Lombok Post http://www.lombokpost.net Pertama dan Terbesar di Nusa Tenggara Barat Mon, 20 Nov 2017 16:54:22 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.8.3 Hj Ermalena dan BKKBN Dukung Lomba Hias Perahu Tanjung Luar http://www.lombokpost.net/2017/11/21/hj-ermalena-dan-bkkbn-dukung-lomba-hias-perahu-tanjung-luar/ Mon, 20 Nov 2017 16:54:22 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150314 LOTIM– Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) NTB dan Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hj.Ermalena ikut memeriahkan lomba rias perahu di Tanjung Laur Lotim Sabtu (18/11). Lomba ini sendiri merupakan bagian dari kegiatan budaya masyarakat Tanjung Luar yang digelar satu kali dalam satu tahun. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur […]

The post Hj Ermalena dan BKKBN Dukung Lomba Hias Perahu Tanjung Luar appeared first on Lombok Post.

]]>
LOTIM– Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) NTB dan Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hj.Ermalena ikut memeriahkan lomba rias perahu di Tanjung Laur Lotim Sabtu (18/11).

Lomba ini sendiri merupakan bagian dari kegiatan budaya masyarakat Tanjung Luar yang digelar satu kali dalam satu tahun. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada para nelayan.

“Kami bersyukur BKKBN dan Hj.Ermalena mau mensuport kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ungkap salah seorang panitia lomba.

Dalam acara itu BKKBN dan Hj.Ermalena mengajak masyarakat untuk mengikuti perogram KB 2 anak cukup bahagia sejahtera.

“Cukup dua anak saja gak usah banyak, boleh lebih asalkan mampu membiayai kehidupan mereka,”. pesan Ermalena kepada ribuan masyarakat yang hadir.

Sementara itu Kepala BKKBN Provinsi NTB L. Makripuddin menegaskan bahwa BKKBN hadir memberikan solusi kepada masyarakat, agar menjadi warga  yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara.

“Menentukan jumlah keluarga dalam satu rukun keluarga, harus dimulai dari sekarang supaya generasi bangsa kedepan jauh lebih baik dari generasi kita yang sudah lampau,” tegasnya.

Dia juga terkesan dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti acara dari pagi hingga petang itu, beberapa pertanyaan sat dialog, masyarakat Tanjung Luar banyak yang dapat menjawab dengan benar.

“Pertanyaan terkait perogram BKKBN semua dapat menjawab dengan benar, itu menandakan bahwa masyrakat tanjung luar sudah paham dengan program KB, tinggal satu pekerjaan lagi yaitu mencegah pernikahan dini” ungkapnya.

Terkait pernikahan dini, kepala desa tanjung Luar Mukti Ali menegaskan bahwa, pernikahan dini di desanya masih menjadi masalah yang cukup sulit dipecahkan. Namun ia yakin  program BKKBN bias menjadi salah satu solusi.

“Masyarakat harus ikut KB dan menentukan jumlah keluarga dalam satu keluarga agar kehidupan generasi kita kedepan dapat lebih maju,” tegasnya.(man)

 

The post Hj Ermalena dan BKKBN Dukung Lomba Hias Perahu Tanjung Luar appeared first on Lombok Post.

]]>
Hanura Mulai Tancap Gas http://www.lombokpost.net/2017/11/20/hanura-mulai-tancap-gas/ Mon, 20 Nov 2017 11:01:46 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150295 MATARAM- Mesin politik Hanura akhirnya panas juga. Sempat menuai kritik karena dianggap terlalu lama berproses, kini partai tersebut sudah menentukan pilihan. “Tiga calon kepala daerah sudah dipanggil,” kata Ketua Hanura NTB H Mudahan Hazdie, akhir pekan lalu. Dia menjelaskan, calon kepala daerah yang dipanggil adalah yang sudah pasti mendapat dukungan. Di Lombok Barat (Lobar) pilihan […]

The post Hanura Mulai Tancap Gas appeared first on Lombok Post.

]]>
MATARAM- Mesin politik Hanura akhirnya panas juga. Sempat menuai kritik karena dianggap terlalu lama berproses, kini partai tersebut sudah menentukan pilihan.

“Tiga calon kepala daerah sudah dipanggil,” kata Ketua Hanura NTB H Mudahan Hazdie, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, calon kepala daerah yang dipanggil adalah yang sudah pasti mendapat dukungan. Di Lombok Barat (Lobar) pilihan jatuh pada paket Farin-Muammar. Sedangkan di Lombok Timur (Lotim) Hanura mendukung Sukiman-Rumaksi, dan untuk Kota Bima, pilihan jatuh pada Lutfi-Feri.

Baca Juga :

 “Mereka sudah bertemu langsung dengan Ketum Hanura OSO (Oesman Sapta Odang, Red),” katanya.

Mengenai materi pembicaraan, Mudahan mempersilakan untuk menanyakan langsung para bakal calon. Nauvar Furqoni Farinduan sang kandidat Lobar mengatakan Hanura sudah final mendukungnya.

“Insya Allah sudah fix,” katanya mengacu pertemuan terbaru dengan OSO.

Mengenai apa saja bahasan selama pertemuan, termasuk strategi pemenangan yang akan dijalankan bersama Hanura, ia memilih tak banyak menjabarkannya.

“Kita tunggu saat deklarasi ya,” katanya.

Relawan Sukiman-Rumaksi bahkan langsung tancap gas dengan rekomendasi yang diberikan DPP Hanura tersebut. Dukungan Hanura menjadi sangat penting karena menggenapkan keperluan syarat dukungan yang harus dipenuhi.

“Dengan bergabungnya Hanura maka terpenuhi persyaratan untuk pencalonan ke KPU,” bunyi rilis relawan yang disebarkan.

Sebelumnya paket tersebut sudah mengantongi sembilan kursi. Partai yang lebih dulu mendukung adalah Nasdem, PBB, dan PPP yang masing-masing memiliki tiga kursi. Dengan tambahan lima kursi Hanura, kini Sukiman-Rumaksi sudah mengantongi 14 dari hanya 10 kursi yang dipersyaratkan. Kini mereka bisa makin fokus turun menyapa masyarakat setelah persyaratan terpenuhi.

Hanura kini menyisakan satu PR lagi. Memastikan arah dukungan untuk Pilgub NTB 2018. Calon terkuat yang kini mengerucut adalah H Ahyar Abduh. Namun, Ahyar masih harus menghadapi sejumlah saingan lain seperti H Subuhunnuri yang kader Hanura ataupun HL Gede M Ali Wirasakti Amir Murni yang memiliki kedekatan melalui basis massa NW Anjani. (yuk/r4)

 

The post Hanura Mulai Tancap Gas appeared first on Lombok Post.

]]>
Curahan Hati Penghuni Penjara Lewat Puisi http://www.lombokpost.net/2017/11/20/curahan-hati-penghuni-penjara-lewat-puisi/ Mon, 20 Nov 2017 10:57:37 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150301 Jeruji besi dan tembok tinggi mengekang kebebasan mereka. Tetapi tidak hatinya. Juga pikiran mereka. Dari sana, lahir sajak-sajak indah. Berisi gambaran mengenai kerinduan mereka akan seorang ibu hingga semangat untuk hidup lebih baik lagi. Merekalah para pemberani. Berani untuk tetap hidup dan waras dari dalam penjara. == == == == == == Aula Lembaga Pemasyarakatan […]

The post Curahan Hati Penghuni Penjara Lewat Puisi appeared first on Lombok Post.

]]>
Jeruji besi dan tembok tinggi mengekang kebebasan mereka. Tetapi tidak hatinya. Juga pikiran mereka. Dari sana, lahir sajak-sajak indah. Berisi gambaran mengenai kerinduan mereka akan seorang ibu hingga semangat untuk hidup lebih baik lagi. Merekalah para pemberani. Berani untuk tetap hidup dan waras dari dalam penjara.

== == == == == ==

Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram mulai ramai dipenuhi pengunjung, Rabu (15/11) lalu. Ini merupakan hari kunjungan. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah mendapat vonis inkrah, diberi kesempatan dikunjungi keluarganya.

