Ketik disini

Headline Metropolis

Galang Dana untuk Gempa Lombok-Sumbawa di Jakarta, Sepeda Jokowi Dilelang Rp 1 Miliar, Sepeda TGB Rp 500 Juta

Bagikan

JAKARTA-Sepeda milik Presiden Joko Widodo dilelang Rp 1 miliar dalam malam penggalangan dana untuk gempa Lombok di Jakarta, tadi malam (14/9). Sementara sepeda milik Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi laku Rp 500 juta dalam pelelangan yang juga berbarengan dengan peluncuran buku “TGBNomics” di salah satu hotel di Jakarta tersebut.

Acara amal dan peluncuran buku “TGBNomics” tersebut diawali penampilan Elek Yo Band, yang diisi para menteri Kabinet Kerja. Mereka berkolaborasi dengan artis Yuni Sara.

Hadir Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, dan pengamat ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali. Juga hadir para pengusaha nasional.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi dalam sambutannya mengatakan, ia yakin peserta hadir bukan sekedar ingin menghadiri peluncuran buku TGBNomics. Tetapi merupakan wujud solidaritas, kebersamaan dan kecintaan kepada warga NTB. Setelah 10 tahun memimpin NTB, TGB akan mengakhiri tugasnya sebagai gubernur pada 17 September.

”Suka dan dukanya luar biasa,” katanya.

Cobaan dan tangangan silih berganti. Bahkan di akhir kepemimpinannya terjadi bencana gempa luar biasa. Tetapi di tengah cobaan yang besar itu, otimisme masyarakat NTB masih sangat kuat. Apalagi dukungan dan bantuan dari seluruh Indonesia datang mengalir ke NTB.

Kepedulian saudara dari berbagai daerah membuatnya merasa sangat bersyukur sebagai bagian dari bangsa Indonesia. ”Dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan, pada saat bencana, saat itulah jati diri kita sebagai bangsa tampak nyata,” ujarnya.

Buku TGBNomics sendiri kata dia menggambarkan landasan-landasan, langkah strategis, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh pelaksana pembangunan di NTB. Hasil kerja itu mampu meningkatkan perekonomian dan pemerataan di NTB.

”Ini adalah ungkapan dari ikhtiar nyata yang dikerahkan dari sepenuh-penuh kayakinan,” ujarnya.

Bila di awal kepemimpinannya, NTB kerap dipelesetkan dengan Nasib Tidak Baik. Maka kini NTB berubah menjadi Nasib Ternyata Baik. Buku TGBNomics berisi beberapa hal, termasuk testimoni para tokoh tentang dirinya. Banyak hal yang mereka utarakan, meski ada yang tidak ada dalam dirinya. Tapi semua itu membantuk gambaran utuh, di NTB terjadi dinamika pembangunan luar biasa.

Berkat dukungan pusat dan seluruh pihak, di NTB terjadi pertumbuhan yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi tahun 2017 tanpa tambang 7,1 persen, terbaik ketiga nasional. Pengangguran mampu ditekan menjadi 3,32 persen, dan menjadi keenam terendah di Indonesia. Kemiskinan pun ditekan dari 24 persen pada 2018 menjadi 14,7 persen di 2018. Penurunan angka kemiskinan hampir 10 persen dalam kurun waktu 10 tahun.

”Gini rasio tingkat ketimpangan juga bisa ditekan,” katanya.

Semua capaian itu merupakan kerja keras bersama. Mulai dari pemerintah pusat, presiden, gubernur, hingga perangkat daerah. Pengalaman itu kemudian dituangkan ke dalam buku TGBNomics.
Ia berharap, buku TGBNomics bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin muda di Indonesia. Menurutnya, semakin banyak kepemimpinan yang dinamis dan inovatif, akan semakin baik bagi bangsa Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko saat membuka acara mengatakan, aset besar bangsa Indonesaia adalah persatuan, kesatuan dan persaudaraan. Sebagai sebuah bangsa yang bersatu, ia berharap semua peserta memberikan sumbangsihnya bagi korban gempa di Lombok dan Sumbawa yang sedang kesulitan.

”Tidak ada salahnya saudara sekalian ikut berpartisipasi dalam meringankan beban saudara kita,” imbuhnya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka