Ketik disini

Tanjung

Pembersihan Puing Reruntuhan Terkendala Alat Berat

Bagikan

TANJUNG-Pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan di Lombok Utara terus berlanjut. Namun pembersihan tersebut masih terkendala keterbatasan alat berat.

Kepala Dinas PUPR Lombok Utara mengatakan Zaldy Rahardian mengatakan,  beberapa alat berat tersebut merupakan milik BUMN. Masing-masing BUMN sudah mendapatkan SPMK terkait pembersihan di beberapa bidang.

“Ada yang bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi, dan bidang perdagangan. Dalam SPMK mereka terhitung semenjak 25 Agustus mereka dikontrak Dansatgas,” tuturnya, kemarin (13/9).

Ia mengungkapkan, kontrak BUMN tersebut sebenarnya sudah berakhir, namun dansatgas masih menahannya. Hal tersebut yang juga dibahas dalam rapat bersama Sekda dan Bupati Lombok Utara.

“Pada intinya tidak akan ditarik, tetap akan di gunakan untuk memback-up kegiatan pembersihan puing puing ini,” sambungnya.

Ia melanjutkan, keberadaan alat berat BUMN akan tetap di gunakan selama masih dibutuhkan. Hanya saja Pemkab Lombok Utara di APBD-P melalui Bappeda menyampaikan padanya jika alat tersebut masih digunakan. Meskipun jumlahnya 23 unit, tapi ini belum juga maksimal.

“Karena memang luasan wilayah yang terkena dampak ini dibandingkan kabupaten kota lainnya kan 89 persen mengalami kerusakan,” jelasnya.

Sehingga di APBD-P ini akan dialokasikan dana untuk tim dan tambahan alat serta untuk armada pengangkutannya. Persoalan saat ini adalah tempat pembuangan puing-puing tersebut.

Terpisah, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan, kondisi di lapangan masih memiliki keterbatasan jumlah alat berat. Untuk itu, dia dan beberapa perusahaan bertemu dalam sebuah rapat koordinasi, kemarin (13/9).

“Beberapa perusahaan yang kemarin bersama kita pada saat tanggap darurat menarik alat beratnya ada yang ke Sumbawa dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kepada Panglima TNI, bahwa dia akan menambah jumlah alat berat. Ia berharap hal tersebut bisa segera terealisasi. Namun beberapa perusahaan yang hadir menyepakati untuk fleksibel dengan kondisi Lombok Utara.

“Apabila masih dibutuhkan alat berat itu akan selalu stay di sini. Tapi memang jumlahnya masih terbatas,” pungkasnya.

Ia mengatakan, prioritas pembersihan untuk saat ini adalah fasilitas umum. Di antaranya seperti sekolah, madrasah, masjid hingga hunian masyarakat.

Terkait jumlah alat berat, Najmul mengaku belum ada penambahan. Namun pihaknya masih mempertahankan alat berat yang ada. Alat berat yang dominan saat ini merupakan milik TNI, dan Polri.

“Dan belum ada yang menjanjikan penambahan. Tetapi yang berani mereka jamin adalah mempertahankan alat berat yang sudah ada dulu,” tandasnya. (fer/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka