Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

VIVO Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Lombok

Bagikan

SELONG-Pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok. Jajaran manajemen perusahaan smartphone  Vivo menggelar bakti sosial.

Aksi bakti sosial yang dilakukan jajaran manejemen smartphone Tiongkok itu, dipimpin langsung oleh Direktur Vivo Li Guo Hong, Manager Cici Lee, Manager area Sumbawa Jefry, Manager Office Dewi Nurul Afriani, Spv Terminal Amos, Tutor Mataram Furqan, Spv HRD Dwi Renita, Admin Office Kirana Sofianita, dan Transleter Santi turun ke lokasi. Mereka datang ke Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur dengan membawa bala bantuan.

Kedatangan manajemen Vivo NTB, siang itu disambut haru. Baik oleh para orang tua, anak-anak korban gempa, hingga Kepala Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur Harun.

“Kami datang ke Sambelia, Lombok Timur untuk melihat kondisi terkini para korban gempa,” kata Direktur VIVO NTB NTT Li Guo Hong pada Lombok Post.

Kedatangan Li Guo Hong bersama timnya tak terlepas dari rasa belasungkawa terdalam. Mengingat, perusahaan smartphone asal Tiongkok, Cina ini telah berdiri di Pulau Lombok. Dan secara tidak langsung, membuat seluruh karyawan merasa terpukul. Apalagi, puluhan orang tewas, ratusan orang luka-luka, hingga ratusan rumah rusak parah akibat gempa berkekuatan 6,4 skala Richter ini.

“Saya jadi ingat gempa dengan kekuatan 8 skala Richter yang pernah mengguncang Kota Wenchuan Provinsi Sichuan, Tiongkok 2008 lalu. Banyak negara di dunia turut membantu orang-orang yang terkena bencana, dan saya langsung memutuskan untuk segera mengunjungi Desa Obel-Obel ini,” tuturnya usai menyerahkan bantuan di posko bencana gempa bumi Sabtu (4/8).

Sejumlah bantuan diberikan Manejemen Vivo kepada para korban bencana. Diantaranya, beras, pakaian, sarung, tikar, selimut, sandal, makanan bayi dan dewasa, serta perlengkapan bayi dan wanita.

“Atas nama VIVO NTB dan NTT, saya berharap sejumlah titik yang terkenda dampak gempa bisa segera pulih kembali,” terangnya.

Selama proses kunjungan, seluruh karyawan manajemen Vivo mencoba berkeliling, untuk mendengar keluh kesah korban gempa. “Yang paling menyayat hati itu, ketika mendengar cerita seorang ibi yang baru saja melahirkan anaknya, lukanya belum sembut, tetapi sudah kehilangan sosok suami karena gempa. Semoga para korban gempa bisa pulih dan kembali ke rumahnya masing-masing,” pungkasnya.(tea)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka