Ketik disini

Kriminal

Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Benih Kedelai Tunggu Hasil Audit

Bagikan

MATARAM-Penyidikan dugaan penyimpangan dana bantuan benih kedelai masih bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng). Jaksa tinggal menunggu audit kerugian negara untuk selanjutnya menetapkan tersangka.

Kajari Loteng Ely Rahmawati mengatakan, hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih berproses. Pihaknya tinggal menunggu itu, untuk dijadikan salah satu alat bukti dalam penetapan tersangka.

”Kalau ada perhitungan kerugian keuangan negara, baru kita bisa tetapkan tersangka,” kata Ely, kemarin (12/9).

Ely menjelaskan, langkah penyidikan jaksa masih pada tahapan pengumpulan alat bukti. Selain hasil audit kerugian negara, jaksa penyidik terus meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait.
”Pemeriksaan kita kebut. Hari ini (kemarin, Red) saja ada pemeriksaan,” ujar Ely yang ditemui di Polda NTB.

Sejauh ini, jaksa telah memeriksa sejumlah saksi. Antara lain, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, penyuluh lapangan, kepala UPT, dan pejabat dari dinas terkait dalam proyek tersebut.

Pemeriksaan juga menyasar kelompok tani penerima bantuan. Diketahui, bantuan ini diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan) di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Janapria, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Barat, dan Kecamatan Praya Barat Daya

Mengenai langkah audit kerugian negara, Kejari Loteng telah melakukan ekspose bersama BPK. Ekspose itu untuk menindaklanjuti penyidikan jaksa terkait dugaan korupsi bantuan benih kedelai 2017 di Loteng.

Pengadaan benih kedelai didanai APBN Perubahan 2017. Disalurkan pemerintah pusat, langsung ke kelompok tani (poktan). Penyalurannya bukan berupa barang, tetapi uang yang ditransfer ke masing-masing poktan. Dana yang digelontorkan mencapai Rp 12,6 miliar.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka