Ketik disini

Kriminal

Dugaan Korupsi Retribusi Kawasan Wisata, Staf Dispar KLU Ditahan

Bagikan

MATARAM-Kasus dugaan korupsi retribusi kawasan wisata terus berlanjut Seorang PNS Dinas Pariwisata (Dispar) KLU  berinisial LK yang dipercaya menjadi petugas pemungutan retribusi sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.  Berkas yang disusun jaksa sudah lengkap. ”Tersangka sudah kita tahan di Lapas Mataram,” kata Kasi pidsus Kejari Mataram Andritama Anasiska, kemarin (3/8).

Rencananya, berkas tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Mataram dalam waktu dekat. ”Kita akan limpahkan pekan depan,” ujarnya.

Tersangka yang menjadi petugas pemungut retribusi di kawasan wisata diduga  tak menyetorkan seluruh hasil pungutannya ke daerah. Itu terjadi selama setahun. ”Akibat perbuatannya, pemerintah daerah rugi hingga Rp 130 juta,” ujarnya.

Namun, tersangka sudah mengembalikan kerugian negara tersebut senilai Rp 50 juta. Sementara sisanya belum dikembalikan. ”Sudah disetorkan uang penggantinya,” ungkapnya.

Sumber pungutan retribusi itu dari kawasan rekreasi dan tiket penyeberangan pelabuhan Bangsal ke tiga Gili di desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara. “Tidak disetorkan dari April 2015 sampai 2016. Intinya lebih dari setahun dia tidak menyetorkan,” jelasnya.

Tersangka diduga melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.  (arl/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka