Ketik disini

Headline Politika

SBY dan Salim Solid Capreskan Prabowo

Bagikan

JAKARTA–Dukungan signifikan diraih oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Pertemuan berdurasi hampir tiga jam antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menghasilkan perkembangan positif. SBY menyampaikan secara gamblang bahwa capres yang diusung Partai Demokrat dalam pilpres 2019 adalah Prabowo.

                Dengan sisa waktu menuju pendaftaran pilpres yang dibuka lima hari lagi, sudah ada syarat yang cukup bagi pencalonan Prabowo dalam pilpres. Dalam pertemuan kedua Prabowo-SBY yang kali ini digelar di kediaman Prabowo, SBY menyampaikan pernyataan tegas atas dukungan Partai Demokrat kepada Prabowo.

                ”Kalau masih ada diskusi apakah pak Prabowo calon presiden atau tidak. Kami datang, dengan satu pengertian bahwa pak Prabowo adalah calon presiden kita,” kata SBY, disambut tepuk dan sorak para pengurus Partai Gerindra dan Partai Demokrat yang hadir dalam pertemuan itu, kemarin (30/7).

                Pertemuan antara SBY dengan Prabowo dimulai sekitar pukul 10 pagi dan berakhir sekitar pukul 13.00. SBY hadir didampingi sejumlah pengurus teras Partai Demokrat seperti Wakil Ketua Umum Syarief Hasan, Nurhayati Ali Assegaf, Djafar Hafsah, dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan. Kali ini, SBY tidak mengikutsertakan Agus Harimurti Yudhoyono untuk bertemu Prabowo. SBY hanya didampingi putera keduanya yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

                SBY menyampaikan bahwa dalam pertemuan kedua itu, sejumlah pembicaraan dilakukan lebih mendalam. Jika pada saat pertemuan pertama, dirinya menyatakan kemungkinan Demokrat dan Gerindra akan berkoalisi, saat ini kemungkinan itu makin menjadi kenyataan. SBY tidak menampik peluang kerjasama kedua partai, dalam upaya perbaikan RI untuk lima tahun  ke depan.

                Prabowo menyatakan bahwa pertemuan itu membahas secara rinci kerjasama koalisi, tidak hanya dua partai tapi juga mengajak partai lain. Prabowo menyebut bahwa SBY meminta dimulainya penyusunan visi dan misi pencalonan presiden. Prabowo juga menegakasn kembali sikap SBY, yang tidak menuntut satu nama tertentu dalam pemilihan figur cawapres.

                ”Ini merupakan kehormatan bagi saya. Nanti pemilihan cawapres akan kami bicarakan lebih lanjut,” kata Prabowo.

                Menurut Prabowo, komunikasi lanjutan untuk membahas koalisi dan cawapres akan terus berlanjut. Dirinya mematok selambat-lambatnya hingga 9 Juli mendatang, komunikasi koalisi akan memastikan figur capres dan cawapres yang akan diusung. ”Sepuluh hari ke depan kami harus mencermati dan teliti dengan pertemuan yang intensif,” tandasnya.

                Hanya berselang dua jam, sekitar pukul 15.00 WIB Prabowo tiba di kantor DPP PKS. Kedatangannya adalah untuk bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Presiden PKS Sohibul Iman, membicarakan hasil pertemuan dengan SBY dan rekomendasi Ijtima GNPF, yang merekomendasikan pasangan Prabowo dengan Salim.

                Sekitar satu jam bertemu, Sohibul menyatakan bahwa pertemuan itu memang membahas dua hal itu. Secara prinsip, Prabowo menyampaikan telah menerima rekomendasi GNPF, yang mengajukan pasangan Prabowo-Salim dan Prabowo-Ustadz Abdul Somad. ”Untuk selanjutnya akan dilakukan komunikasi dengan partai yang terlibat di Ijtima. PKS dan Gerindra akan bertemu PAN,” kata Sohibul.

                Di sisi lain, Prabowo menyatakan dua nama yang menjadi rekomendasi Ijtima Ulama GNPF akan masuk dalam pembahasan. Meski begitu, sesuai komitmennya, masukan dari Partai Demokrat juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. ”Pandangan Demokrat akan kami perhatikan,” kata Prabowo di kantor DPP PKS.

                Prabowo menyebut pembahasan terkait figur harus dilakukan hati-hati. Setiap rekomendasi akan dipelajari hingga di setiap klausul, untuk dicari kesepakatan. Prabowo juga mengapresiasi munculnya jajak pendapat publik, terkait pilihan capres cawapres hasil rekomendasi GNPF Ulama. ”Mekanisme di Indonesia itu lewat parpol. Kami hargai jajak pendapat. Tapi keputusan tetap melalui parpol,” ujarnya.

                Tak cukup disitu, pertemuan lanjutan koalisi di luar pemerintah kembali berlanjut malam harinya. Kali ini, Sohibul bertemu dengan SBY di hotel Gran Melia, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB itu membahas seluruh dinamika yang berkembang dari dua pertemuan sebelumnya.

                Dalam pertemuan itu, SBY berbicara empat mata dengan Salim. Selama 1,5 jam bertemu, Salim menyebut pertemuannya dengan SBY mengingatkan pada kebersamaan Demokrat dan PKS di pemerintahan SBY. “Ini nostalgia, saya merasakan ikatan batin yang sangat kuat,” kata mantan Menteri Sosial itu. (bay/lum/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka