Ketik disini

Metropolis

Rumah Rusak Berat Dipastikan Dapat Rp 50 Juta

Bagikan

SEMENTARA itu, gempa susulan masih terus berlangsung. Hingga kemarin (10/8) pukul 17.00 WITA, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 469 gempa susulan. Dan khusus untuk bantuan rumah rusak, pemerintah memastikan akan memberikan bantuan dana. Bantuan tersebut diklasifikasi untuk rumah rusak berat, sedang dan rusak ringan.

Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin (10/8). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya besaran bantuan akan ditetapkan menjadi tiga kategori.

Untuk rumah dengan kerusakan berat, lanjut basuki, pemerintah akan memberikan bantuan masing-masing Rp 50 juta. Sementara untuk sedang Rp 20 juta dan ringan sebesar Rp 10 juta.
Berdasarkan hasil inventarisir pemerintah setempat, jumlah kerusakan rumah mencapai 22.721 unit. Di mana kerusakan ringan sebanyak 12.278 rumah, sedang 723 rumah, dan berat 9.220 rumah. “Berat berarti sudah ambrol semua, kalau ringan mungkin masih berani orang tinggal. Tapi kalau sedang sudah tidak berani tinggal di rumah,” ujarnya.

Basuki menuturkan, bagi rumah yang akan diperbaiki, konstruksinya harus sesuai yang ditetapkan Kementerian PUPR. Di mana desainnya harus tahan gempa. “Itu harus, kalau enggak itu mengulangi kesalahan yang lalu dengan konstruksi yang tidak tahan gempa,” imbuhnya.

Terkait ketersediaan dana, Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi memastikan cukup. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp. 4 triliun. Meskipun tidak semuanya untuk Lombok, namun penggunaan bisa menyesuaikan. “Anytime ada, menteri keuangan siap,” ujarnya.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, hingga saat ini, dana tanggap bencana yang sudah digunakan untuk Lombok mencapai Rp. 35 Miliar. Jumlah itu masih kecil karena baru dikeluarkan untuk support makanan, minuman, pengobatan, hingga hal-hal yang sifatnya emergency. Jika sudah digunakan untuk infrastruktur, maka dipastikan akan jauh lebih besar. “Jadi tinggal nunggu BNPB saja,” tuturnya.

Sementara itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menggulirkan bantuan sebesar Rp226.426.359.000. Total dana tersebut dikumpulkan dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 dan bantuan solidaritas pegawai Kemendikbud. ”Bantuan ini kita harapkan dapat segera digunakan untuk rehabilitasi fasilitas pendidikan dan situs cagar budaya yang terdampak gempa. Juga untuk penanganan psikososial para siswa, pendidik, tenaga kependidikan, dan pemelihara cagar budaya yang menjadi korban,” kata Sekretaris Jenderal, Didik Suhardi.

Didik Suhardi juga menyampaikan bahwa Kemendikbud menyiapkan beasiswa berupa bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) khusus bencana dan beasiswa perguruan tinggi bagi siswa yang orang tuanya menjadi korban meninggal dunia. Untuk meringankan beban pendidik yang menjadi korban, Kemendikbud juga akan menyalurkan tunjangan khusus dan dana bantuan konseling bagi para guru.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per 9 Agustus, total satuan pendidikan yang rusak mencapai 539 sekolah. Kerusakan tersebar di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram, dan Sumbawa. Dengan kerusakan ruang kelas terparah berada di wilayah Lombok Utara sebanyak 654 ruang kelas.

Didik juga mengungkapkan kerusakan terbanyak dialami satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar. Sebanyak 282 Sekolah Dasar (SD) dan 92 SMP terdampak gempa. Sedangkan untuk jenjang pendidikan menengah, terdapat 48 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 42 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) turut terdampak. Enam Sekolah Luar Biasa (SLB) dan 69 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami kerusakan.

”Sebanyak 22 ruang kelas tenda telah terpasang di Lombok Utara dan Lombok Timur. Sisanya segera dipasang. Sampai saat ini terdapat 61 tenda yang disiapkan untuk menjadi tempat belajar sementara para siswa. Dan 18 tenda sudah siap didirikan,” ungkap Minhajul Ngabidin, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB kemarin (9/8).

Pria yang ditunjuk sebagai Pos Pendidikan Gempa Lombok Kemendikbud melaporkan bahwa saat ini fokus pos pendidikan pada penanganan psikososial anak, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Pos Pendidikan juga melakukan pendirian ruang kelas sementara serta kampanye kembali belajar di sekolah. ”Sampai saat ini pos pendidikan telah menyalurkan 63 paket sekolah, 60 paket rekreasi, 10 paket alat permainan edukatif (APE) untuk PAUD, paket buku cerita dan Al Quran, serta 1.000 paket seragam sekolah,” ujarnya. (tau/far/lyn/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka