Ketik disini

Kriminal

Otak Perampokan PT.SAS Ditembak

Bagikan

MATARAM-Masih ingat perampokan sadis yang membobol PT SAS 2016 lalu. Tersangka otak perampoknya tertangkap. Polisi menyebut tersangka bernama Amak Epi alias Betet dilumpuhkan Tim Jatanras Polda NTB, kamis (2/8) lalu.

Amak Epi digerebek di rumahnya di Desa Bilelando, Lombok Tengah (Loteng). Kanit Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB AKP Elias Erickson mengatakan, Amak Epi menjadi otak perampokan yang terjadi di PT SAS 2016 lalu.

Amak Epi melakukan aksinya bersama 10 rekannya. Yakni, Lukman alias Keman  Hakim alias Amaq Rizal, Dahri alias Dah, Sajiman alias  Sayim, Sudirman alias  Amak Maun. Mereka kini berstatus terpidana. Sementara itu sejumlah pelaku lain masih buron.

Saat ditangkap, Amak Epi sedang beristirahat dirumahnya. Saat mengetahui petugas mendatangi rumahnya, Amaq Epi melakukan perlawanan.  ”Karena melawan kita berikan tembakan ke dua kakinya,” ungkapnya.

Amak Epi dikenal sadis jika beraksi. Buktinya, pada saat beraksi, dia tak segan-segan menganiaya korban atau orang-orang yang menghalangi misinya. ”Dia (Amak Epi, Red) yang melukai satpam yang berjaga di PT SAS itu,” kata Erickson, kemarin (3/8).

Dari keterangan korban dan pelaku yang sudah tertangkap, Amak Epi, memukul satpam  PT SAS menggunakan linggis hingga terluka. Satpam tersebut terluka di bagian kepala dan terjatuh.

Lalu Amak Epi mengambil handphone  merek Samsung dan uang sebesar Rp. 80.000,000. Selanjutnya, Amak Epi dan  teman-temannya masuk ke dalam gudang dan membuka brankas menggunakan bor dan gas hingga terbuka. ”Mereka mengambil semua isi brankas,”ujarnya.

Tak hanya itu, semua barang yang ada di dalam gudang diembatnya. Seperti, 1 unit monitor computer hitam 14 Inch merk LG, 1 buah laptop merek Acer 14 Inci warna hitam, emas batangan sebanyak 6 (enam) buah. Ditambah  uang tunai sebesar Rp. 121.234.350,  5 buah kalung emas, 3 buah cincin emas, 4 buah gelang emas, dan 6 BPKB motor.

Saat ini, tim masih mencari buronan lainnya. Semua pelaku yang namanya sudah dikantongi harus mempertanggungjawabkan perbutannya. ” Kita masih melakukan pengembangan,” ujarnya. (arl/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka