Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

OJK Gelar Expo IB Vaganza

Bagikan

MATARAM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Expo IB Vaganza di Kota Mataram. Kegiatan berupa sosialisasi dan edukasi kepada publik, mengenai produk dan jasa layanan keuangan syariah yang semakin beragam dan bermanfaat besar bagi masyarakat.

Tak hanya itu, kegiatan Expo IB Vaganza juga dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat ke sektor keuangan sesuai dengan program literasi pemerintah.Kegiatan ini berlangsung di atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM), yang diselenggarakan pada 3-5 Agustus 2018.

Kepala OJK NTB Farid Faletehan mengatakan, pameran produk dan jasa perbankan/keuangan syariah Expo IB Vaganza merupakan wujud dukungan perbankan syariah untuk masyarakat di Pulau Lombok.

“Kami harap kegiatan ini dapat mendorong pengembangan keuangan syariah khususnya di Wilayah NTB,” ujarnya, kemarin (3/8).

Ia menuturkan, OJK juga menyelenggarakan iB Goes to Mosque bekerjasama dengan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) dan kelompok studi ekonomi Islam Universitas Mataram, dengan target peserta pengurus masjid dan jamaah di Islamic Center (IC) NTB.

Kegiatan ini dalam rangka mempermudah proses analisis pemberian pembiayaan. Masyarakat dapat memanfaatkan sistem layanan informasi keuangan (SLIK) di sejumlah gerai OJK untuk mendapatkan layanan informasi debitur (iDeb) sepanjang penyelenggaraan Expo IB Vaganza di Kota Mataram.

“Kami juga berharap pelaku perbankan syariah dan wisata halal di NTB dapat saling bersinergi,” terangnya.

Farid menilai, Pemprov NTB memiliki komitmen kuat mengembangkan keuangan syariah di daerah. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Ia menyebutkan, dengan konversi tersebut, diperkirakan aset syariah di NTB bisa mencapai Rp 9 triliun atau sekitar 30 persen.

Dari data OJK hingga Mei 2018, jumlah total aset gross BUS dan UUS Provinsi NTB mencapai Rp 3,93 triliun.Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan yang disalurkan masing-masing sebesar Rp 1,83 triliun dan Rp 3,28 triliun.

“Adapun, tingkat literasi keuangan syariah (posisi 2016) NTB sebesar 5,09 persen dan tingkat inklusi sebesar 8,36 persen,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Penelitian, Pengembangan, Peraturan dan Perizinan, Perbankan Syariah Deden Firman Hendarsyah mengatakan, helatan akbar ini diikuti oleh 17 bank. “Peserta Expo IB Vaganza tahun ini diikuti 17 industri perbangkan (BUS, USS, dan BPRS dan satu industri keuangan non banksyariah),” ucapnya

Ia mengungkapkan, secara nasional, perkembangan keuangan syariah cukup menggembirakan. Menurut data OJK per Mei 2018, komposisi total aset keuangan syariah, tidak termasuk saham syariah, secara nasional sebesar Rp. 1.179,47 triliun atau sebesar 8,38 persen dari total aset keuangan nasional.

Adapun, aset perbankan syariah sebesar Rp 437,08 triliun dari total aset perbankan nasional dengan marketshare saat ini pada posisi 5,69 persen. Keuangan syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif, yaitu dari total aset sebesar 18,80 persen, secara tahunan atau year on year (yoy) per akhir Mei 2018.

“Sedangkan, kondisi perbankan syariah terdiri dari 13 bank umum syariah, 21 unit usaha syariah dan 167 BPR syariah hingga Mei 2018 menunjukan perkembangan yang positif, baik aset maupun intermediasi mengalami peningkatan yaitu sebesar 16,32 pesenyoy dan 13,65 persen yoy,” sebutnya. (tea/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka