Ketik disini

Kriminal

Narkoba Aceh Terus Mengalir ke NTB

Bagikan

MATARAM-Penyelundupan narkoba antar provinsi masih marak terjadi. Berbagai macam modus digunakan untuk memuluskan niat para pengedar.

Tim opsnal Ditresnarkoba Polda NTB kembali menggagalkan penyelundupan sabu antar provinsi, Minggu (29/7) lalu. Sabu asal Aceh itu dikirim seorang pria berinisial IW, 24 tahun.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra menerangkan, penangkapan yang dilakukan berawal dari informasi  masyarakat. Ada salah seorang pemuda asal Aceh yang akan menyelundupkan sabu menuju Mataram.

”Mendengar informasi itu, kita langsung bergerak dan menunggu di bandara,” kata Satra saat jumpa pers, kemarin (3/8).

Polisi sempat kecolongan, IW yang membawa barang haram itu lolos. Namun, tim terus mengejarnya. Namun, pelaku akhirnya tertangkap di jalan raya by pass Lombok International Airport (LIA). ”Kita geledah semua isi tas dan kantong celananya dengan disaksikan masyarakat yang melintas,” ungkapnya.

Dari hasil penggeledahan tas, tak ada ditemukan barang bukti. Yang ditemukan hanya boarding pass, dan perlengkapan lainnya.

Seluruh badan pelaku digeledah. Ternyata, ditemukan sabu seberat 63 gram. ”Sabu itu tersimpan di lipatan celananya,” kata Komang.

Dari hasil interogasi, pelaku sudah dua kali menyelundupkan narkoba. Pertama, ke Bekasi dua  bulan lalu, terakhir ke NTB. ”Pelaku kita tangkap,” ujarnya,

Barang haram tersebut didapatkan dari bosnya di Aceh bernama Bagus. Rencananya akan dikirim ke Mataram. “Dia sudah mengakui, kalau barang itu memang milik bosnya,” jelas Komang.

IW mengaku, sabu tersebut tidak mengetahui identitas penerimanya. Yang hanya mengetahui adalah bosnya. ”Artinya, bosnya itu yang mengarahkan IW untuk bertemu dengan seseorang di salah satu hotel di Mataram,” jelasnya.

Bukti SMS-nya pun tidak ada. Mereka merupakan jaringan pengedar. ”Sulit kita deteksi karena sekali mereka melakukan transaksi, pesannya langsung dihapus,” bebernya.

Dari pengakuan IW, jika dia berhasil mengantarkan sabu tersebut, akan menerima imbalan dari bosnya senilai Rp 10 juta. ”Itu  yang membuat IW ketagihan mengantarkan narkoba,” ujarnya.

Polda NTB akan terus berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk mencari otak pengedarnya. ”Kita sudah melakukan koordinasi untuk mengembangkan kasus ini,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, IW dikenakan dengan pasal dikenakan Pasal 114 dan 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman  20 tahun penjara.

Amankan Paket Sekilo Ganja dari Aceh

Ditresnarkoba Polda NTB juga menyita satu kilogram ganja yang dikirim dari Aceh, 26 Juni lalu. Paketan ganja itu dikirim melalui jasa pengiriman TIKI.

Namun, karena informasi tersebut bocor, sehingga barang tersebut tidak diambil pemiliknya. ”Kita tidak bisa menangkap pelakunya,” ujarnya.

Paket pengiriman itu ditujukan ke Jalan Sakura 4 Nomor 5 Gomong Kecamatan Mataram. Dengan nomor Resi 030094374646. ”Barang bukti ini kita titip ke Dit Tahti,” tutupnya. (arl/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka