Ketik disini

Politika

Jangan Kampanye Sebelum DCT

Bagikan

MATARAM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB melarang bakal calon legislatif (bacaleg) berkampanye dalam bentuk apapun.

Bagi yang memaksakan berkampanye, dinyatakan melanggar dan dapat dipidanakan.

Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid menegaskan kampanye dapat dilakukan setelah bacaleg ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) September 2018 mendatang. ”Boleh kampanye saat sudah ditetapkan jadi DCT, sebelum itu sangat dilarang,” katanya.

Ketentuan ini berdasar pada  UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Aturan itu menyatakan bahwa kampanye dilaksanakan tiga hari setelah ditetapkan DCT. Selain itu juga Bawaslu RI telah memberikan surat edaran (SE) terkait larangan tersebut. SE nomor 216 tahun 2018 berisi tentang kampanye bacaleg Pemilu 2019. ”Kami semua sudah dapat edaran dan edaran ini juga telah kami berikan pada panwaslu, panwascam,” tuturnya.

Ia mengakui dalam SE tersebut parpol dibolehkan melakukan sosialisasi dan pendidikan politik internal. Sementara itu, terkait dengan penertiban alat peraga kampanye bacaleg yang saat ini sudah mulai terpasang, pihaknya masih melakukan koordinasi lebih lanjut.

”Masih kita coba koordinasikan dengan pihak-pihak lain yang terkait,” imbuhnya.

Parpol hanya diperbolehkan melakukan sosialisasi dan pendidikan politik di internal.  Dengan metode pemasangan bendera partai peserta pemilu 2019 dan nomor urutnya. Serta pertemuan terbatas dan memberitahukan secara tertulis kepada KPU dan Bawaslu paling lambat satu hari sebelum kegiatan dilaksanakan.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi larangan kampanye tersebut. Jika ada bacaleg yang membandel, Bawaslu tidak ragu untuk memidanakan yang bersangkutan.

”Curi start kampanye bisa terancam dipidanakan. Selain pidana, juga ada hukuman membayar denda,” tegasnya.

Bacaleg yang berkapanye di luar masa yang ditentukan, bisa diancam pidana kurungan satu tahun atau denda paling banyak Rp 12 juta. Sehingga ia kembali mengingatkan bahwa bacaleg dapat mulai pada tanggal 23 september 2018. ”Kampanye sampai tiga hari sebelum pemungutan suara, jadi kampanye berakhir 13 April 2019 mendatang,” pungkasnya. (cr-eya/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka