Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Penjualan Mobil Tetap Tumbuh

Bagikan

MATARAM– Animo masyarakat NTB untuk membeli kendaraan, khususnya kendaraan roda empat, terus tumbuh. Hal ini merupakan dampak dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.

“Kenaikan market mobil saat ini sekitar 15 hingga 20 persen,” ujar Branch Manager PT Cakra Mobilindo M Edy Khairuddin pada Lombok Post, kemarin (31/7).

Edy mengungkapkan, pada Juni lalu, market kendaraan roda empat sempat mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan bertepatan dengan libur Lebaran dan libur panjang sekolah. Biasanya sebanyak 530 unit kendaraan bisa terjual per bulannya. Namun pada Juni terjual sebanyak 500 unit.

“Lumayan juga penurunannya saat itu,” sambungnya.

Penjualan Suzuki pun ikut meningkat dibandingkan tahun lalu di semeter yang sama. Marketnya meningkat hingga 15 persen mengikuti market pasar induknya. Ia berharap pada semester II ini akan sama seperti tahun lalu. Yakni demand masyarakat lebih baik dibandingkan semester I.

“Semoga di semester II 2018 Ini bisa lebih meningkat lagi,” harapnya.

Edy mengungkapkan PT Cakra Mobilindo menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 24 persen setiap tahunnya. Target tersebut sudah tercapai pada semester I lalu. Semester ini pihaknya harus menjaga target yang sudah didapatkan agar tidak menurun.

“Mudahan kita kembali menjadi leader penjualan mobil lagi,” katanya.

Edy mengatakan, PT Cakramobilindo menargetkan penjualan sebanyak 1.600 unit mobil. Namun sejak semester satu di Januari hingga Juni, target tersebut sudah terlampaui dan bahkan meningkat 10 persen.

“Untuk bulanan target unit sekarang 140 unit. Jumlah ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 125 unit,” akunya.

Namun persaingan sesama perusahaan otomotif terbilang sangat ketat. Meski begitu namun produknya masih diterima baik oleh masyarakat NTB. Di antara semua produk kendaraan roda empat yang ada, Toyota masih menjadi incaran utama konsumen di NTB.

Untuk bisa bertahan di tengah persaingan ketat, Edy mengungkapkan, pihaknya menjual kendaraan tergantung kebutuhan masyarakat. Selain itu, juga bekerja sama dengan finance sehat. Sebab finance yang sehat otomatis akan medukung penjualan mobil.

“Saya rasa tidak hanya di mobil tapi di hal lain seperti rumah pun seperti itu,” pungkasnya.

Ia menambahkan, banyaknya supporting pembiayaan ikut memperkuat pihaknya bisa bertahan di tengah persaingan ketat. Seperti pembiayaan dari Pegadaian dan perbankan.

“Pegadaian dan perbankan pun sudah mulai mebantu pembiayaan ke arah kendaraan roda empat,” tandasnya. (fer/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka