Ketik disini

Headline Metropolis

NTB Canangkan Imunisasi Massal MR

Bagikan

MATARAM-Penyakit campak (Measles) menyebabkan radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan hingga gizi buruk. Sedangkan penyakit Rubella bisa membuat anak kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan, hingga kerusakan jaringan otak. Sangat mengerikan. Bila tidak segera diimunisasi, nyawa anak jadi taruhannya.

                Pemprov NTB tidak mau komplikasi penyakit itu menyerang anak-anak. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi. Karena itu, Dinas Kesehatan NTB mencanangkan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR). Hal itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin. Juga dengan mengimunisasi beberapa orang anak, di Pendopo Gubernur NTB, kemarin (3/8). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan Pemprov NTB.

Wagub Amin mengajak seluruh masyarakat menyukseskan program tersebut. Caranya dengan mengimunisasi anak pada usia 9 bulan – 15 tahun. Kampanye Imunisasi Measles Rubella sangat penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai macam penyakit. Bila mereka tumbuh sehat dan cerdas, maka yang untung daerah. Sebab, di tangan merekalah masa depan bangsa digantungkan. Bila pertumbuhannya terganggu akibat campak dan rubella, maka daerah dan bangsa Indonesia akan rugi.

”Jadi anak-anak harus sehat,” ujarnya.

Tahun 2020, Indonesia berkomitmen menghilangkan penyakit Campak dan Rubella, yakni kecacatan yang disebabkan infeksi Rubella saat kehamilan. Salah satu upaya mempercepat target tersebut adalah dengan kampanye imunisasi massal dan introduksi imunisasi campak dan rubella. Imunisasi massal bertujuan memutus transmisi penularan virus campak dan rubella di masyarakat.

”Campak dan Rubella ini salah satu penyakit yang bisa dicegah degan imunisasi, jadi inilah yang kita lakukan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan NTB Marjito.

Ia menjelaskan, pencangan kampanye imunisasi MR merupakan bentuk dukungan Pemprov NTB dalam mencapai target nasional yakni Indonesia bebas dari Campak dan Rubella. Gerakan tersebut merupakan gerakan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

Marjito menyebutkan, Indonesia tercatat sebagai negara yang menyumbang kasus-kasus Campak tertinggi di dunia. Kasusnya mencapai 500 ribu lebih. Dibandingkan provinsi lain, kasus Campak di NTB tidak tergolong tinggi. Jumlah kasus hanya 20 kasus yang konfirmasi laboratorium. Tapi program itu tetap harus dilaksanakan.

”Imunisasi dilakukan di semua provinsi tanpa melihat jumlah kasusnya,” katanya.

Pencanangan imunisasi MR tahun ini merupakan fase kedua. Tahun 2017 dilakukan di Pulau Jawa. Bulan Agustus-September 2018, pencanangan dilaksanakan serentak di Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Marjito meminta masyarakat tidak perlu takut dengan imunisasi Campak Rubella. Sebab, tidak akan berisiko terhadap kesehatan, justru akan bahaya jika anak-anak tidak diberikan vaksin. Karena Campak dan Rubella memiliki dampak jangka panjang. Meski demikian, Marjito mengakui beberapa orang tua masih takut mengimunisasi anaknya. Untuk itu, pihaknya melakukan pendekatan secara personal, serta mengintensifkan sosialisasi di media.

Staf Ahli Gubernur bidang Sosial Kemasyarakatan Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi menambahkan, warga tidak perlu cemas berlebihan. Vaksin tersebut tidak berdampak apa-apa bagi anak. Munculnya beberapa kasus anak bereaksi setelah diimunisasi bukan karena vaksinnya. Itu karena mereka cemas sebelum disuntik. Setelah diobservasi, tidak ada satu pun anak yang dirawat.

“Tidak ada dampak (negatif) jangka panjang,” kata dokter spesialis anak itu.

Ia menegaskan, imunisasi Campak–Rubella sangat penting bagi anak-anak. Bahkan, semua orang di Indonesia harus mendapat imunisasi MR. Sebab, Campak selama ini dianggap sepele, tetapi merupakan salah satu penyebab kematian. Anak yang terkena Campak, daya tahan tubuhnya akan menurun. Kemudian dampak Campak bisa menyebabkan komplikasi penyakit, seperti radang otak dan radang paru-paru, dan sebagainya.

”Yang membunuh anak itu radang-radang itu,” katanya.

Sementara untuk Rubella, selama ini banyak orang tidak sadar terkena penyakit Rubella. Paling bahaya bila ibu hamil terkena Rubella, penyakit itu bisa menular ke anaknya. Maka lahirlah anak dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Lahir dalam kondisi tuli, katarak, jantungnya bocor, dan kelainan lainnya.

”Artinya masa depan anak-anak ini dipertaruhkan di situ,” tegas mantan kepala Dinas Kesehatan NTB itu. (ili/adv/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka