Lombok Post
Headline Kriminal

Divonis Delapan Tahun Penjara, Gartot Brajamusti Siapkan Banding

MENANTI KURUNGAN: Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah tengah mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Mataram, beberapa waktu lalu. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Gatot Brajamusti, terdakwa penyalahgunaan narkotika, divonis delapan tahun penjara. Hukuman bagi mantan ketua PARFI ini dibacakan dalam sidang putusannya di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (20/4). Selain penjara hakim juga menjatuhkan denda Rp 1 Miliar subsider tiga bulan kurungan.

Hukuman penjara selama delapan tahun itu, dinilai berat oleh Gatot. Meskipun putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut Gatot selama 13 tahun penjara.

Ditemui usai sidang, Gatot mengatakan tidak puas dengan vonis yang diberikan majelis hakim. Dia membandingkan dengan beberapa temannya yang pengedar, namun hukumannya jauh lebih rendah dari putusan saat sidang kemarin.

a�?Ini terlalu berat, karena saya bukan kategori pengedar. Teman-teman saya yang pengedar, banyak yang hukumannya lebih rendah,a�? kata Gatot, kemarin.

Karena itu, Gatot mengaku akan mempertimbangkan untuk mengajukan banding. Dia mengambil kesempatan yang diberikan majelis hakim usai sidang putusan kemarin, terkait upaya hukum lanjutan.

a�?Masih ada waktu, akan saya bicarakan dulu dengan pengacara,a�? terang dia.

Dalam sidang kemarin, Gatot Brajamusti yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu tersebut terbukti bersalah dalam dakwaan subsidernya. Dia melanggar pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

a�?Berdasarkan persidangan, membebaskan terdakwa dari dakwaan primer, dan menyatakan terdakwa bersalah dalam dakwaan subsider,a�? ujar Ketua majelis hakim Yapi saat membacakan putusan.

Diketahui, Gatot ditangkap tim gabungan dari Polres Mataram, Lombok Barat, dan Mabes Polri. Dia diamankan bersama istrinya Dewi Aminah di Hotel Golden Tulip, Mataram Agustus 2016 lalu. Dari penggeledahan yang dilakukan kepolisian, ditemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu.

Pengembangan kasus yang dilakukan kepolisian, semakin menguatkan keterlibatan Gatot dalam penyalahgunaan narkotika. Bukti narkotika yang ditemukan polisi di Mataram, pun diperkuat dengan temuan sabu di kediaman Gatot di Jakarta Selatan.

Selain kasus penyalahgunaan narkotika, Gatot telah dinanti sejumlah kasus lainnya. Yakni, kepemilikan senjata api dan ribuan butir peluru aktif, pelanggaran pidana atas kepemilikan satwa liar yang dilindungi, dan dugaan pelecehan seksual. Tiga kasus tersebut masih ditangani Polda Metro Jaya, di Jakarta.(dit/r2)

Berita Lainnya

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post