Tetapi  hari itu  ada yang berbeda. Sekitar pukul 09.30 Wita, seorang pria yang mengenakan jaket hitam, terlihat berjalan tegap ke tengah aula. Di tangan kirinya, terlihat sebuah buku yang ia genggam dengan mantap.

Tak lama, setelah berada di tengah aula, bait-bait sajak indah, mengalir dari mulutnya. Sejenak aula hening. Mata para penghuni tertuju pada pria yang tengah membacakan puisi dalam iringan petikan gitar.

Baca Juga :

Mari kita berbenah saudaraku

Walau kita hina di mata orang, menakutkan di mata orang

Atau bahkan mungkin menjijikkan di mata orang, jangan pernah hirau

Karena kita adalah kesatria pilih tanding

Yang ditempa panas dan pahit getir kehidupan

Tak bergeming oleh hempasan topan badai dan hempasan gelombang zaman

Dari bait puisinya, dia juga mengajak rekannya, yang sama-sama menjalani hukuman di Lapas Mataram, untuk tetap semangat. Mengubah diri menjadi lebih baik. Meski saat ini mereka menjadi pesakitan yang tinggal di balik jeruji penjara.

Jangan habiskan waktu untuk menangis sesali nasib

Melamun renungi masa lalu yang tidak mungkin kembali

 Lihatlah… Wajah manis dan senyum polos belahan jiwamu yang menunggu

Dan, lambaian mesra serta tatapan syahdu sang kekasih yang telah lama menahan rindu

Berbenahlah kawan..

Namanya Mustiadi, hari itu dia didaulat untuk membacakan puisi ciptaannya sendiri. Ini setelah Mustiadi menjadi juara lomba puisi yang diselenggarakan WBP dan Lapas Mataram.

Bersama Mustiadi, ada sekitar 39 WBP yang turut serta dalam pentas seni ini. Beberapa di antara mereka bahkan mampu membuat puisi dengan indah.

Salah satunya Asmawi. Pria yang medapat vonis 5 tahun penjara ini, menceritakan isi hatinya dalam puisi berjudul ‘Ibu yang Telah Tiada’. Puisi yang Asmawi bacakan, tidak saja menguras emosinya sendiri. Beberapa WBP dan pengunjung yang mendengar puisi Asmawi, tak sanggup menahan air matanya.

Kerinduan dengan ibu yang telah pergi, berpisah dengan istri atau suami dan anak, hingga pengalaman selama berada di lapas, menjadi tema umum dari puisi WBP. Keluh kesah itu dituangkan menjadi puisi.

Ditemui usai penampilan memukaunya, Mustiadi mengatakan, kegiatan dari WBP dan Lapas Mataram sebagai hal yang positif. Apa yang seluruh rekannya rasakan, setidaknya bisa terwakili dari puisi-puisi yang telah dibacakan.

”Apa yang kita rasakan di sini sama. Rindu, kangen dengan keluarga, dan juga ingin bebas,” kata Mustiadi.

Sebelum menjalani hukuman, Mustiadi memegang jabatan di desanya. Lima tahun lalu, dia menjabat sebagai Kepala Desa Sigerongan, Lombok Barat (Lobar). Namun, kasus yang menjeratnya membuat dia melepas jabatannya. Bukan itu saja, Mustiadi harus menghadapi konsekuensi dengan hukuman di penjara.

Karena itu, adanya kegiatan pentas seni ini, merupakan salah satu cara agar tidak bosan. Terutama mengikis kekhawatiran mereka setelah keluar nanti.

”Kami memang berharap bebas, tapi setelah di luar terasa ngambang. Karena ada stigma dari masyarakat itu,” ujar dia.

Melihat antusiasme WBP dengan mengikuti pembinaan di Lapas Mataram, Kadivpas Kemenkumham  NTB Dadi Mulyadi mengatakan, kegiatan positif ini akan terus berlangsung. Meski nantinya terjadi pergantian pimpinan.

Menurut Dadi, pembinaan di dalam lapas telah memiliki standar yang harus dipenuhi. Karena itu, dia menjamin siapapun pimpinan nanti, maka pembinaan berupa kegiatan positif, tidak akan berhenti.

”Terus jalan. Karena yang kita inginkan seperti ini. Ada kegiatan-kegiatan positif untuk WBP,” kata dia.

Selama ini, pembinaan WBP hanya dilakukan lapas. Minim intervensi dari pemerintah terkait bantuan bagi lapas dan WBP untuk kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Karena itu, kegamangan Mustiadi dan ratusan WBP lainnya terkait penerimaan masyarakat di luar, menjadi hal yang wajar.

Saat ini, ada sekitar 945 WBP yang menjalani hukuman di Lapas Mataram. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen diantaranya merupakan warga Kota Mataram.

Wakil Walikota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, pihaknya sudah membicarakan hal tersebut dengan Kalapas Mataram. Apa yang bisa dilakukan pemkot dalam rangka pembinaan di dalam lapas.

”Sudah kita bicarakan itu, nanti akan ada bantuan,” kata Mohan.

Bagaimana dengan intervensi pemerintah terkait penerimaan masyarakat? Menjawab ini, Mohan hanya mengatakan banyak persoalan secara faktual, yang membuat WBP saat keluar tidak memberi efek jera.

Meski demikian, ikhtiar pemerintah akan terus dilakukan. Salah satunya tentu dengan mendukung penuh kegiatan pembinaan saat di dalam lapas.

”Cara-cara seperti ini akan kita dukung,” pungkasnya.(wahidi akbar sirinawa/r2)

 

The post Curahan Hati Penghuni Penjara Lewat Puisi appeared first on Lombok Post.

]]>
DLH Dapat Dua Dump Truck http://www.lombokpost.net/2017/11/20/dlh-dapat-dua-dump-truck/ Mon, 20 Nov 2017 10:52:23 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150302 MATARAM-Di akhir tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram akan kembali menerima dua unit dump truck dari anggaran APBD tahun 2017. Dengan tambahan dump truck ini diharapkan dapat memaksimalkan kerja tim kebersihan saat mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA).  “Dua dump truck ini sedang proses finishing di pabriknya,” […]

The post DLH Dapat Dua Dump Truck appeared first on Lombok Post.

]]>
MATARAM-Di akhir tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram akan kembali menerima dua unit dump truck dari anggaran APBD tahun 2017. Dengan tambahan dump truck ini diharapkan dapat memaksimalkan kerja tim kebersihan saat mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

 “Dua dump truck ini sedang proses finishing di pabriknya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi.

Irwan mengaku bersyukur mendapat bantuan dump truck ini. Apalagi saat ini anggaran SKPD di Kota Mataram banyak yang dipangkas.

Baca Juga :

Selain dua dump truck dari APBD 2017, pada tahun 2018 DLH kembali mendapatkan dua buah dump truck dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan tambahan empat dump truck pada tahun ini, dia yakin, tugas timnya dalam mengatasi masalah sampah di Kota Mataram dapat lebih mudah.

“Selama ini karena keterbatasan dump truck, petugas harus beberapa kali bolak balik dari TPS ke TPA untuk mengangkut sampah,” ujarnya.

Namun dia menilai, fasilitas ini tidak akan berguna dalam mengatasi sampah di Kota Mataram tanpa adanya kesadaran masyarakat. Jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan, maka sebanyak apapun truk pengangkut sampah yang tersedia, tidak akan bisa membuat kota menjadi lebih bersih.

Terpisah, salah satu warga Babakan, Sweta, Novianti mengapresiasi penambahan jumlah armada dump truk. Dia berharap tambahan armada pengangkut sampah ini membuat proses pengangkutan sampah akan semakin cepat.

“Apalagi kendaraannya masih baru, jadi angkut sampahnya bisa lebih cepat,” kata Novi pada Lombok Post.

Guru honorer di salah satu SD di Kota Mataram ini berharap Pemkot Mataram menganggarkan lebih banyak lagi armada pengangkut sampah. Sehingga, semakin memaksimalkan kerja DLH. Apalagi, beberapa waktu lalu Kota Mataram telah mendapatkan piala adipura, yang berarti permasalahan sampah harus segara tuntas.

“Dengan diraihnya piala adipura beberapa waktu lalu, saya harap Pemkot Mataram bisa semakin aktif menanggulangi masalah sampah,” tandasnya. (cr-tea/r3)

The post DLH Dapat Dua Dump Truck appeared first on Lombok Post.

]]>
Pade Angen Begitu “Seksi”, Kenapa? http://www.lombokpost.net/2017/11/20/pade-angen-begitu-seksi-kenapa/ Mon, 20 Nov 2017 10:52:08 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150303 Dari segi bangunan dan infrastruktur, Pasar Mandalika jauh lebih baik dari Pasar Pade Angen. Tapi sebagian besar pedagang lebih memilih berjualan di pasar penampungan ini. Apa sebabnya?  ——————— SEJAK Almarhum HM Ruslan, pasar penampungan Pade Angen sudah mulai beroperasi. Pasar ini terus eksis, tanpa ada gangguan. Saat ini pasar penampungan tersebut telah menampung lima ratus […]

The post Pade Angen Begitu “Seksi”, Kenapa? appeared first on Lombok Post.

]]>
Dari segi bangunan dan infrastruktur, Pasar Mandalika jauh lebih baik dari Pasar Pade Angen. Tapi sebagian besar pedagang lebih memilih berjualan di pasar penampungan ini. Apa sebabnya?

 ———————

SEJAK Almarhum HM Ruslan, pasar penampungan Pade Angen sudah mulai beroperasi. Pasar ini terus eksis, tanpa ada gangguan. Saat ini pasar penampungan tersebut telah menampung lima ratus lebih pedagang. Pemkot seolah membiarkan pasar ini menjadi besar.

Kini setelah pasar tersebut eksis, pemerintah lalu berencana menutup pasar penampungan tersebut. Tentu ini sangat sulit. Tidak hanya sulit dalam memindahkan pedagang, daya tampung Pasar Mandalika juga kemungkinan besar tidak akan bisa menampung seluruh pedagang di PPade Angen.

“Tidak bisa (Pasar Pade Angen) ini ditutup, kalau lahannya dibeli pemerintah baru bisa,” tandas seorang sumber Lombok Post.

Baca Juga :

Sumber ini menaksir 75 persen pedagang Pasar Mandalika, telah memilih berjualan di Pasar Pade Angen. Padahal pasar ini belum bisa disebut sebagai pasar swasta. Karena sampai saat ini, belum ada kontribusi apapun bagi daerah. Begitu juga tak ada izin untuk oprasional pasar tersebut.

Namun, pemkot tidak bisa menutup mata. Pasar ini tetap diminati pedagang. Jika dilihat kondisinya, kenyataan ini kontradiktif. Dari segi infrastruktur, Pasar Pade Angen sangat buruk. Jalannya becek, lapak pedagang pun terbuat dari bahan semipermanen.

Namun, pasar ini dinilai strategis, karena lebih mudah dijangkau masyarakat. Layout Pasar  Pade Angen lebih memudahkan para pengunjung, masuk ke dalam pasar.  Dalam setiap dua lapak pedagang, selalu ada jalan yang cukup lebar. Sehingga memudahkan pembeli masuk ke dalam.

“Coba bandingkan dengan Pasar Mandalika, jalannya sempit-sempit dan susah dijangkau para pembeli kalau mau masuk ke dalam,” jelas sumber tersebut.

Pasar Mandalika semakin tak disukai pedagang, karena diduga ada praktik pungli dalam pembagian lapak. Sumber ini menceritakan, saat pembagian lot untuk pembagian lapak, hanya untuk bagian tengah saja.

Sedangkan untuk bagian pinggir, hanya boleh ditempati dengan catatan para pedagang harus membayar Rp 7 juta sampai Rp 10 juta.  “Ndak sih dia jual langsung, tapi kalau mau pinggir jalan harus bayar sekian. Mele sedi, bayah semene (mau pinggir bayar segini),” bebernya.

Cara ini ternyata telah membuat banyak pedagang geram. Praktik pungli ini jelas-jelas telah merugikan banyak pedagang. Sehingga banyak yang akhirnya memilih menyewa di pasar penampungan Pade Angen.

“Sekarang malah jadi masalah lagi, kenapa bikin (bangunan) pasar di sebelah timur,” kritiknya.

Bangunan itu semakin membuat Pasar Mandalika semakin tertutup dan sulit diakses. Lorong-lorong semakin sempit, sehingga pasti membuat konsumen enggan datang ke tempat itu.

“Ndak bisa seperti itu, dia ketutup tolang-tolang-nya (ruas jalan),” sesalnya.

Keberadaan bangunan itu diyakini, akan semakin membuat pasar itu akan ditinggalkan para pedagang. Paling yang bertahan hanya pedagang yang berada di kawasan pinggiran pasar.

“Coba lihat bangunannya, sampai mencaplok bahu jalan. Harusnya ini kan tidak boleh, tapi kenapa pemerintah membuatkan seperti itu, ini akan membuat pasar semrawut,” cetusnya.

Sumber ini mengaku punya lapak di Pasar Pade Angen maupun Pasar Mandalika. Ia membayar sewa Rp 600 ribu perbulan atau Rp 7,2 juta pertahun. Tapi penghasilan yang ia dapat di Pasar Pade Angen, jauh lebih baik dari pada di Pasar Mandalika.

“Saya sudah menyewa di Pade Angen sekitar 5 tahun,” tuturnya.

Sementara itu, tanggapan pedagang terkait rencana ditutupnya Pasar Pade Angen sangat beragam. Aminah, salah satu pedagang sayur di Pasar Pade Angen, mengaku sedikit kecewa jika penutupan pasar penampungan ini benar-benar dilakukan. Karena secara tidak langsung akan menutup mata pencahariannya.

“Kalau Pade Angen ini ditutup, lalu kami berjualan di mana?” tanyanya bingung.

Tidak hanya dirinya, pedagang lain pasti akan kelabakan. Karena itu, jika pemerintah berencana menutup pasar ini maka mereka harus diakomodir.

“Semoga kita diberi tempat jualan di Pasar Mandalika,” harapnya.

Namun berbeda dengan Aminah, Inaq Us justru mengaku senang, jika pasar itu ditutup. Dengan catatan Pasar Mandalika harus lebih baik infrastrukturnya. Sehingga para pedagang bisa betah berjualan di sana.

“Ya semoga kondisi Pasar Mandalika nanti lebih bagus,” ujar Inaq Us.

Menurut pedagang ikan ini, jika memasuki musim hujan, ia dan beberapa pedagag lain yang tidak punya los kerap dibuat kerepotan mencari tempat berteduh di Pasar Pade Angen.

Namun ia ragu, apakah Pasar Mandalika akan mampu menampung mereka. Sementara jumlah pedagang di Pasar Penampungan Pade Angen mencapai ratusan.

Saran juga datang dari pedagang lainnya, Muhammad. Kalaupun semua pedagang harus ditata dan dipindahkan semua ke Pasar Mandalika, harus ada penataan jenis jualan. “Yang ikan, buah, dan sayur dipisah saja,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji, melihat persoalan Pasar Penampungan Pade Angen belum terlalu penting untuk dibahas saat ini. Sejauh ini ia melihat keberadaan Pasar Pade Angen justru menopang pasar milik pemerintah.

“Karena dinilai belum menganggu ketertiban masyarakat, ya kita anggap belum jadi masalah untuk dibahas,” ujar Misban.

Politisi PKPI ini menilai arahan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, hanya didasari pada izin tertulis saja. Menurutnya, antara Pasar Mandalika dengan Pasar Penampungan Pade Angen, selama ini justru saling melengkapi.

“Tidak ada gangguan terhadap ketertiban umum. Bahkan saat pedagang di Pasar Mandalika tidak dapat tempat, mereka pindah ke Pade Angen,” ulasnya.

Pemerintah Kota Mataram memang telah kecolongan terkait keberadaan Pasar Penampungan Pade Angen. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, seharusnya pemkot memperhatikan pasar yang sudah ada.

Tapi Pasar Penampungan Pade Angen dibiarkan berjalan. Lahan yang dikelola oleh PT Pade Angen telah dibangunkan ruko. Setiap ruko dijual ke para pedagang. Ada juga sistem sewa.

Kepala Pasar Mandalika Ismail, menanggapi soal rencana pemerintah menutup pasar. Dirinya sebagai pengelola di pasar, mengaku siap saja menampung para pedagang dari Pasar Penampungan Pade Angen.

“Ya, kami siap saja. Tapi yang harus dipikirkan nanti tentu penataannya,” ujar Ismail.

Ia menyadari jumlah lapak di Pasar Mandalika, tidak akan mampu menampung para pedagang dari Pasar Penampungan Pade Angen. Kecuali, para pedagang mau berdesak-desakan untuk berjualan di sana.

Tapi saat ditanya soal ada isu pungli seputar pembagian lapak di Pasar Mandalika, Ismail enggan menanggapi. Ia hanya menjawab jika isu itu tidak benar. “Nggak ada,” ujarnya pendek.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri memastikan siap memindahkan para pedagang dari Pasar Pade Angen. Terutama setelah semua bangunan, fasilitas penunjang, yang saat ini tengah dikerjakan oleh pihak ke tiga di Pasar Mandalika tuntas dikerjakan.

“Kemarin proses revitalisasi begitu panjang sehingga mereka betah di situ (Pasar Pade Angen),” terangnya.

Jika tahapan pembuatan blok ruko, fasilitas ibadah, toilet dan lainnya selesai, Alwan yakin akan mendorong minat para pedagang untuk pindah ke pasar pemerintah. Apalagi dari segi kebersihan, Pasar Mandalika jauh lebih rapi dari pada pasar penampungan yang saat ini ditempati pedagang.

“Dari segi lokasi memang mudah dijangkau, itu salah satu faktor yang buat pedagang di sana betah, tapi kalau fasilitas sudah lengkap, kenapa tidak,” terangnya.

Ia membenarkan pasar itu tidak mengantongi izin apapun. Sehingga memang belum layak disebut sebagai pasar swasta. “Tidak ada izinnya,” tegas Alwan. (zad/cr-tea/r3)

The post Pade Angen Begitu “Seksi”, Kenapa? appeared first on Lombok Post.

]]>
Lombok Mulai jadi Primadona http://www.lombokpost.net/2017/11/20/lombok-mulai-jadi-primadona/ Mon, 20 Nov 2017 09:40:36 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150292 JAKARTA-Nama Indonesia makin populer di mata turis Korea Selatan. Duta Beaar Indonesia untuk Korsel Umar Hadi mengatakan, Lombok menjadi destinasi wisata favorit turis Korsel. Terlebih sdtelah reality show Youn’s Kitchen yang berlokasi syuting di Lombok ditayangkan. “Lombok jadi sangat populer di Korsel,” kata Umar kemarin (19/11). Karena itu juga, kata Umar, maskapai penerbangan Korean Air […]

The post Lombok Mulai jadi Primadona appeared first on Lombok Post.

]]>
JAKARTA-Nama Indonesia makin populer di mata turis Korea Selatan. Duta Beaar Indonesia untuk Korsel Umar Hadi mengatakan, Lombok menjadi destinasi wisata favorit turis Korsel. Terlebih sdtelah reality show Youn’s Kitchen yang berlokasi syuting di Lombok ditayangkan.

“Lombok jadi sangat populer di Korsel,” kata Umar kemarin (19/11).

Karena itu juga, kata Umar, maskapai penerbangan Korean Air membuka penerbangan sewaan dari Incheon ke Lombok selama Oktober-Desember 2017. Ada lima penerbangan ke Lombok sepanjang tiga bulan itu. “Sekali penerbangan kapasitasnya 250 orang. Dan semua chartered flight itu fully booked,” ungkap Umar.

Baca Juga :

Menurut Umar, popularitas Lombok juga cukup menarik perhatian stasiun-stasiun televisi dan rumah produksi. Mereka berniat untuk melakukan syuting di Lombok setelah melihat keindahan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu lewat tayangan Youn’s Kitchen.

Beberapa minggu belakangan, kata Hadi, pihaknya banyak menerima permohonan pengambilan gambar di Indonesia untuk program-program televisi swasta. Tanpa banyak pertimbangan, Umar mengiyakan permohonan mereka. “Saya bilang kasih saja semuanya. Mudah-mudahan makin banyak (turis dari Korsel) yang mau berkunjung ke Indonesia,” kata dia.

Dengan makin dikenalnya Indonesia lewat program-program televisi yang tayang di Korsel, Umar berharap jumlah turis yang datang ke Indonesia semakin meningkat. Menurut data 2016, jumlah turis Korsel yang datang ke Indonesia mencapai 340-350 ribu. Jumlah tersebut, kata Umar, bisa meningkat jika akses menuju Indonesia lebih banyak lagi. Yakni dengan menambah jumlah penerbangan langsung.

Menurutnya, saat ini hanya ada enam penerbangan langsung dari Korsel ke Indonesia. Dua penerbangan tujuan Jakarta dan Bali yang disediakan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dua kali penerbangan dari ke Jakarta dan Bali yang disediakan oleh Korean Air, dan dua kali penerbangan ke Jakarta dan Denpasar yang disediakan oleh Asiana Airlines.

Jumlah penerbangan langsung itu jauh di bawah penerbangan langsung dari Korsel ke Thailand dan Vietnam. Dari Korsel, ada 20 penerbangan langsung ke Thailand dan 30 penerbangan langsung ke Vietnam dalam sehari.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana menilai air connectivity masih jadi salah satu problem utama pariwisata Indonesia.  Pitana mengatakan, saat ini, pihaknya terus meningkatkan dukungan konektivitas udara internasional ke Indonesia sekaligus mempromosikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pitana mencontohkan strategi yang digunakan Jepang untuk menarik wisatawan. Menurutnya, Negeri Matahari Terbit itu berhasil mencapai target pertumbuhan double growth. Dari target 10 tahun, Jepang hanya butuh 4 tahun untuk memenuhi target tersebut.

“Dan semuanya bisa tercapai karena mereka sukses mengembangkan air connectivity,” papar Pitana. (and/JPG/r5)

The post Lombok Mulai jadi Primadona appeared first on Lombok Post.

]]>
Lotim Tanggap Darurat Tujuh Hari http://www.lombokpost.net/2017/11/20/lotim-tanggap-darurat-tujuh-hari/ Mon, 20 Nov 2017 09:37:45 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150291 MATARAM-Pemprov NTB menetapkan masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari. Berlaku sejak kemarin sampai tanggal 24 November 2017. Itu ditetapkan karena dampak bencana banjir Lombok Timur cukup parah. Hingga kemarin, dua orang meninggal dunia, yakni Wasila Cantika 9 tahun warga Desa Sepit, Kecamatan Keruak dan Rozi Gazali, 16 tahun warga Dusun Mungkik, Desa Pandan Wangi, […]

The post Lotim Tanggap Darurat Tujuh Hari appeared first on Lombok Post.

]]>
MATARAM-Pemprov NTB menetapkan masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari. Berlaku sejak kemarin sampai tanggal 24 November 2017. Itu ditetapkan karena dampak bencana banjir Lombok Timur cukup parah.

Hingga kemarin, dua orang meninggal dunia, yakni Wasila Cantika 9 tahun warga Desa Sepit, Kecamatan Keruak dan Rozi Gazali, 16 tahun warga Dusun Mungkik, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru.

Mayat Rozi ditemukan mengapung sekitar pukul 09.30 di Kali Embung Gembong Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru, kemarin. Rozi diduga ikut terseret arus banjir yang berlangsung Sabtu malam (18/11).

Baca Juga :

“Mayat tersebut ditemukan saat tim gabungan TNI-Polri dan BPBD dibantu masyarakat melaksanakan pembersihan di Desa Sepapan. Masyarakat yang melihat sosok mayat yang terapung di pinggir kali Embung Gembong kemudian melaporkan kepada tim gabungan,” terang Kapolres Lotim AKPB M Eka Fathurrahman.

Tim pun akhirnya bergerak melakukan evakuasi dengan mengangkat mayat tersebut ke mobil Ambulans Puskesmas Jerowaru. Setelah beberapa menit berada di Puskesmas, identitas korban masih belum dikenali. Sehingga pihak Polres Lotim membuat pengumuman kepada masyarakat melalui media sosial dan informasi langsung kepada masyarakat sekitar Keruak dan Jerowaru.

Tak lama berselang, baru keluarga korban datang. Ibu korban atas nama Inaq Dedi tak kuasa menahan tangis ketika melihat jenazah pria kelahiran 2001 ini terbujur kaku di Puskesmas Jerowaru.

Sebelum meninggal dunia, Rozi diketahui Sabtu lalu mengatar bibinya ke Desa Batu Puteq menggunakan sepeda motor. Namun beberapa saat setelah mengantar bibinya, Rozi tiba-tiba hilang entah kemana. Hingga akhirnya ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kali menggunakan sweater hitam dengan sarung tanpa celana.

“Sampai saat ini baru ada dua korban yang meninggal dunia akibat banjir ini. Mudah-mudahan jangan sampai ada tambahan lagi,” jelas Eka, sapaannya.

Sementara korban meninggal lainnya, Waisila Cantika Bilian merupakan pelajar kelas 4 SDN 6 Sepit. Bocah malang ini meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya yang diterjang banjir. Sementara jumlah korban luka berat baru terdeteksi dua orang. Yakni Wais Alqarni dan istrinya.

Fasilitas Umum Rusak Berat

Selain korban jiwa, banjir ini juga memorak-porandakan rumah warga. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Seperti di Kecamatan Jerowaru. Di sini ada dua desa terdampak. Yaitu Desa Sepapan dan Desa Jerowaru.

Di Desa Sepapan, terdapat 98 unit rumah rusak. Dengan rincian 32 rusak berat, 66 rusak ringan, dan empat open tembakau rusak berat. Sedangkan jumlah penggungsi 55 orang menggungsi di rumah kerabat masing-masing dan Madrasah NW Penendem.

Sementara di Desa Jerowaru, 18 unit rumah rusak dengan rincian rusak ringan dan satu open tembakau rusak berat. Jumlah Pengungsi 13 orang. Mereka mengungsi di kerabat masing-masing.

Sedangkan di Kecamatan Keruak terdapat delapan desa yang terdampak bencana banjir dengan jumlah kerugian materil atau rumah rusak sebanyak 345 unit.

Di Desa Sepit, yang menjadi lokasi banjir terparah, terdapat 13 unit rumah rusak. Delapan diantaranya rusak berat dan tiga rusak ringan. Selain korban jiwa atas nama Waisila Cantika Bilian, di Desa Sepit juga ada dua korban luka berat. Yakni Wais Alqarni dan istrinya.

Di Sepit, jumlah pengungsi mencapai 56 orang. Mereka mengungsi di tenda pengungsian SDN Kondok dan Dusun Jeraeng.

Di Desa Batu Putik terdapat enam unit rumah rusak. Dengan tiga unit rusak berat dan tiga rusak ringan.

Di Desa Setungkep Lingsar, tujuh unit rumah rusak ringan. Namun jumlah pengungsi mencapai 100 orang. Sampai kemarin mereka mengungsi di Kantor Desa Setungkep Lingsar yang disediakan oleh Pemda dan Pemerintah Desa.

Di Desa Selebung Ketangga, jumlah rumah rusak mencapai 54 unit. Dimana empat rumah rusak berat dan 50 rusak ringan. Di Desa Ketangga Jeraeng, jumlah rumah rusak 13 unit. Semuanya rusak ringan.

Sedangkan di Desa Ketapang Raya, jumlah rumah rusak 205 unit. Sebagian besar merupakan perumahan nelayan. Dimana lima rumah rusak berat dan 200 rusak ringan. Di Desa Mendana Raya, jumlah rumah rusak 11 unit. Tiga rusak berat dan delapan rusak ringan.

Di Desa Senyiur, jumlah rumah rusak 38 unit dengan rincian lima unit rusak berat dan 33 rusak ringan.

Sementara di Kecamatan Sakra Barat dilaporkan 25 rumah rusak. Korban mengungsi 143 orang dari 15 KK. Satu unit heler juga dilaporkan rusak dengan padi yang sedang dijemur, terendam air. Sedangkan di Kecamatan Sakra yang sebelumnya juga dilaporkan diterjang banjir, tidak mengalami kerusakan yang berarti.

Data BPBD NTB menunjukkan, hingga kemarin total jumlah korban terdampak akibat banjir yang melanda tiga kecamatan itu adalah 578 KK dengan 2.280 jiwa. Sebanyak 141 jiwa harus mengungsi.

Jembatan Lumpuh

Sementara untuk kerusakan infrastruktur, 20 jembatan penghubung antar desa rusak. Satu unit gardu listrik di Desa Sepit. Lima tiang listrik tumbang. Akses air bersih putus.

Korban luka empat orang. Meninggal dunia dua orang. Rumah rusak berat 10 unit. Dan, rumah rusak ringan 598 unit.

Kepala Pelaksana BPBD NTB H Muhammad Rum menyebutkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih, makanan, selimut, terpal, dan karung.

Upaya penanganan mengalami beberapa tantangan, diantaranya potensi hujan tinggi, area terdampak cukup luas dan tersebar, serta luapan air dan lumpur menggenangi akses jalan. Sementara tindakan yang dilakukan adalah mengevakuasi warga, assessment data korban, rumah, fasum dan fasos.

”Membentuk posko tanggap darurat di kantor Camat Keruak,” katanya.

Banjir Loteng

Selain Lombok Timur, banjir juga menimpa Kabupaten Lombok Tengah, yaitu di Kecamatan Praya Timur dan Janapria. Tapi kondisi masih lebih aman dibanding Lombok Timur. Total ada 10 desa terkena banjir. Di Kecamatan Praya Timur 140 KK terdampak banjir.

Di Dusun Batu Bungus, Desa Janapria, sebuah bangunan gudang bahan material ukuran 19×9 rusak, sebuah gudang pembuatan batako 6×3 meter rusak, semen 245 sak hanyut.

Sementara di Desa Lekor, tiga rumah penduduk rusak berat. Di Desa Loang Make, tembok pembatas Koramil Janapria dan rumah  penduduk sepanjang 15 meter ambruk.

Sementara data Tagana Dinas Sosial NTB menunjukkan, jumlah korban terdampak banjir sebanyak 502 kepala keluarga (KK) atau 1.440 jiwa. Tersebar di Kecamatan Sakra Barat, yakni Desa Gunung Rajak empat KK dengan 16 jiwa.

Kecamatan Keruak banjir menerjang empat desa yakni Desa Sepit, Desa Sepapan, Desa Senyiur, dan Ketapang Raya dengan total 182 KK atau 600 jiwa terpapar, 152 KK rumah rusak berat.

Di Kecamatan Jerowaru, total korban mencapai 316 KK atau 824 jiwa. Tersebar di Desa Jerowaru, tepatnya Dusun Tanak Nentung 50 KK atau 161 jiwa. Dusun Jerowaru Daye 9 KK, 31 jiwa, Dusun Berung dan Dusun Ratu empat KK atau 11 jiwa terisolir karena jembatan putus. Juga Desa Sepapan, RT Senange 37 KK 143 jiwa. RT Gambir korban 12 KK 39 jiwa, RT Tenten Pejeruk 23 KK 81 jiwa, dan Orong Bukal 250 KK 303 jiwa.

Selain rumah, banjir juga merusak infrastruktur. Enam jembatan penghubung desa ambruk dan tidak bisa dilewati. Diantaranya jembatan Ketapang Raya, putus tidak dapat dilalui. Sedangkan Jembatan Sepapan rusak berat tapi masih bisa dilalui.

Kemudian jembatan di Penendem ruas jalan Sepit-Penendem Jerowaru, jembatan tidak  bisa dilalui kerena ada pohon bambu dan tiang listrik yang tumbang. Jembatan Sepit ruas jalan Kecamatan Keruak, beruntung masih bisa di lalui. Jembatan Sepit ruas jalan Sepit-Beleke, masih bisa di lalui, dan jembatan di Orong Bukal dan Montong Wasi, Kecamatan Jerowaru.

Korban yang mengalami kerusakan parah sebagian besar tinggal di sekitar daerah aliran sungai. ”Sempat terjadi putus listrik saat malam kejadian banjir, tapi sudah normal kembali,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (19/11).

Akibat Luapan Lima Sungai

Banjir terjadi akibat luapan lima anak sungai yang berada di sekitar Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Keruak, dan Kecamatan Jerowaru. Sejak tiga hari terakhir, wilayah itu dilanda hujan lebat. Banjir merendam rumah warga dengan ketinggian air antara 80 cm sampai 3 meter.

Khalik mengatakan, sejumlah relawan telah dikerahkan, termasuk Tagana. Upaya yang telah dilakukan Pemprov NTB dan kabupaten diantaranya, menyalurkan bufferstock korban bencana alam. Mengerahkan Tagana sekitar untuk memantau situasi, evakuasi, melakukan pendataan dan pelaporan data bencana, pendampingan sosial. Juga mengawal penyaluran bantuan barang persediaan korban bencana alam.

”Bantuan yang dibutuhkan korban bencana, diantaranya beras, makanan, selimut, matras, paket sandang, tenda gulung, kids ware dan lainnya,” katanya.

Sementara Bupati Lotim Ali BD dan Wakil Bupati H Haerul Warisin kemarin memerintahkan OPD terkait untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dan tepat dalam penanganan korban bencana. Pemda Lotim kemarin (19/11) melakukan rapat koordinasi penanganan bencana di Pendopo Wakil Bupati. Hadir di rapat itu Kapolres, Dandim, OPD terkait seperti BPBD, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan tiga camat lokasi bencana terparah.

“Semua harus segera melakukan penanganan korban bencana dengan memberikan bantuan logistik, kesehatan pakaian layak dan kebutuhan lainnya serta pendataan kerugian materiil dan jiwa yang benar-benar ril,” tegas Wabup Haerul Warisin.

“Ini jangan ditunda dan harus segera,” sambungnya.

Dandim 1615 yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan saran dan masukan. Mulai dari penanganan korban dengan memberikan bantuan kebutuhan pangan serta pelayanan kesehatan. Dandim juga menyarankan agar ada penanganan jalur air. Agar tidak terjadi lagi banjir.

Pihak BPBD kemarin mulai menyalurkan makanan siap saji dan selimut. Sedangkan Dinas Sosial menyalurkan bantuan matras, terpal, seragam sekolah dan bantuan serta penanganan dari OPD lainnya bersama ormas dan masyarakat. (ton/r5)

The post Lotim Tanggap Darurat Tujuh Hari appeared first on Lombok Post.

]]>
Banjir di Lotim, Empat Kecamatan Porak-Poranda http://www.lombokpost.net/2017/11/20/banjir-di-lotim-empat-kecamatan-porak-poranda/ Mon, 20 Nov 2017 08:59:31 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150290 SELONG-Kabar duka datang dari Lombok Timur. Hujan deras sepanjang kemarin hingga petang telah menyebabkan banjir yang memorak-porandakan empat kecamatan. Satu warga meninggal dunia, sementara empat lainnya belum ada kembali ke rumah hingga pukul 24.00 Wita tadi malam. Pantauan Lombok Post, selain memakan korban jiwa, banjir juga merendam rumah warga. Beberapa rumah rata dengan tanah. Sementara […]

The post Banjir di Lotim, Empat Kecamatan Porak-Poranda appeared first on Lombok Post.

]]>
SELONG-Kabar duka datang dari Lombok Timur. Hujan deras sepanjang kemarin hingga petang telah menyebabkan banjir yang memorak-porandakan empat kecamatan. Satu warga meninggal dunia, sementara empat lainnya belum ada kembali ke rumah hingga pukul 24.00 Wita tadi malam.

Pantauan Lombok Post, selain memakan korban jiwa, banjir juga merendam rumah warga. Beberapa rumah rata dengan tanah. Sementara beberapa lainnya roboh dan hanya menyisakan puing-puing. Beberapa rumah lainnya terlihat rusak parah setelah sebagian temboknya jebol. Sementara yang rusak sedang dan ringan juga tidak terhitung jumlahnya.

Rumah-rumah warga yang terendam banjir terdapat di Kecamatan Keruak, Kecamatan Jerowaru, Empat kecamatan yang terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Keruak, Jerowaru, Sakra, dan Sakra Barat.

Situasi di empat kecamatan tersebut juga tadi malam mencekam. Aliran listrik padam menjadikan empat kecamatan dilaporkan gelap gulita. Sementara air masih menggenangi sejumlah desa dan merendam rumah warga hingga tengah malam semenjak banjir pertama kali dilaporkan pukul 17.30 Wita.

Badan Penanggulangan Bencana Provinsi NTB melaporkan bahwa hingga tadi malam warga banyak yang mengungsi. Antara lain di rumah warga yang tidak terdampak, di masjid dan musala. Total dampak banjir masih terus dihimpun. Sementara pencarian warga yang belum pulang juga terus dilakukan.

Baca Juga :

Banyak informasi yang simpang siur. Termasuk ada yang menyebutkan Bendungan Pandandure jebol. Namun, Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum menegaskan, banjir bandang disebabkan oleh meluapnya dua embung (DAM) yang berada di bawah Bendungan Pandandure. Luapan dua DAM tersebut yang menyebabkan banjir terjadi.

Sementara itu, satu korban meninggal atas nama Waisila Cantika Bilian, pelajar kelas 4 SDN 6 Sepit, Kecamatan Keruak. Bocah itu menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan derasnya arus banjir yang mendadak mengepung wilayah Sepit semenjak petang.

“Saya kehilangan anak saya saat banjir terjadi. Kami semua tertimpa reruntuhan tapi hanya dia yang tidak selamat,” tutur Muhammad Wais Al Qarni orang tua bocah malang tersebut.

Diceritakan Wais, banjir secara mendadak terjadi sekitar pukul 18.00 wita. Dia mengaku tidak pernah menyangka akan terjadi banjir. Mengingat di tahun sebelumnya, tak pernah sekalipun banjir terjadi di Sepit.

“Awalnya saya pikir hanya luapan saja. Tapi lama-lama banjirnya semakin besar makanya saya ajak istri saya dan dua anak saya naik ke lantai dua,” ucap Wais.

Namun, air perlahan mengepung rumah dan naik hingga ke lantai II rumah. Lama kelamaan, dinding lantai satu rumahnya kata Wais jebol dan membuat bangunan rumah Wais roboh.

Melihat situasi yang semakin darurat, Wais lantas memeluk istrinya Siti Cahua Laila Zulilaikha dan dua anaknya yakni Adam dan Aci sapaan almarhum anak keduanya tersebut.

“Saat dinding latai satu jebol, lantai dua juga ikut roboh. Reruntuhan itu yang menimpa saya dan anak-anak,” ceritanya sambil meneteskan air mata.

Tidak hanya tertimpa, mereka juga tenggelam dalam genangan air yang sudah memenuhi rumah yang tak karuan bentuknya. Wais mengaku sempat tak sadarkan diri beberapa menit. Namun, ketika tersadar ia langsung berupaya menyelamatkan keluarganya.

Pertama yang diselamatkan adalah dua anaknya. Adam, putranya ditemukan selamat namun Cantika atau Aci ia temukan dalam keadaan tak bernapas. Sementara istrinya yang sudah lemas juga berusaha ia selamatkan dengan menggendongnya.

“Kejadiannya begitu cepat. Kami tidak pernah menyangka karena ini tumben terjadi. Tidak pernah sama sekali,” ungkap Wais.

Selain Aci, dari laporan warga di Sepit, ada empat pelajar SMP juga hingga tadi malam belum pulang ke rumahnya. Sehingga, jumlah korban banjir diprediksi bisa bertambah.

“Kalau melihat situasinya dan laporan masyarakat bisa saja bertambah,” terang Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman yang meninjau lokasi banjir bersama Bupati Ali BD dan Wakil Bupati H Haerul Warisin.

Laporan yang diterima pihaknya kata Eka Fathurrahman, banjir yang melanda empat kecamatan ini diduga akibat luapan air di Bendungan Pandanduri. Karena bendungan tidak mampu menampung air yang melimpah dari aliran lima sungai.

“Ada kabar bahwa bendungan Pandanduri Jebol. Tapi itu tidak benar. Ini akibat luapan air hujan yang melimpah,” jelasnya.

Tidak hanya korban jiwa, Eka juga mengungkapkan puluhan rumah rata dengan tanah hingga hanyut terbawa banjir. Kondisi lokasi banjir terparah terjadi di Desa Sepit dan Sepapan, Jerowaru. Namun banjir juga menerjang sejumlah desa lainnya seperti Orong Bukal, Penendem, Batu Putek, Batu Rampes, Bintang Oros, Senyiur, Setungkep Lingsar, Gunung Rajak dan Suangi.

Diketahui, hujan lebat mengguyur wilayah empat kecamatan ini sejak pukul 15.00 wita. Hujan yang semakin deras menyebakan air yang ada di sungai meluap. Bahkan embung yang ada di wilayah Sepit juga ikut meluap.

“Hujannya deras sejak sore hari makanya warga juga banyak yang nggak bisa keluar kemana-mana” beber Camat Keruak Mustamin Hasyim.

Menindaklanjuti kondisi banjir ini, pihak SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim langsung bergerak cepat. Mereka melakukan evakuasi menyelamatkan warga serta barang-barang berharga mereka yang masih bisa disealamatkan.

“Kami belum bisa memberikan data pasti korban dan kerusakan akibat banjir. Karena saat ini kami juga masih melakukan evakuasi di sejumlah titik,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim Lalu Rusnan sekitar pukul 24.00 tadi malam.

Dari pantauan Lombok Post di Sepit, sejumlah rumah rata dangan tanah. Beberapa pohon dan tiang listrik juga tumbang. Menyebabkam listrik mati saat banjir terjadi. Membuat suasana banjir yang menerjang empat kecamatan ini semakin mencekam.

Banjir Juga Terjang Loteng

Sementara itu, tak cuma di Lombok Timur. Pada saat yang sama, banjir juga menerjang enam desa di dua kecamatan di Lombok Tengah. Warga yang terkena dampak parah pun harus mengungsi di rumah tetangga dan keluarga terdekat. Namun, dipastikan tak ada laporan korban jiwa selain harta benda.

Enam desa tersebut adalah Desa Loangmaka, Desa Janapria, Desa Saba dan Desa Lekor, di Kecamatan Janapria. Kemudian, Desa Ganti dan Desa Beleke, di Kecamatan Praya Timur.

Banjir terparah terjadi di beberapa dusun di wilayah Janapria. Di tempat itu, tidak saja rumah warga yang terendam air bah. Melainkan, akses jalan yang menyambung dua dusun dan desa pun, terputus total.

Itu menimpa warga Dusun Melati Desa Saba, yang terhubung dengan Dusun Lingkok Waru Desa Loangmaka. Pantauan Lombok Post, ketinggian air sekitar paha orang dewasa. Dari cerita Sahidun, salah satu warga Dusun Lingkok Waru Desa Loangmaka, usai salat Isa sekitar pukul 19.40 Wita, kemarin (18/11), ketinggian air sempat diatas leher orang dewasa.

Itu diketahuinya setelah melihat rumah Amaq Masrun, yang berdiri tepat dengan jalur penghubung dua dusun. Rumah yang berdiri dari bangunan batako, beratapkan asbes tersebut terendam. Saat kejadian, Amaq Masrun tidak ada ditempat. Kecuali, istrinya Inaq Saleh.

Di dalam rumah, kata Sahidun, Inaq Saleh tidak bisa berbuat banyak. Kecuali, menunggu air bah surut. Yang bersangkutan menyelamatkan diri dengan menaiki lemari. Untungnya, tembok belakang rumah tidak jebol. Kecuali, tembok depan rumah saja. Kalau itu yang terjadi, maka seluruh perabotan rumah tangga pasti hanyut.

“Warga tidak ada yang berani membantu,” katanya.

Sekitar pukul 22.00 Wita, lanjut Sahidun air bah pun surut. Musibah yang menimpa keluarga Amaq Masrun tersebut, sudah terjadi dua kali. Terakhir, pada Desember 2016 lalu. Penyebabnya, karena drainase di samping rumah korban menyempit, akibat proyek pembangunan desa.

“Kondisi seperti itu, yang membuat air meluap,” sambung Kepala Dusun Melati Desa Saba, Hairul Ishak. “Banjir juga terjadi di Dusun Jembe Timur, Desa Saba,” lanjut Ishak.

Di tempat ini juga, kediaman milik salah satu warga dusun setempat atas nama Sudiarta terendam. Awalnya, setinggi leher orang dewasa. Namun, beberapa jam kemudian surut hingga setinggi betis. Kendati demikian, seluruh perabotan rumah tangga sudah tidak bisa digunakan lagi, karena basah dan rusak.

Selain itu, gudang penyimpanan gabahnya jebol. Gabah sebanyak 30 karung pun hanyut. “Tumben banjir parah seperti ini,” keluh Satriadi, keluarga dari Sudiarta.

Potret yang sama menimpa toko bangunan milik H Husain, di Dusun Batu Bungus Desa Janapria. Bangunan belakang toko roboh total setelah tergerus air sungai. Semen sebanyak 250 zak hanyut. Termasuk, bahan-bahan bangunan lainnya. Tidak ada yang tersisa.

“Kejadiannya, selesai salat Magrib, saat hujan lebat. Tiba-tiba, kami mendengar suara keras di toko. Begitu kami buka pintu, bangunan sudah roboh total,” ungkap Sahuni, anak H Husain.

Air bah juga, kata Sahuni menerpa gudang penyimpanan kayu. Lagi-lagi, kayu hanyut terbawa air. “Total kerugian sekitar Rp 100 juta,” bebernya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Loteng H Muhamad mengungkapkan, begitu pihaknya menerima laporan, langsung menurunkan tim reaksi cepat guna membantu mengungsikan warga.

“Kalau banjir di Desa Lekor, terjadi karena luapan DAM Beringe. Beberapa rumah warga di Kampung Ambat terendam,” ungkap Muhamad.

Namun, beberapa jam kemudian, air surut dan warga kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan di Desa Ganti dan Desa Beleke, di Praya Timur adalah banjir kiriman. Sehingga, tidak terlalu parah. “Kendati demikian, warga diminta tetap waspada,” tandasnya. (ton/dss/r8)

The post Banjir di Lotim, Empat Kecamatan Porak-Poranda appeared first on Lombok Post.

]]>
JIHW 2017 Resmi Dibuka, Wisman Nikmati Yogyakarta dengan Berjalan Kaki http://www.lombokpost.net/2017/11/20/jihw-2017-resmi-dibuka-wisman-nikmati-yogyakarta-dengan-berjalan-kaki/ Mon, 20 Nov 2017 07:51:38 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150277 YOGYAKARTA – Ajang tahunan Jogja International Hertige Walk (JIHW) ke-9 resmi berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (18/11). Inilah acara yang menggabungkan antara olahraga jalan kaki sambil menikmati suguhan ragam budaya yang ada di Yogyakarta. Lebih dari 7.500 peserta, termasuk diantaranya 285 wisatawan mancanegara mengikuti ajang yang berlangsung hingga Minggu (19/11) esok. Di ajang berskala interasional ini […]

The post JIHW 2017 Resmi Dibuka, Wisman Nikmati Yogyakarta dengan Berjalan Kaki appeared first on Lombok Post.

]]>
YOGYAKARTA – Ajang tahunan Jogja International Hertige Walk (JIHW) ke-9 resmi berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (18/11). Inilah acara yang menggabungkan antara olahraga jalan kaki sambil menikmati suguhan ragam budaya yang ada di Yogyakarta. Lebih dari 7.500 peserta, termasuk diantaranya 285 wisatawan mancanegara mengikuti ajang yang berlangsung hingga Minggu (19/11) esok.

Di ajang berskala interasional ini para peserta diajak berjalan kaki sambil menikmati keagungan budaya Yogyakarta. Diantaranya Candi Kedulan, Candi Sari, Candi Sambisari, juga Candi Prambanan. Selain itu juga alam pedesaan dengan keramahan masyarakat serta objek wisatanya. Seperti Jembatan Silik di Dusun Karantengah, Kedungmiri, Sriharjo dan Jembatan Oya.

JIHW juga merangkul Omah Perenting untuk kegiatan sub event di lapangan Brahma yaitu Family Fun Walk, lomba mewarnai dan Lomba Melukis Payung. Serta diselingi edutrip yang dipandu oleh Medang Heritage Society serta Hompimpa Kampung Dolanan Anak.

Baca Juga :

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya di acara pembukaan “Jogja Heritage Walk”, Sabtu (18/11) di Lapangan Brahma, Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, mengatakan, event ini tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat tapi juga untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi antarmasyarakat dari berbagai latar agama, kebangsaan, bahasa dan budaya.

Selain itu juga untuk semakin mengembangkan dan memperkuat sektor pariwisata Yogyakarta sebagai salah satu destinasi utama wisatawan. Baik nasional maupun mancanegara.

“Harapan kami, ini bisa menjadi salah satu event pariwisata dan bisa mendatangkan banyak turis untuk menambah devisa negara,” kata Sri Sultan. Turut hadir dalam acara pembukaan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, H.E Masafumi Ishii.

Jogja Heritage Walk sendiri terbagi dalam tiga kategori. Yakni 5 kilometer, 10 kilometer dan 20 kilometer. Wisatawan mancanegara yang mengikuti ajang ini datang dari berbagai negara.

Diantaranya Belanda, Belgia, Jerman, Prancis, Austria, Australia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Cina, Taiwan, Amerika Serikat dan Kanada. Dalam kesempatan ini, warga desa yang dilewati diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mempromosikan potensi yang dimilikinya.

“Termasuk potensi ekonomi warga setempat. Mulai dari kerajinan tangan serta olahan pangan tradisional yang ada di desa tersebut. Disamping kesenian tradisional dan keramahtamahan warga setempat,” katanya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti didampingi Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Tazbir mengatakan, event ini sangat menarik untuk menarik minat wisatawan, khususnya mancanegara.

Hal ini tidak lepas dari keunikan yang dimiliki Yogyakarta dengan segudang ragam budaya dan keindahan alam.

Sehingga ketika dikolaborasikan dengan event jalan kaki kelas dunia, menjadi satu atraksi yang kuat. Terlebih Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota International Marching League (IML) atau Liga Jalan Kaki Dunia.

“Peminatnya besar, datang dari banyak negara. Sehingga bisa menjadi gaya hidup sehat tapi juga sekaligus mempromosikan pariwisata ataupun olahraga rekreasi. Kita pun akan semakin terbantu karena acara ini masuk dalam website IML internasional,” ujar Esthy yang juga didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut sport tourism memiliki indirect impact atau media value yang tinggi. Bahkan lebih tinggi dari direct impactnya.

“Karena itu, promosi dan informasi soal sport tourism itu harus ditangani dengan baik,” jelas Arief Yahya.

Terlebih Yogyakarta begitu kuat dengan atraksi yang dimiliki. Yogyakarta dengan ikon Candi Borobudur tentunya akan menjadi destinasi yang selalu dinanti wisatawan.(*)

The post JIHW 2017 Resmi Dibuka, Wisman Nikmati Yogyakarta dengan Berjalan Kaki appeared first on Lombok Post.

]]>
Kemenpar Promosikan Gaung Sail Sabang di Aceh Night in Bali http://www.lombokpost.net/2017/11/20/kemenpar-promosikan-gaung-sail-sabang-di-aceh-night-in-bali/ Mon, 20 Nov 2017 07:51:32 +0000 http://www.lombokpost.net/?p=150278 KUTA – Perhelatan akbar Sail Sabang 2017 tinggal hitungan hari lagi. Tepatnya pada tanggal 28 November hingga 5 Desember 2017 acara yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo itu akan dihelat di Pulau Sabang, Aceh. Untuk memaksimalkan acara tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Aceh menggelar gaung promosi di Pulau Bali dengan tagline acara […]

The post Kemenpar Promosikan Gaung Sail Sabang di Aceh Night in Bali appeared first on Lombok Post.

]]>
KUTA – Perhelatan akbar Sail Sabang 2017 tinggal hitungan hari lagi. Tepatnya pada tanggal 28 November hingga 5 Desember 2017 acara yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo itu akan dihelat di Pulau Sabang, Aceh.

Untuk memaksimalkan acara tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Aceh menggelar gaung promosi di Pulau Bali dengan tagline acara Pesona Indonesia Aceh Night in Bali.

Acara yang dihadiri ribuan orang itu digelar di Lippo Mall Kuta Bali, Sabtu, (18/11). “Seperti yang sering diungkapkan bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa memancing pilihlah kolam yang berjubel ikannya. Ini sudah tepat dilakukan, karena 40 % wisatawan mancanegara datang ke Bali. Jadi tidak salah jika bali menjadi tempat yang tepat untuk berpromosi, dan lihat sendiri, semua wisatawan terlihat antusias dengan acara ini,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah seusai Acara Pesona Indonesia Aceh Night in Bali.

Baca Juga :

Putu Ngurah juga mengatakan jika promosi Sail Sabang tidak hanya saat ini saja. Melainkan sudah dilakukan jauh-jauh hari bahkan hingga ke Luar Negeri. Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kemenpar dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar semuanya all out mempromosikan event skala internasional ini.

“Ini even besar. Even Internasional, Presiden Joko Widodo juga bakal hadir. Sehingga promosi Sail Sabang sudah kita lakukan sejak 5 bulan lalu di berbagai lini. Mulai dari TV, Media Online hingga media sosial. Bahkan di terakhir di WTM London juga kita promosikan. Tinggal pelaksanaan dan dukungan seluruh masyarakat Sabang untuk mensukseskan acara ini,’ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh Reza Fahlevi mengungkapkan, dalam acara ‘Pesona Indonesia Aceh Night In Bali’, pihaknya ingin menyampaikan seluas-luasnya tentang Sail Sabang yang digelar di Aceh. Terutama bagi wisatawan mancanegara (wisman) di Bali. Sehingga wisman tertarik datang ke Aceh.

“Disini kami tampilkan berbagai kegiatan berhubungan dengan Sail Sabang 2017 serta berbagai informasi pariwisata lainnya di Aceh.Tujuannya tidak lain untuk mengajak para wisman yang ada untuk datang menikmati keindahan alam dan budaya di Sabang,” katanya.

Selain keindahan alam Sabang dan pesona alam bawah lautnya, Aceh juga akan menyajikan berbagai kuliner khas Aceh yang dapat dinikmati para pengunjung secara gratis. Ada juga pagelaran seni Tari Saman, Tarik Pukat, Rapai Geleng, puisi, lagu dan lain-lain juga akan kita hadirkan.

“Sabang layak mendapatkan perhatian dari para insan traveler dan wisman. Mengapa? Keindahan alam dan budaya yang luar biasa. Kami berharap Sabang bisa menjadi destinasi unggulan pemerintah setelah pangelaran Sail Sabang 2017 ini,” pungkasnya.

Dalam acara Pesona Indonesia Aceh Night in Bali turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A A Gede Yuniartha Putra, Anggota Komisi X DPR RI Muslim dan Bupati Aceh Singkil Dulmursid.
Menteri Pariwisata Arief Yahya memang tidak ada lelahnya memberikan semangat mendorong pariwisata Indonesia agar lebih maju ke semua pihak. Termasuk mendorong Aceh agar selalu mengobarkan semangat memajukan pariwisata Indonesia ke daerah manapun.

“Event Sail Sabang 2017 akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) ke Sabang,” kata Arief Yahya.

Menpar mengatakan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.

“Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas antara lain; diving, snorkeling, fishing, sunbathing, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya.(*)

 

The post Kemenpar Promosikan Gaung Sail Sabang di Aceh Night in Bali appeared first on Lombok Post.

]]>