Ketik disini

Headline Metropolis

Pengungsi Kian Membengkak, Sudah Tembus 10.062 Jiwa

Bagikan

MATARAM-Jumlah korban gempa yang mengungsi di Lombok Timur dan Lombok Utara terus membengkak. Kemarin, total pengungsi sudah mencapai 10.062 Jiwa. Mereka adalah warga yang rumahnya rusak, dan juga warga yang masih trauma dan tak berani kembali ke rumah. Titik pengungsian tersebut berada di 13 titik.

Sebab, hingga kemarin, gempa susulan masih terus terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga pukul 10.00 Wita, terjadi 346 kali gempa susulan, dengan kisaran kedalaman dangkal 5-10 km, yang getarannya masih dirasakan warga.

Sementara itu, tak cuma pengungsi. Korban yang meninggal dunia juga bertambah menjadi 17 jiwa. Sementara korban luka-luka tercatat 401 jiwa. Dan tercatat 47.361 jiwa yang terkena dampak.

Korban luka yang meninggal dunia kemarin adalah Inaq Indra, 70 tahun. Dia meninggal dalam perawatan di RS Lombok Utara. Sehingga bila dibagi per kabupaten, di Lombok Timur korban meninggal 12 orang, termasuk di dalamnya Muhammad Ainul Taksim, pendaki asal Makassar yang meninggal dunia di Gunung Rinjani.

Korban luka 343 orang, pengungsi 7.593 orang tersebar di 12 titik pengungsian. Total korban terdampak di Lombok Timur 24.753 jiwa.

Di Lombok Utara korban meninggal 5 orang. Korban luka-luka 58 orang. Pengungsi 2.469 jiwa. Total warga terdampak 22.608 jiwa.

Sementara untuk dampak kerusakan, jumlah rumah rusak mencapai 5.448 unit rumah, 15 unit fasilitas pendidikan, 5 unit fasilitas kesehatan, 55 unit rumah ibadah, dan 37 unit bangunan kios.

Sementara itu, pantauan koran ini, kemarin, aktivitas warga mulai berangsur normal. Termasuk aktivitas sekolah. Penyaluran bantuan ke lokasi juga terus dilakukan. Kendati masih ada keluhan di sana-sini adanya bantuan yang belum merata.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, BNPB telah menetapkan status tanggap darurat tujuh hari, dari tanggal 30 Juli hingga 6 Agustus.

Sementara pemberian dana Rp 50 juta untuk rumah rusak berat dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan. Diberikan by name by adress. Selain itu, para pengungsi juga diberikan uang jaminan hidup Rp 10 ribu per orang tiap selama tanggap darurat.

BNPB juga sudah mengirimkan makanan siap saji dari Surabaya, terdiri dari Kit Ware 300 paket, family kit 300 paket, dan paket sandang 800 paket. Membuka dapur umum lapangan, serta suplai air bersih bagi warga.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja menjelaskan, hingga kemarin tim BPBD bersama BNPB meginventarisir rumah warga yang rusak. Satu per satu rumah rusak didatangi petugas dan didata nama pemiliknya. ”Kita punya target 50 rumah per hari harus terindentifikasi,” kata Agung.

Pemilik rumah difoto bersama kondisi rumahnya, disertai nama dan KTP. Warga yang sudah terdata kemudian dibuatkan nomor rekening. Dengan demikian bantuan akan langsung diberikan ke rekening tersebut.

Dibandingkan hari sebelumnya, aktivitas warga di lokasi bencana sudah lebih baik. Sebagian warga mulai beraktivitas ke rumahnya, meski pada malam hari mereka balik ke pengungsian. Bantuan logistik juga sudah dikirim ke lokasi pengungsian.

 

Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan

Sementara itu, jenazah pendaki Malaysia Siti Nur Lesmawida Ismail, 30 tahun yang menjadi korban gempa Lombok telah dipulangkan kemarin. Sekitar pukul 07.05 Wita, jenazah diserahterimakan pihak RSUD NTB kepada keluarga korban.

Selain keluarga, hadir juga perwakilan dari kedutaan Malaysia. Dinas Pariwisata NTB dan Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Lombok International Airport untuk kemudian diterbangkan ke Malaysia.

Wakil Ketua BPPD NTB H Lalu Abdul Hadi Faishal yang mengantar jenazah mengatakan, korban diantar mengunakan pesawat Garuda dari Lombok yang transit di Jakarta. Baru setelah itu diterbangkan ke Malaysia.

Hadi mengatakan, mewakili BPPD NTB ia membantu proses pemulangan. Tidak hanya itu, BPPD akan mengikuti proses pemakaman. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab daerah kepada setiap wisatawan yang datang ke Lombok.

Selain itu, selaku Ketua PHRI NTB, Hadi juga memastikan, pihaknya menyiapkan kamar hotel gratis bagi 17 orang wisatawan Malaysia yang jadi korban selamat dalam gempa berkekuatan 6,54 SR, Ahad lalu. (ili/puj/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka