Ketik disini

Giri Menang

Berdayakan Guru Ngaji

Bagikan

GIRI MENANG-Keberadaan guru ngaji dan marbot masjid selama ini kerap terabaikan. Namun, di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, pemerintah desa selalu memberdayakan atau membina para guru ngaji dan marbot. Bahkan, setiap bulan, para guru ngaji dan marbot diberikan insentif.

“Jumlahnya memang tidak banyak, Rp 50 ribu per bulan untuk guru ngaji dan Rp 100 ribu untuk marbot masjid,” ujar Sekretaris Desa Jembatan Kembar Deni Hamdani.

Itu pun, para guru ngaji dan marbot tersebut menerimanya tidak setiap bulan. Melainkan per enam bulan sekali. Jumlah guru ngaji ditambah marbot di Desa jembatan Kembar sebanyak 30 orang. Dengan rincian guru ngaji sebanyak 24 orang dan enam orang marbot. Mereka sudah mendapatkan insentif dari desa sejak tahun 2016 silam.

“Tahun ini kami anggarkan kembali,” ucapnya.

Meskipun jumlahnya tidak seberapa, honor itu diharapkan bisa sedikit membantu, khususnya untuk biaya listrik dan kebutuhan fasilitas sarana belajar mengaji.

Selain itu, Desa Jembatan Kembar juga telah membentuk BUMDes. Salah satu bidang usaha BUMDes ini pada sektor peternakan. Pemerintah desa membeli sejumlah sapi yang kemudian akan dikerjasamakan dengan masyarakat setempat.

“Misalnya kami beli sapi dengan harga Rp 7,5 juta. Nanti setelah diternak, bisa dijual dengan harga Rp 10 juta oleh warga. Keuntungannya dibagi dua antara warga dengan desa,” paparnya. (ton/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka