Ketik disini

Tanjung

Stok Obat Menipis, Tenaga Medis Masih Kurang

Bagikan

TANJUNG-Stok obat dan tenaga medis untuk penanganan korban yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7.0 SR tersebut masih kekurangan. Karena, obat-obatan yang tersimpan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung maupun gudang Dinas Kesehatan Lombol Utara tidak henti-henti dikeluarkan untuk memberikan pelayanan kepada korban.

Direktur RSUD Tanjung dr H Lalu Bahrudin mengungkapkan, stok obat di rumah sakit sudah 60 persen keluar dari gudangnya. Ketersediaan obat-obatan tidak akan bertahan lama, sebab banyak pasien yang dirujuk dan mendapatkan perawatan. “Obat-obatan di gudang sudah mulai habis, tinggal sisanya ini saja,” ungkapnya, kemarin (10/8).

Jumlah pasien yang dirawat di RS Lapangan dipusatkan di halaman RSUD Tanjung mencapai 330 orang. Terdiri dari 291 pasien kondisi sakit, 40 pasien rujukan, 36 orang meninggal dunia, dan 3 orang melahirkan. Yang mendapatkan perawatan di RS Lapangan sebanyak 19 orang dan Pos Tenda 49 orang dengan totalnya mencapai 68 orang.

“Ini pasien dirawat pada hari pertama hingga sekarang, jumlah per hari berbeda-beda,” terangnya.

Bahrudin mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Namun ada belum ada direkomendasikan penambahan stok. Obat yang tersimpan di gudang lebih baik percepat penyaluran ke posko pengobatan, karena Dinas Kesehatan tidak melayani. Setelah pengobatan masa darurat selesai, maka RSUD harus berpikir terhadap ketersediaan obat tersebut. “Kita bingung pascagempa ini,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KLU Khaerul Anwar mempersilakan kepada pihak RSUD meminta obat dibutuhkan. Sebab obat yang tersimpan di gudangnya dan gedung RSUD jenis obatnya berbeda-beda dengan harga berbeda pula.

Terkait ketersediaan obat, banyak sekali bantuan yang sudah masuk ke posko kesehatan di Dinas Kesehatan. Ada beberapa bantuan obat-obatan. Pemerintah Pusat 1,5 ton dan Provinsi NTB 400 kilogram. Sementara kabupaten/kota di NTB maupun di luar NTB belum tercatat. Di samping itu, relawan medis juga membawa obat-obatan yang langsung turun ke lapangan.

Selain itu, ada juga RS Lapangan yang dilengkapi alkes dan obat-obatan di halaman RSUD Tanjumh. Khusus stok obat masih banyak tersimpan baik di gudang farmasi Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Khusus obat-obat di gudang farmasi sudah dibantu dikeluarkan TNI/Polri yang didistibusikan ke posko-posko sesuai permintaan.

Sedangkan, obat-obatan di puskesmas ada yang bisa diambil dan ada yang tidak bisa. Hal tersebut karena banyak gudang obat di puskesmas tertimbun reruntuhan. Misalnya, di Puskesmas Tanjung dan Pemenang belum bisa diambil karena sangat membahayakan keselamatan. Sementara di Puskesmas Nipah hanya bisa diambil sedikit. Sementara di Puskesmas Gangga, Puskesmas Kayangan, Puskesmas Sesait, dan Puskesmas Bayan bisa diambil.

“Insya Allah cukup karena tetap koordinasi dengan pusat, Kemenkes,”  pungkasnya

Ia mengungkapkan, jenis obat-obatan yang tersimpan yaitu obat trauma, gawat darurat, luka-luka tertutup dan terbuka, serta obat operasi. Dalam penyaluran obat ke titik posko tergantung permintaan dari puskesmas. Ribuan titik pengungsian baik di perbukitan maupun tanah lapang masih banyak belum mendapatkan perawatan.

Sementara kebutuhan tenaga medis yang baru terpenuhi hanya 10 persen. Masing-masing tenaga medis di puskesmas ada sekitar empat sampai lima orang. Sedangkan kondisi mereka sudah kelelahan sejak awal pertama gempa itu. Sementara relawan medis yang sudah masuk berasal dari Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, RS Sanglah, BSMI Unair, Yarsi, AHS-UGM, dan Dikes NTB, serta masih banyak relawan langsung turun ke lapangan. (fer/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka