Ketik disini

Metropolis

Bank NTB Syariah Diresmikan

Bagikan

MATARAM-Bank NTB akhirnya resmi dikonversi menjadi Bank NTB Syariah. Peresmian digelar di Ballroom Islamic Center, kemarin (13/9) oleh Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi disaksikan jajaran manajemen Bank NTB Syariah, OJK, BI, pada pemegang saham, dan mitra Bank NTB Syariah.

”Kita semua akan mendukung terus untuk kemajuan dan kesuskesan bank ini,” kata Gubernur usai peresmian Bank NTB Syariah tersebut.

Ia mengatakan, dengan Bank Syariah melalui proses yang panjang, merupakan bukti hasil tidak akan mengkhianati proses. Dia menekankan betapa konversi selama ini telah diikhtiarkan melalui proses akuntabel dan transparan.

”Ke depan diharapkan Bank NTB Syariah akan mendapatkan kepercayaan yang berlipat-lipat dari masyarakat,” tambahnya.

Proses konversi yang berjalan dua tahun merupakan suatu ajang pembuktian. Dimana setelah proses ini harus lebih baik dibanding sebelumnya.

”Jalanlah dengan pedoman yang baik, dan pastikan bank daerah kita adalah bank yang kuat,” terangnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setulus-tulusnya kepada seluruh insan perbankan di NTB. Termasuk Bank NTB Syariah. Apalagi perbankan sangat berperan dalam penggerakan roda perekonomian daerah.

”Semua adalah bagian aktor utama dari pembangunan dan pertumbuhan di NTB,” imbuhnya.

DI tempat yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTB Farid Faletehan menerangkan, Izin dan SK Bank NTB Syariah keluar 4 September lalu. Setelah izin bank syariah keluar, langsung dilanjutkan ke proses berikutnya. Bank NTB Syariah harus mengurus ke Bank Indonesia terkait sistem pembayaran. Kemudian diberi watu 60 hari harus go live dan minimal 10 hari sebelum go live harus dipublikasikan di media massa.

”Tanggal 24 September Bank NTB Syariah akan go live,” terangnya.

Ia menjelaskan sebelum izin keluar, OJK memastikan semua proses sudah sesuai. Sehingga semua proses konversi sudah clear. Namun, setelah diresmikan harus ada yang diperhatikan. Dimana setelah launching pasti ada tantangan menanti.

”Proses konversi itu butuh waktu, butuh energi, dan lainnya,” ujarnya.

Ia berpesan saat operasional Bank NTB Syariah, bisnis perlu ditingkatkan. Bahkan diharapkan mudah-mudahan aset Bank NTB Syariah bisa tembus Rp 10 triliun. ”Kalau aset ini tercapai, maka share bank syariah mencapai 32 persen,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani di tempat yang sama pula mengatakan, BI terus memberikan atensi dalam proses konversi Bank NTB menjadi bank syariah. Dalam prosesnya sebelum konversi, Bank NTB diminta melengkapi semua ketentuan administrasi dan kepemilikan. Termasuk laporan terkait perbankan syariah dan diaturnya peserta operasi pasar keuangan yang memiliki pola berbeda dari sebelumnya.

”Dengan konversi ke syariah cara transaksi dengan Bank Indonesia juga memiliki kekhasan,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum go live pada 24 September, Bank NTB Syariah perlu melakukan konversi pemindahan dana dari konvensional ke syariah. Ini telah direncanakan sesuai dengan jadwal dan dipastikan selesai tepat waktu.

”Semua proses sudah clean and clear,” imbuhnya.

Harapannya ke depan sebagai bank syariah, Bank NTB Syariah harus memberikan layanan terbaiknya. Karena hal ini bisa menjadi modal membangun lebih dekat kepada kebutuhan layanan masyarakat. Termasuk dari sisi layanan perbankan maupun pembiayaan.

”Insya Allah tidak ada masalah lagi dan bisa lancar,” ujarnya.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo mengatakan, konversi ini proses perubahan atas suatu eksistensi, untuk berkembang menjadi lebih baik, lebih besar, dan lebih memberi manfaat. Kalau dilihat secara operasional, konversi yang sudah disiapkan sejak dua tahun harus bisa lebih baik lagi kedepannya.

”Bisnis dan semuanya terus berjalan. Kami tidak mengurangi proses layanan ke masyarakat,” terangnya.

Menindaklanjuti proses recovery yang disarankan, manajement baru akan melakukan hal-hal yang diarahkan OJK. Paling tidak menumbuhkan capaian yang telah dicapai manajement sebelumnya. Mudah-mudahan aset bisa di atas Rp 10 triliun.

”Kalau membicarakan target yang ingin dilakukan kini, bagaimana berupaya aset berimbang,” tambahnya.

Menurutnya sejauh ini dukungan OJK dan BI luar biasa dalam proses konversi. Kemudahan dan progresifnya sangat luar biasa. Ke depan beberapa sinergi bisa dilakukan. Paling tidak capaian sebelumnya bisa dicapai.

”Triwulan terakhir yang urgent bagaimana upaya agar aset tetap tumbuh,” katanya.

Direktur Utama Bank NTB Periode 2009-2018 H Komari Subakir mengatakan proses konversi semua sudah disiapkan cukup lama. Termasuk undangan dalam peresmian Bank NTB Syariah ini.
”Agenda ini mengundang mitra yang selalu mensupport Bank NTB,” katanya.

Ia menjelaskan dalam proses konversi, semua work plan terlaksana dengan baik. Pesan yang disampaikan otoritas dan BI, adalah menjaga likuiditas pasca konversi ke syariah. Namun, dalam hal ini pemegang saham langsung menyampaikan likuiditas terjaga dengan baik dan keuangan bank pada posisi yang sangat baik. Menurutnya manajement yang baru sudah disiapkan dalam bentuk corporate plan. Dalam corporate plan ini sudah disiapkan strateginya.

”Ke depan kita harus jaga relasi dengan mitra,” tambahnya.

Menurutnya masih ada satu pekerjaan ekstra Bank NTB Syariah ke depannya terkait membangun produk dan jasa bank syariah yang lebih baik. Hal ini penting untuk penyiapan peningkatan daya saing.

”Saat ini baru 30 persen penyiapannya,” terangnya.

Ia menambahkan dengan menjadi bank syariah maka Bank NTB Syariah masuk ke persaingan yang tak kalah hebat. Dimana dalam bisnis akan bersaing dengan sesama bank syariah dan bank konvensional.

”Targetnya nanti harus memiliki produk jasa yang kompetitif dan bisa menjaga dan meningkatkan daya saing Bank NTB,” tandasnya. (nur/adv)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka