Ketik disini

NTB

Pelaku Wisata Akan Diberi Trauma Healing

Bagikan

MATARAM-Gempa bumi menyebabkan trauma mendalam bagi semua pihak termasuk juga pelaku wisata. Untuk itu, dalam rangka mendukung semangat NTB bangkit, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB menggelar rapat koordinasi. Terkait program trauma healing yang akan diberikan kepada pelaku wisata.
Rapat koordinasi yang digelar di Hotel Puri Indah tersebut menghadirkan para pelaku wisata. Seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, Association of The Indonesian Tours Travel Agent (ASITA) NTB, Polda NTB, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mahasiwa Poltekpar Lombok dan masih banyak lagi.
“Rapat koordinasi ini untuk memantapkan kegiatan trauma healing,” kata pemimpin rapat koordinasi yang juga Wakil Direktur Poltekpar Lombok Farid Said kepada Lombok Post.
Direncanakan, kegiatan ini akan melibatkan 1.500 orang yang berkecimpung dalam dunia pariwisata. Trauma healing akan berlangsung selama enam hari dari tanggal 18-23 September dan akan dilakukan di tiga tempat. Yakni, Senggigi, Gili Trawangan, dan Sembalun. Trauma healing tidak hanya diarahkan pada psikologis saja namun juga secara spiritual dan dibarengi dengan kegiatan mitigasi bencana.
Farid mengatakan, trauma healing sangat perlu dilakukan. Kegiatan ini untuk meyakinkan tamu jika para pelaku wisata di NTB sudah siap menerima tamu dan sudah siap menghadapi bencana apapun. Selain itu, hasil trauma healing diharapkan bisa menjadi motivasi bagi pihak-pihak yang terlibat untuk kembali semangat bekerja.
“Karena sudah di trauma healing, jadi enak rasanya karena trauma healing ini bukan seminar akan lebih banyak permainan pokoknya sebisa mungkin menghilangkan trauma, semacam itu,” pungkas Farid.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD NTB Ridho Ahyana menegaskan, dalam memberikan materi mitigasi bencana, pihaknya juga akan menjelaskan letak jalur-jalur evakuasi, titik kumpul dan lain sebagainya.
“Akan dijelaskan kalau di tempat bangunan tinggi atau di pantai ke mana seharusnya berlari, mau ke mana evakuasi diri, berapa jalur evakuasi yang dibutuhkan dan menghadap ke mana saja,” terang Ridho.
BPBD NTB juga akan melakukan pemeriksaan pada lokasi yang menjadi kegiatan trauma healing. Kemudian memberikan rekomendasi tempat-tempat yang aman dalam rangka penyelamatan diri. (cr-yun/r7)

Komentar

Komentar