuk mereka.

Ketua AHM Ernanda Agung Dewobroto menuturkan, puluhan pendaki asing dari Gunung Rinjani telah berada di Kota Mataram, Ahad malam (29/7). Mereka adalah pendaki asal Thailand, Korea, Malaysia dan lainnya. Termasuk juga rombongan Siti Nur Iesmawida Ismail, pendaki Malaysia yang meninggal dunia di Sembalun.

“Mereka diinapkan di beberapa hotel berbeda di Kota Mataram,” ujarnya pada Lombok Post, kemarin (30/7).

Ia mengatakan, pihaknya menampung semua wisatawan yang menjadi korban di hotel-hotel berbintang di dalam kota. Antara lain di Hotel Golden Palace, Lombok Plaza, Lombok Astoria, Aston Inn, dan Santika Mataram. Namun AHM dan PHRI tidak menargetkan berapa jumlah kamar yang disediakan sebab saat ini hotel di Mataram mengalami high season.

“Jadi kamar terbatas. Tapi kami akan menampung pendaki di hotel yang ada di Kota Mataram dan lainnya,” akunya.

Kepala Dinas Pariwisata Lalu Mohammad Faozal menuturkan, rombongan pendaki Malaysia sebanyak 17 orang diinapkan di beberapa hotel di Kota Mataram. Begitu juga pendaki asing lainnya.

“Semua free dari teman-teman asosiasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda kemarin secara khusus ditelepon oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia Sungphol Sukchan, yang kemarin memang sudah berada di Gunung Rinjani untuk memantau evakuasi 171 warga Thailand yang terjebak di Gunung Rinjani.

Isvie mengatakan, Dubes Sungphol meminta bantuan kendaraan kepada DPRD NTB untuk kepentingan evakuasi warga Thailand tersebut setelah mereka berhasil dievakuasi hingga ke Sembalun. Kendaraan-kendaraan itu akan dipakai untuk mengangkut mereka ke Mataram, sebelum kembali ke negaranya masing-masing.

“Kemarin, seluruh kendaraan milik DPRD NTB telah kami kerahkan ke Sembalun,” kata Isvie.

Isvie sendiri menyampaikan duka yang mendalam atas korban meninggal dan korban luka akibat gempa tersebut. Rencananya, hari ini, bantuan dari para anggota DPRD NTB akan disalurkan di titik-titik pengungsian.

Tak Ganggu Pariwisata

Sementara itu dari Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Tour dan Travel Indonesia Asnawi Bahar optimistis bahwa kondisi bencana alam di Lombok tidak akan menurunkan jumlah kunjungan secara signifikan. Dengan catatan, isu bencana tersebut tidak menutup akses penerbangan atau transportasi ke daerah Lombok.

“Bencana alam itu kan bukan sesuatu yang bisa diprediksi. Biasanya orang tidak akan terpengaruh jika isunya tak berlama-lama,” ujar Asnawi, saat dihubungi kemarin.

                Pengusaha tak menampik bahwa kejadian seperti bencana akan memberi efek “kejutan” bagi wisatawan. Namun Asnawi menegaskan jika hal tersebut tak sampai menghambat akses transportasi khususnya bandara, maka kunjungan wisata tak banyak berpengaruh.

“Berkaca pada kasus Gunung Agung di Bali, penurunan wisatawan adalah karena penutupan akses bandara. Jadi kami berharap yang di Lombok ini bisa segera redam,” tambah Asnawi.

Meski sebagian wisatawan yang ada di Lombok saat ini merupakan wisatawan asing, Asnawi juga menyebut bahwa hal tersebut tak menjadi masalah serius. “Beberapa waktu lalu di Hawaii juga ada kasus gunung meletus, tapi  arus kunjungan ke sana baik-baik saja,” bebernya.

                Apalagi, lanjut Asnawi, kawasan pulau Lombok memiliki banyak titik wisata alternatif selain Gunung Rinjani. Sehingga konsentrasi wisatawan masih bisa terbagi ke titik-titik lain di kawasan pulau Lombok.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani tak menampik bahwa isu bencana akan membawa pengaruh pada kunjungan dan okupansi hotel di area terdampak. Sehingga pelaku usaha perhotelan berharap situasi segera membaik dan isu tersebut tak membuat akses bandara di tutup.

“Bagaimanapun ini kejadian alam yang tak bisa kita kontrol. Tapi tentu harapannya situasi bisa meredam tak berlanjut sampai peak season nanti,” ujar Hariyadi. (fer/kus/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka