Ketik disini

Headline Metropolis

Formasi CPNS Masih Diutak-Atik

Bagikan

MATARAM-Setelah kuota formasi CPNS diterima, pemerintah daerah perlu menetapkan formasi jabatan. Formasi itu harus tuntas sebelum pendaftaran dibuka, 19 September mendatang.
”Karena kuota kurang, itu harus diolah kembali,” kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Yus Harudian Putra, kemarin (13/9).

Dalam usulan sebelumnya, Pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB mengusulkan 6.133 formasi. Terdiri dari guru TK/PAUD 43 formasi, guru kelas 1.305 formasi, guru agama 395 formasi, guru penjaskes 394 formasi, guru bimbingan konseling 12 formasi, dan guru mata pelajaran 1.322 formasi. Selain itu tenaga kesehatan 1.443 formasi, tenaga infrastruktur 358 formasi, tenaga teknis lainnya 446 formasi, dan jabatan pelaksana 415 formasi.

Tapi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hanya memberikan 2.915 formasi CPNS. Karena itu, susunan formasi jabatan juga harus disesuaikan. Dari kouta yang ada, pemerintah daerah menentukan berapa tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan berapa tenaga teknis lainnya.

”Kami upayakan secepatnya selesai,” ujar Yus.

Sembari menyusun formasi jabatan, pemerintah daerah juga menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) rekrutmen CPNS dari Kemenpan-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Juklak-juknis itu akan menjadi pedoman teknis rekrutmen CPNS. Di dalamnya akan menjelaskan secara detail syarat pendaftaran.

”Sampai sekarang kami masih menunggu itu,” katanya.

Juklak juknis juga mengatur bagaimana rekrutmen CPNS jalur khusus. Baik bagi honorer ketegori dua (K2), lulusan cumlaude, penyandang disabilitas, warga diaspora, dan atlet berprestasi tingkat internasional.

”Kami belum tahu teknisnya seperti apa,” terangnya.

Khusus honorer K2, Pemprov tengah mendata berapa jumlah se-NTB. Mereka akan diverifikasi mana yang memenuhi syarat ikut seleksi. Di NTB, honorer K2 sebagian besar merupakan tenaga guru dan kesehatan. Pemprov sendiri tidak punya tenaga honorer K2. Sebab sebelumnya, guru dan tenaga kesehatan di bawah tanggungjawab kabupaten/kota.

”Kami belum bisa sebutkan berapa jumlahnya, karena Pemkab sedang memverifikasi,” terangnya.

Tes CPNS akan dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Di NTB sudah ditentukan lima titik lokasi tes yakni di Kota Mataram, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kabupaten Bima. ”Peserta bebas menentukan lokasi tes di mana,” kata Kepala BKD H Fathurrahman.

Dalam waktu dekat, tim terpadu BKN akan turun mengecek kesiapan lokasi tes. Mereka akan meninjau kondisi gedung, sarana dan prasarana. Itu untuk memastikan lokasi tes benar-benar layak. ”Kami berkoordinasi agar tim daerah dilibatkan,” harapnya.

Sementara itu, Sekda NTB H Rosiady Sayuti mengharapkan proses seleksi CPNS berjalan dengan baik. Semua tahapan pelaksaan sudah disusun, tinggal direalisasikan dalam proses seleksi nanti.

Ia mengakui, tenaga kesehatan dan pendidikan paling banyak dibutuhkan saat ini. Tapi bidang lain juga sama-sama dibutuhkan. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka