Ketik disini

Tanjung

Kemenag Jangan Bengong Aja! Pascagempa, Logistik Ponpes Perlu Diperhatikan

Bagikan

TANJUNG-Sebagian besar pondok pesantren (ponpes) di Lombok Utara ikut terdampak gempa. Pemkab Lombok Utara menilai tak hanya fisik, namun kebutuhan logistik di ponpes juga perlu diperhatikan.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan, ponpes harus diperhatikan serius. Hal ini mengingat jumlah siswanya bisa mencapai 700-800 orang dan tinggal di asrama.

“Maaf, untuk memberikan makan untuk 800 orang ini tidaklah mudah. Sehingga kemarin saya belikan beras dan saya kirim ke pondok-pondok itu yang ada muridnya di asrama,” jelasnya.

Pemenuhan kebutuhan logistik itu dilakukan agar aktivitas belajar mengajar di ponpes bisa berjalan normal kembali. Najmul mengatakan, hal ini sangat penting untuk dipikirkan bersama. Ponpes menjadi satu bagian pendidikan yang harus segera dipulihkan di Lombok Utara.

“Kalau anak-anak di sana tidak dipastikan logistiknya, saya pikir orang-orang pondok juga akan takut memasukkan anak didiknya ke sana,” sambungnya.

Keberlangsungan hidup ponpes tergantung pada pembayaran SPP yang diterima dari murid. Terutama untuk kebutuhan logistik sehari-harinya. Hal ini tentu akan menjadi berat bagi wali murid, mengingat kondisi pascagempa ini.

“Sebab untuk konteks saat ini seperti uang pembayaran SPP dan lainnya, wali murid juga¬† adalah sesuatu yang sangat berat,” ujarnya.

Untuk itu, hal ini yang harus dimaklumi oleh Kementerian Agama (Kemenag). Ia berharap Kemenag pun akan memiliki pemikiran yang serupa. Kemenag diminta untuk benar-benar memperhatikan ponpes dari semua aspek. Mulai dari bantuan fisik, tunjangan untuk guru-guru dan staf di ponpes, hingga permasalahan logistiknya.

“Dan kalau hanya memeperhatikan madrasah negeri, itu lebih parah lagi menurut saya,” pungkasnya. (fer/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka